Kota Malang
Sikapi Rencana Penerapan Satu Arah di Kayutangan Heritage, Ketua Jalur Angkutan LDG Minta Surat Perjanjian

Memontum Kota Malang – Rencana penerapan satu jalur di kawasan Kayutangan Heritage atau Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang, terus menuai reaksi. Salah satunya, muncul dari Ketua Jalur Angkutan Umum LDG (Landungsari-Dinoyo-Gadang) Kota Malang, Stefanus Hari Wahyudi, yang bakal memberikan toleransi terkait rencana kebijakan tersebut.
Langkah tengah itu diambilnya, sebab telah mendapat keterangan khusus dan mendapat jaminan dari Wali Kota Malang. Salah satunya, perjanjian hitam di atas putih, dengan ditandatangani oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, yang menjelaskan bahwa jika dikemudian hari penerapan tersebut tidak sesuai dengan realita di lapangan, atau ada beberapa masalah yang terjadi, maka pihaknya meminta jalur dikembalikan seperti semula.
“Pak Wali Kota berani menjamin mengenai rencana ini. Karenanya, saya minta ada hitam di atas putih. Jadi, ya monggo. Karena, niatnya Wali Kota juga baik untuk masyarakat. Kami coba beri ruang gerak ke mereka, tetapi dengan catatan Wali Kota yang langsung tanda tangan,” kata Stefanus, seusai mengikuti rapat forum lalu lintas, Senin (16/01/2023) siang.
Disinggung terkait dengan isi jaminan tersebut, pihaknya menyampaikan, jika secara harus besar masih belum mengetahui. Sebab, masih dalam proses penyusunan. Sehingga, ke depan akan dilakukan pertemuan internal antara Ketua Jalur dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Untuk isi jaminannya, saya masih belum tahu. Namun, harus dibuatkan win-win solution yang terbaik untuk kedua belah pihak,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika potensi bersinggungan antar sopir angkot sudah lama terjadi. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah, sebab penumpang menyadari jalur yang akan dipilih.
“Selama ini, itu tidak menjadi masalah. Karena, penumpang sudah aware. Mereka tahu jurusan Angkot yang dipilih dan tahu jalurnya,” jelas Widjaja.
Terkait dengan subsidi BBM, dikatakannya, jika hal itu sudah diberikan. Namun mengenai penerapan satu arah, maka nantinya akan terkait dengan masalah penyusunan anggaran. Sehingga, masih akan dilakukan koordinasi lebih lanjut.
“Itu merupakan ide yang bagus dari Pak Wali Kota, dalam rangka mengurangi beban sosial. Namun, itu perlu ada tahapan anggaran. Jadi, masih akan dibicarakan lagi dan masih butuh waktu. Ide tetap kami tampung,” imbuh Widjaja. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















