SEKITAR KITA
Antisipasi Pohon Tumbang, Kepala DLH Kota Malang Sebut Kawasan Klojen Paling Urgen

Memontum Kota Malang – Musim penghujan yang sudah tiba, membuat beberapa kawasan di Kota Malang, rawan terjadi bencana pohon tumbang. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, pun mulai gencarkan untuk melakukan pengecekan pohon yang sekiranya rawan roboh.
Dari sekian aduan dan survei, dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, bahwa Kecamatan Klojen merupakan wilayah yang paling rawan terjadi pohon tumbang. “Sebagai upaya antisipasi pohon tumbang, tim kami sudah setiap hari keliling. Ngepres-ngepres mana yang rawan atau terlihat sudah nampak menjorok ke jalanan,” terang Wahyu, Selasa (02/11/2021).
Baca juga:
- 3.200 Driver Ojol di Kota Malang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkot
- Pemkot Malang Siapkan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun untuk Sekolah Rakyat Permanen
- SRMP 16 Kota Malang Belum Buka Siswa Baru, Fokus Lanjutkan Pembelajaran 92 Siswa
Dirinya mengakui, saat ini intensitas laporan pohon rapuh dari masyarakat Kota Malang, luar biasa. Bahkan sehari, DLH bisa menerima 7 sampai 8 laporan permintaan untuk pemotongan pohon.
“Tapi setelah mendapat aduan, kita tidak asal motong. Kita bersama tim melakukan survei terlebih dahulu, kalau dari hasilnya mengharuskan untuk dipotong barulah kita potong,” terangnya.
Diakui Wahyu, dalam melakukan survei, dirinya bersama tim hanya mengandalkan tenaga ahli dengan kasat mata. Pasalnya, alat pendeteksi kerapuhan dan umur pohon milik DLH sudah tidak bisa difungsikan lagi.
“Pendeteksinya rusak, kita masih nunggu karena harus beli baterai dari luar negeri. Sudah dianggarkan, untuk satu baterai Rp 20 juta, mahal memang, terlebih kalau beli alat baru kira-kira Rp 50 juta. Sebenarnya kalau melalui pengamatan kasat mata akurasinya 80 persen, apakah pohon tersebut harus dipotong atau tidak. Tapi kalau pakai alat ya akurasinya 100 persen,” urainya.
Disamping itu, laporan yang datang, dijelaskan mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) tersebut, asalnya merata dari lima kecamatan di Kota Malang.
“Hampir merata ya datangnya, tapi daerah Kelurahan Buring itu yang paling jarang. Malah kebanyakan warga tengah kota yang laporan,” tambahnya.
Selain itu, berdasarkan pantuan DLH, Kecamatan Klojen menjadi wilayah yang paling berpotensi besar terjadi bencana pohon tumbang. “Klojen itu paling urgent, karena paling banyak pohon yang sudah tua-tua,” tegasnya. (mus/sit)

Kota Malang2 mingguSeragam Gratis Dibagikan Usai SPMB Tuntas, Orang Tua Siswa Diminta Jujur Kemampuan Ekonomi
Kota Malang2 mingguNasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
Kota Malang3 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang4 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Kota Malang1 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang4 mingguDepo Pomindo Pertama di Malang Raya Diresmikan, Warga Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp 2 Ribu
Kota Malang3 mingguJelang Idul Adha, Wali Kota Wahyu Tinjau Lapak Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang
Kota Malang3 mingguP3BM Minta Kejelasan Revitalisasi Pasar Besar Skema KPBU ke DPRD Kota Malang

















