Kota Malang
Hadiri Silaturahmi Forum Rektor Indonesia, Wali Kota Malang Minta Lembaga Pendidikan Tinggi Dijauhkan dari Politik Praktis

Memontum Kota Malang – Peran lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi dalam berbagai aspek kehidupan sangat tinggi. Seperti dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, lalu melahirkan generasi masa depan yang kreatif dan inovatif serta calon pemimpin bangsa yang berdaya saing.
Hal itu yang disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji dalam acara silaturahmi Forum Rektor Indonesia (FRI) di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (11/01/2022) malam. Ditambahkannya, Kota Malang memiliki 57 perguruan tinggi dengan ratusan ribu mahasiswa, yang kesemuanya mempunyai dampak negatif dan positif.
Konkritnya, disampaikan pria berkacamata itu, dari kondisi tersebut Kota Malang ekonomi kreatif tumbuh signifikan. Namun, di sisi lain angka pengangguran, menjadi tertinggi menjadi tertinggi di Jawa Timur.
Baca juga
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Pemicunya, para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya hanya bergantung atau berharap belajar menjadi pegawai,” terang Wali Kota Sutiaji.
Lebih jauh dirinya menyampaikan, pola pikir seperti itu, hendaknya dikesampingkan. Karena lulusan perguruan tinggi, sudah dibekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan.
“Dalam hal ini, peran rektor sebagai pucuk pimpinan perguruan tinggi dituntut lebih besar lagi. Sehingga, angka pengangguran tidak terus meningkat,” imbuh Sutiaji.
Orang nomor satu di Pemerintah Pemkot Malang itu juga tidak memungkiri, jika aroma politik sudah merasuki perguruan tinggi. Dirinya berharap, agar lembaga pendidikan tinggi ini tidak berpolitik praktis. Namun, tetap netral dan fokus melahirkan generasi masa depan sesuai harapan bangsa ini.
“Dalam hal ini, lagi-lagi peran seorang rektor sangat menentukan. Jadi, saya minta tolong agar rektor lebih bijak dalam menyikapi kondisi tersebut,” tegas Sutiaji.
Sementara itu, Ketua FRI, Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng mengapresiasi apa yang disampaikan Wali Kota Sutiaji. Menurutnya, jika sebagian besar kepala daerah mempunyai pemikiran atau pola pikir seperti dirinya, maka daerah yang dipimpin akan maju pesat dalam waktu singkat.
Terlepas dari hal tersebut, pria yang juga Rektor Universitas Gajah Mada itu berharap, agar para rektor ke depan bekerja lebih optimal sesuai peran dan tanggung jawabnya. “Kami optimis para rektor nantinya akan terus berkontribusi besar bagi bangsa ini,” jelas Panut.
Dalam gelaran silaturahmi yang dikemas dalam jamuan makan malam dan penuh keakraban ini, dihadiri puluhan rektor seluruh Indonesia. Seperti halnya UIN Mataram, UIN Jakarta, STIE Perbanas, UTI Lampung, UGM dan Unisma. (hms/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















