Kota Malang
Sikapi Anak di Bawah 12 Tahun ke Lokasi Wisata, Wali Kota Malang belum beri Solusi

Memontum Kota Malang – Tempat wisata di beberapa daerah sudah mulai dilakukan uji coba pembukaan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun sayangnya, sesuai ketentuan di aplikasi tersebut, anak usia 12 tahun ke bawah tidak boleh memasuki kawasan wisata karena belum menerima vaksin. Berkaitan dengan hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku belum bisa memberi solusi dan saran.
“Untuk sementara ini saya belum bisa beri saran maupun solusi apapun terkait anak di bawah 12 tahun tidak bisa masuk tempat wisata,” ujarnya usai menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi III DPD-RI, Senin (13/09).
Baca Juga:
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan tetap mengikuti aturan dan anjuran dari pusat.
“Kita tetap pakai PeduliLindungi dan syaratnya harus diatas 12 tahun. Tetap itu ditaati sampai pemerintah dan negara benar-benar bisa mengendalikan Covid-19,” tambahnya.
Fenomena virus covid-19 yang terus bermutasi dan menyerang berbagai negara pun menjadi alasan Sutiaji tetap mengikuti regulasi pusat.
“Maka kita tidak boleh serta merta abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Dimana salah satunya adalah anak umur 12 tahun kebawah belum tervaksin harus lebih berhati-hati jika di tempat umum,” jelasnya.
Lanjutnya, berkaitan dengan capaian vaksinasi sendiri, untuk dosis pertama Kota Malang sudah hampir mencapai 100 persen.
“Insyaallah kalau dosis pertama sudah 800 ribu-an. Tapi kita masih sisa ada sekitar 45.000 untuk dosis kedua. Jadi kalau akumulatif dengan dosis kedua tentu belum 100 persen. Karena satu sisi dosis pertama sudah hampir 100 persen, sisi lain dosis kedua masih sekitar 60 persen,” tutur Sutiaji.
Kesadaran warga Kota Malang untuk mengikuti vaksinasi juga cukup tinggi. Sehingga pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang harus menata fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang melayani vaksinasi.
“Jadi fasyankes puskesmas secara reguler hari Senin sampai Jumat dilaksanakan vaksinasi di lokasi masing-masing. Kalau Sabtu dan Minggu ada serbuan vaksin,” imbuhnya.
Meski vaksinasi terus jalan, pemilik kursi N1 itu menekankan untuk tetap menaati prokes terlebih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang miliki aturan kian ketat. “Level berapapun PPKM kita, prokes tetap yang utama,” tegasnya. (mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















