KREATIF MASYARAKAT
Sesep Do Dolan, Sebuah Bursa dan Pameran Karya Seniman Sepuh Malang

Memontum Kota Malang – Karya Bumi Ngalam (Kabunga) gelar bursa dan pameran hasil buatan seniman sepuh di Malang Town Square (Matos). Bertajuk ‘Sesep Do Dolan’, pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 12 Mei ini diikuti oleh sekitar 20 seniman sepuh.
“Sesep Do Dolan itu mengandung dua arti. Pertama, Sesep itu seniman sepuh, Do Dolan itu podo dolan nang mall. Kedua, Sesep Do Dolan yaitu seniman sepuh podo dodolan,” jelas Ketua Pelaksana, Yuyun Sulastri, Sabtu (08/05).
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
Mayoritas karya yang dipamerkan dalam acara ini adalah dalam bentuk lukisan yang tertuang dalam berbagai media. Mulai dari kanvas, sketsa, lukisan payung, lukisan topeng, dan masih banyak lagi.
“Disini lukisannya sekitar 40 buah dengan beragam harga, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1.25 juta. Selebihnya ini ada wayang, lukis payung, topeng, gambar sketsa wajah, baca tarrot juga ada,” tambahnya.
Dijelaskan wanita yang akrab disapa Yuyun itu, pihaknya menemui banyak tantangan ketika menggelar acara ini. Pasalnya, karena yang berjualan adalah seniman sepuh, fisik mereka tidak kuat jika harus berjualan lama. Sedangkan ketika membuka stand di mall harus dari pagi hingga petang.
“Rata-rata para sepuh ini hanya kuat 3 jam, lalu ambruk, capek. Makanya banyak juga yang hanya menitipkan karyanya disini, karena tidak bisa hadir, kita juga jual secara online. Kalaupun hadir juga tidak bisa sampai full,” cerita Yuyun.
Meski begitu, dikatakan Yuyun, dirinya sangat bersyukur karena pihak Matos benar-benar mendukung acara mereka.
“Ini meja kursi dipinjami dari Matos, sekat-sekat antar kategori karya juga dari mereka. Kita hanya bawa karya yang mau dipamerkan dan karpet,” tuturnya.
Menurut Yuyun antusiasme pengunjung Matos sangat apik terhadap acara ini. Apalagi ketika sudah diatas jam 3 sore, disaat ramai-ramainya pengunjung.
“Makanya kami kepikiran untuk memperpanjang acara. Awalnya sampai tanggal 12, kita pingin saat lebaran juga tetap buka, jadi berakhir tanggal 17 Mei. Diprediksi ketika lebaran, malah banyak orang yang ke mall, kemungkinan karya laku juga tinggi,” bebernya.
Melalui bursa dan pameran ini, Yuyun menjelaskan bahwa mereka ingin mandiri dan memberi ruang untuk menunjukkan bahwa seniman sepuh masih memiliki eksistensi untuk berkarya. Terlebih pihaknya juga akan membagikan sembako pada beberapa seniman sepuh yang ada di Kota Malang.
“Makanya digelarlah Sesep Do Dolan ini, kami tidak ingin berpangku tangan hanya minta sumbangan untuk beli sembako dan disalurkan pada seniman sepuh. Kami coba mandiri, 30 persen dari penjualan akan dibelikan sembako untuk seniman sepuh,” paparnya. (mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















