Kota Malang

SRMP 16 Kota Malang Belum Buka Siswa Baru, Fokus Lanjutkan Pembelajaran 92 Siswa

Diterbitkan

-

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang akan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 dengan fokus melanjutkan proses pembelajaran bagi 92 siswa yang saat ini telah menyelesaikan tahun pertama pendidikan. Hal itu disampaikan Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti.

Perempuan yang akrab disapa Rida, itu mengatakan bahwa 92 siswa tersebut terdiri dari 41 siswa laki-laki dan 51 siswa perempuan. Mereka akan melanjutkan pendidikan ke kelas 2 SMP. Di tahun ini SRMP 16 Kota Malang belum membuka penerimaan siswa baru.

“Karena kapasitas lokasi yang saat ini digunakan masih belum memungkinkan untuk menambah peserta didik. Kami juga masih menunggu arahan lebih lanjut terkait lokasi Sekolah Rakyat permanen yang memiliki kapasitas gedung sesuai kebutuhan,” jelas Rida, Sabtu (13/06/2026) tadi.

Ditambahkan Rida, selama kurang lebih 11 bulan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, para siswa sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Baik dari sisi akademik maupun karakter. “Alhamdulillah anak-anak sudah terbentuk dan terbiasa dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mereka mulai tumbuh keinginan untuk belajar dan memiliki cita-cita. Tidak hanya berani menyampaikan cita-cita, tetapi juga mulai memahami apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya,” katanya.

Advertisement

Proses tersebut, tambahnya, tidak berlangsung mudah. Pada masa awal, para siswa menghadapi tantangan adaptasi karena harus menyesuaikan diri dengan pola hidup yang lebih teratur dibandingkan saat berada di rumah.

Baca juga :

“Di awal memang ada tantangan terkait adaptasi. Sebelumnya kebiasaan mereka di rumah cenderung lebih bebas, sementara di Sekolah Rakyat semua kegiatan sudah terjadwal,” ujarnya.

Namun, pendampingan intensif dari guru, tenaga kependidikan, wali asuh dan wali asrama membuat para siswa mampu beradaptasi dengan baik. Selain itu, dukungan fasilitas dari Kementerian Sosial juga terus meningkat, termasuk kegiatan rekreasi dan pembelajaran di luar kelas.

“Ada outing dan pembelajaran praktik langsung di lapangan sehingga anak-anak lebih senang belajar. Jadi tidak hanya menerima materi di dalam kelas,” jelasnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyebut bahwa SRMP 16 saat ini masih berstatus sekolah rintisan. Sehingga, belum dapat menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

“Karena kami ini sekolah rintisan, maka belum membuka penerimaan siswa baru. Kecuali nanti sudah ada gedung yang terbangun di Malang Raya,” ucap Donny.

Dirinya berharap, pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Kota Malang secara permanen, agar akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat terus diperluas tanpa mengganggu keberlanjutan pembelajaran yang sudah berjalan. “Harapan kami tahun ini bisa terbangun. Sehingga anak-anak Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati lokasi sementara bisa dipindahkan ke gedung permanen,” imbuh Donny. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas