Kota Malang
Pengerjaan Drainase Tak Berefek saat Hujan, Warga Keluhkan Banjir Masih Terjadi di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, telah merilis prakiraan cuaca dalam akun sosial medianya. Diketahui, jika hujan dengan intensitas ringan secara terus menerus atau dengan jeda waktu tertentu serta disertai petir dan angin, akan terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Kota Malang, pada Sabtu (11/02/2023) tadi.
Dan benar saja, hujan dengan intensitas tinggi atau hujan deras, terjadi mulai pukul 15.00 hingga saat ini. Tentunya, hal itu menyebabkan banjir di beberapa titik. Seperti yang telah terjadi di wilayah Mergan atau sekitar Jalan Jupri, Kota Malang.
Salah satu warga Mergan, Dewi Ratna Sari, pun mengeluhkan tingginya curah hujan yang berdampak terjadinya banjir. Meskipun, pada beberapa bulan yang lalu, sempat dibangun saluran drainase, untuk mengurangi genangan air hujan.
“Selalu saja kalau hujan deras, di sini banjir. Meskipun sudah dibangun drainase, tetapi tetap saja banjir. Tidak ada pengaruhnya dan mengganggu pengendara,” keluh Ratna.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Pembangunan drainase yang telah dilakukan oleh Pemkot Malang, menurutnya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga, menurut Ratna perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan ulang terkait dengan pembangunan drainase tersebut.
“Perlu dilakukan evaluasi, dan pembenahan ulang. Tapi saya rasa hal ini tidak dapat teratasi dengan baik, karena selalu saja banjir,” katanya.
Senada dengan itu, Fandy Bagus, warga Bandulan, juga merasakan dampak dari pembangunan drainase yang telah dilakukan oleh Pemkot Malang pada bulan Desember 2022 lalu. Menurutnya, pembangunan yang telah memakan waktu cukup lama dan kemacetan terjadi begitu panjang, ternyata tidak dapat mengatasi persoalan banjir dengan baik, justru malah membuang anggaran. “Seharusnya pemerintah memikirkan pembangunan dengan matang. Agar tidak membuang anggaran,” imbuh Fandy. (rsy/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















