Kota Malang
Kluster Baru Sholat Terawih Masjid Al Waqar Tlogomas, jadi Perhatian Wali Kota Malang dan Forkopimda

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar testing kluster Covid-19 sholat tarawih Masjid Al-Waqar. Sebanyak lebih dari 60 warga Perum Bukit Dan Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru yang teridentifikasi kontak erat dengan pasien Covid-19 menjalani tes swab antigen, Senin (17/05).
“Awalnya kita dapat info tentang adanya kluster sholat tarawih di Masjid Al-Waqar. Lalu saya langsung konfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Pak Camat, dan Bu Lurah. Dan akhirnya semalam saya koordinasi dengan Pak Rw bahwa hari ini dilaksanakan testing. Berdasarkan tracing yang sudah dilakukan sebelumnya,” ungkap Wali Kota Sutiaji.
Baca Juga:
Awalnya hanya sekitar 30 orang kontak erat dengan pasien Covid-19 yang diundang untuk jalani tes swab antigen. Namun semakin siang, makin banyak warga yang berdatangan, hingga mencapai sekitar 60 orang.
“Alhamdulillah, tidak apa-apa, artinya ada kesadaran dari warga sekitar. Mereka merasa kontak dengan pasien dan ini bisa membuat tracing kita semakin kuat, testing juga semakin bagus,” ujarnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini berharap pihaknya mampu menyasar secara preventif. Agar tidak ada penyebaran-penyebaran ke tempat yang lain. Bahkan tak hanya memerintahkan tracing penyebab awal dari mana. Namun juga Sutiaji memberi arahan untuk melaporkan jenis mutasi virus Covid-19 mana yang terdeteksi pada kluster ini.
“Ini kami lakukan penutupan sementara tempat ibadah selama 14 hari, ada sterilisasi. Ya harus dimaklumi dan dipahamkan bagi seluruh masyarakat, kalau tempat ibadah disini ditutup, harapan kami jangan berpindah ke tempat ibadah yang lain. Dikhawatirkan orang-orang ini juga akan bawa virus pada masyarakat yang lain,” tambahnya.
Hingga hari ini sudah ada 21 orang terkonfirmasi positif akibat kluster sholat tarawih Masjid Al-Waqar ini. Dimana 3 diantaranya terdeteksi positif Covid-19 saat melakukan tes swab antigen pagi ini.
“Saya tekankan, jika isolasi mandiri itu cukup mengkhawatirkan. Misal mereka pesan makan menggunakan ojek online, bayar pakai uang, nah uang ini bisa jadi sarana transmisi virus. Maka lebih baik, harus masuk ke Rumah Sakit Lapangan atau Safe House,” tegasnya.
Tak henti-hentinya pemilik kursi N1 itu itu mengingatkan pentingnya taat protokol kesehatan (prokes).
“Kalau mereka taat prokes ketika sholat jamaah, seperti mencuci tangan, pakai masker, sajadah bawa sendiri, setidaknya transmisi virus sudah terhalangi. Walaupun ada jamaah dari luar daerah sini, tapi kalau melakukan prokes, saya kira aman,” tegasnya. (hms/mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















