Hukum & Kriminal
Jual HP, Warga Kedungkandang Malang Malah Tertipu Dibayar Uang Palsu

Memontum Kota Malang – Tidak pernah dibayangkan oleh Luqman Prijasa, 32, warga Jalan Muharto Gang VII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kalau dirinya bakal menjadi korban penipuan. Korban yang membutuhkan uang dan menjual HP Redmi 9C seharga Rp 1,2 juta, namun malah merugi Rp 600 ribu.
Itu karena, dari 12 lebar pecahan Rp 100 ribu yang didapat, 6 lembar diantaranya uang palsu. Karena merasa ditipu, Luqman memutuskan melapor ke Polresta Malang Kota pada Rabu (14/09/2022) tadi.
Diceritakan oleh Luqman bahwa sebelum kejadian, dirinya menawarkan HP miliknya di media sosial Facebook pada Sabtu (10/09/2022) malam. Dari penawaran itu, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghubunginya. Pelaku kemudian melakukan penawaran seharga Rp 1 juta. Setelah proses tawar menawar akhirnya disepakati harga Rp 1,2 juta.
Selanjutnya pelaku meminta untuk Cash On Delivery (COD) sekitar pukul 23.00. Terang saja permintaan ditolak oleh Luqman hingga disepakati COD pada Minggu (11/09/2022) sore. Keduanya kemudian bertemu di sebuah minimarket di Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, sekitar pukul 18.30.
Pelaku sempat melakukan pengecekan HP dan langsung melakukan pembayaran. Pelaku menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 12 lembar. Transaksi keduanya sempat terekam oleh CCTV di sekitar minimarket tersebut.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Saat itu Luqman tidak curiga hingga langsung memasukan uang tersebut ke dalam tasnya. “Setelah saya hitung jumlahnya pas, saya langsung memasukkan uang ke tas dan pulang. Karena pelaku ini seperti terburu-buru, mau menggunakan HP tersebut. Akhirnya kami pulang, dan uang tersebut belum sempat saya cek,” ujar Luqman saat mendatangi Polresta Malang Kota.
Kemudian pada Selasa (13/09/2022), berencana belanja dan mengisi saldo untuk usaha konternya. “Saya menuju ke ATM untuk melakukan setor tunai. Namun saat itu mesin ATM tidak mau menerima uang saya. Saya sempat berpindah ATM, namun hasilnya sama,” ujar Luqman.
Saat itu, dirinya belum curiga kalau uang tersebut palsu. Karena ATM tidak mau menerima, dirinya melakukan pengecekan ulang hingga sadar kalau 6 lembar pecahan Rp 100 ribu tersebut palsu. “Ternyata uang itu tidak ada hologramnya,” jelas Luqman.
Luqman pun mencoba menghibungi pelaku melalui pesan mesengger di Facebook. Namun saat itu pelaku malah menyalahkan Luqman. Kenapa tidak komplain saat transaksi awal pembelian. “Kemudian saya kasih nomor WA dan saya ajak bertemu hari ini, tetapi saya malah diblokir dan akunnya hilang,” terang Luqman.
Ternyata Luqman bukanlah korban satu-satunya, sebab dirinya juga mendapst informasi kalau Khoiri, tetangganya juga telah menjadi korban. “Khoiri menjual HP Realme 7E seharga Rp 1,5 juta lebih. Modusnya sama, uangnya pembayaran dicampur antara asli dan palsu. Kalau Khoiri ini, nilainya lebih besar. Yakni sekitar Rp 1,2 juta uang yang didapat palsu. Dan kami sepakat, kemudian bersama melapor ke Polresta Malang Kota. Pelakunya adalah orang yang sama. Saya berharap, pelaku bisa tertangkap karena sangat meresahkan,” ujarnya.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga masih melakukan penyelidikan. “Kami akan langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami masih akan memeriksa saksi dan barang bukti yang ada,” jelas AKP Bayu. (gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















