Kota Malang
Peringati Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah

Memontum Kota Malang – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menggencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) pada awal tahun ajaran baru 2026/2027, atau pertengahan Juli 2026 mendatang. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito.
Pria yang akrab disapa Donny, itu mengatakan bahwa dengan gerakan tersebut bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus memperkuat kedekatan emosional dengan anak. Nantinya, Pemkot Malang akan menerbitkan Surat Edaran (SE) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) yang mengimbau para ayah mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027.
“Nanti, ini akan ada surat dari Sekda Kota Malang. Sehingga, diharapkan para ayah bisa mengantar anaknya pada saat pertama kali masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026/2027. Salah satunya dalam rangka memperingati Harganas 2026,” ujar Donny, Senin (29/06/2026) tadi.
Selain SE, Dinsos-P3AP2KB juga akan menggencarkan sosialisasi melalui media sosial mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. “Mulai Senin ini, kami gencarkan sosialisasi dan promosi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah atau GAMAS dalam rangka peringatan Harganas,” katanya.
Baca juga :
Donny menilai, gerakan tersebut merupakan langkah sederhana yang memiliki makna besar. Sebab, kehadiran ayah tidak hanya dibutuhkan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.
“Harapan kami kepada para ayah, selain bekerja mencari nafkah juga tetap bisa menjadi pendamping di keluarga untuk pengasuhan anak. Salah satunya dengan berkontribusi dalam pendidikan anak, termasuk mengantar anak ke sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN selama ini juga menyoroti tingginya fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia. Meski belum memiliki data khusus di Kota Malang, namun Dinsos-P3AP2KB akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi.
“Kami selalu memberikan sosialisasi. Kebetulan setiap ada acara di dinsos, itu kebanyakan ibu-ibu yang hadir, tetapi dari situ materi sosialisasi yang kami berikan bisa lebih memberikan dampak khususnya kepada para ayah. Kami juga berharap melalui peran Duta Generasi Berencana (GENRE), itu bisa mengampanyekan pentingnya peran ayah dalam keluarga,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang2 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















