Kota Malang
Diduga Terjadi Keracunan Makanan, SD Muhammadiyah 4 Kota Malang Diliburkan Seminggu

Memontum Kota Malang – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 4 Kota Malang, secara tiba-tiba meliburkan sejumlah muridnya selama seminggu ke depan. Reaksi secara tiba-tiba itu dilakukan, diperoleh informasi karena sempat terjadi dugaan peristiwa keracunan makanan yang dialami sejumlah warga di SD Muhammadiyah 4.
Salah satu keluarga wali murid, Rasiwan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika Kamis (01/09/2022) lalu, salah satu wali murid memberikan sebuah nasi kotak kepada seluruh warga sekolah SD Muhammadiyah 4 Kampus 1 dan Kampus 2. Hanya saja, saat beberapa suap nasi kotak tersebut dimakan, terjadi peristiwa yang kurang mengenakkan.
“Kebetulan yang makan itu, istri saya bersama cucu. Baru makan dua suapan, istri saya bilang, kok rasanya sudah nggak enak. Tidak berselang lama, tiba-tiba muntah dan harus ke kamar mandi. Bahkan, harus terus bolak-balik ke kamar mandi,” jelas Rasiwan, Senin (05/09/2022) tadi.
Karena kejadian itu, tambahnya, sejak Jumat (02/09/2022), banyak siswa yang tidak masuk. Sehingga, sekolah meliburkan sekolah selama seminggu, mulai Senin (05/09/2022) tadi.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Dari kejadian itu, Jumatnya banyak yang nggak masuk. Lalu sekarang, diliburkan seminggu, sampai pekan depan,” ucapnya.
Dari pantauan Memontum.com di sekolah, suasana beda alias sepi terlihat. Bahkan, hanya didapati dua guru, yang ada di sekolah itu. Ketika hal ini hendak dikonfirmasi, mereka enggan berkomentar. Bahkan, saat ditanya keberadaan kepala sekolah, dijelaskan tengah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini masih belum menerima adanya laporan kasus dugaan keracunan massal tersebut. Tetapi, pihaknya akan terus melakukan pemantauan.
“Kita masih belum tahu persisnya, bagaimana kronologi kejadian itu. Mungkin, laporannya sudah masuk dibidang terkait. Tetapi, saya masih belum menerima. Kalau masalah ini sudah masuk, kita bisa jadi saksi ahli kalau itu masuk ke ranah hukum,” ujar Husnul.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, saat akan dikonfirmasi belum memberikan keterangan. Termasuk, saat dihubungi via telepon masih belum memberikan keterangan.
Plt Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton, saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi kejadian itu. Hanya saja, pihaknya belum berani untuk melangkah, karena tidak ada laporan resmi yang masuk. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















