Kota Malang

Pastikan Pelayanan Optimal, Dinkes Kota Malang Pantau Pelaksanaan PKG di 16 Puskesmas

Diterbitkan

-

LAYANAN: Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, bersama Kepala Puskesmas Cisadea, saat membawa nomor antrean khusus bagi peserta PKG. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan Kota Malang terus memantau pelaksanaan launching simulasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di 16 Puskesmas Kota Malang, yang serentak digelar pada Senin (03/02/2025) tadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa para peserta PKG tentu mendapatkan pelayanan yang ramah dan tanggap dari pihak puskesmas. Beberapa puskesmas bahkan menyediakan nomer antrean dan ruangan khusus bagi peserta PKG.

“Kalau di Puskesmas Cisadea ini mereka mendapatkan nomer antrean khusus yang bertuliskan PKG, sebagai bentuk penghargaan bagi mereka. Kemudian, di Puskesmas Kendalkerep peserta PKG ini disediakan ruangan khusus, ini merupakan bentuk pelayanan yang tanggap dan tentu harus kita prioritaskan,” kata Meiftah, saat berkunjung ke Puskesmas Cisadea.

Dalam pelaksanaan PKG hari pertama, menurutnya mendapatkan respons positif dari masyarakat Kota Malang. Banyak yang telah menanyakan jadwal pemeriksaan sebelum tanggal 3 Februari. Namun, karena masih dalam tahap simulasi, beberapa puskesmas melakukan penyesuaian alur layanan.

Advertisement

“Setiap puskesmas memiliki kondisi yang berbeda, termasuk dari segi bangunan dan fasilitas. Namun, secara prinsip, pelayanan PKG tetap terintegrasi dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mengelompokkan layanan kesehatan berdasarkan usia dan kebutuhan pasien,” ujarnya.

Baca juga :

Kemudian, dikatakannya bahwa PKG bertujuan sebagai upaya preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Konsepnya adalah skrining kesehatan untuk pencegahan. Orang yang sehat bisa dicegah agar tidak jatuh sakit, sementara yang sudah sakit tidak sampai mengalami kondisi yang lebih parah atau berakibat fatal,” tambahnya.

PKG di Puskesmas melibatkan berbagai pemeriksaan sesuai dengan kelompok usia. Bayi baru lahir mendapatkan tiga jenis pemeriksaan, sedangkan anak usia pra-sekolah mendapat delapan layanan kesehatan. Bagi peserta berusia 18 tahun ke atas, tersedia 18 jenis pemeriksaan, tergantung pada kapasitas dan sumber daya di masing-masing Puskesmas.

“Untuk usia dewasa, kami menyediakan pemeriksaan kolesterol, diabetes, hipertensi, hingga deteksi dini penyakit jantung dan stroke. Sementara bagi perempuan di atas 30 tahun yang sudah menikah, tersedia skrining kanker serviks dan payudara,” tuturnya.

Advertisement

Ditambahkannya, bahwa PKG juga mencakup pemeriksaan penyakit menular seperti TBC dan gangguan kejiwaan, yang dilakukan melalui kuisioner dan aplikasi berbasis digital. Sementara dalam pelaksanaan PKG ini, Dinkes Kota Malang menargetkan bisa mencapai 90 persen dari total populasi sesuai kategori usia. Masyarakat yang lahir pada Januari hingga Maret dapat memanfaatkan layanan ini hingga April 2025.

“Kami berharap masyarakat Kota Malang memanfaatkan fasilitas ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan warganya. Program ini adalah hadiah yang harus disambut dengan suka cita,” imbuh Meifta. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas