Kota Malang
Viral Akibat Pengendara Motor Lintasi Trotoar di Jalan Ranugrati, Dishub Kota Malang Siapkan Besi Penghalang

Memontum Kota Malang – Banyaknya pengendara motor yang melewati jalur pedestrian di Jembatan Jalan Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, viral di media sosial. Itu terjadi, karena padatnya kendaraan yang membuat macet jalur utama. Sehingga, pengendara roda dua nekad dengan memilih atau memanfaatkan melewati jalur pedestrian, yang sebenarnya untuk pejalan kaki.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika kondisi itu karena terbatasnya infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Sedangkan kendaraan yang melintas, setiap harinya cukup tinggi dan padat.
“Akibat jalan menyempit saat masuk ke jembatan, sehingga masyarakat mencari enaknya. Mereka (pengendara motor) menggunakan pedestrian yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki, kemudian digunakan untuk kendaraan bermotor,” kata Widjaja, Senin (23/01/2023) tadi.
Baca juga:
- Dishub Kota Malang Siapkan Sistem Monitoring Digital untuk Angkot Pelajar
- Disdikbud Kota Malang Pastikan Bus Sekolah Tetap Beroperasi, Nasib Aset Dikaji
- Pemkot Malang Bidik Kerja Sama Antar Daerah dari Forum APEKSI 2026
- Konsumsi Ubi Jalar Kota Malang Baru 6 Persen, Dispangtan Genjot Diversifikasi Pangan
- Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, BI Malang Optimis Ekonomi Tetap Terjaga
Terkait kondisi itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Seperti, DPUPRPKP dan juga Bappeda, untuk mencari solusi terbaik. Untuk usulan yang akan dilakukan, yakni dengan memberi penghalang di sepanjang kawasan pedestrian tersebut, agar kendaraan roda dua tidak bisa melintas.
“Solusinya, kita akan berkoordinasi dengan dinas yang mempunyai tugas pokok fungsinya. Seperti DPUPRPKP dan selanjutnya kami bawa ke forum lalu lintas. Kita pasang yang namanya besi-besi, supaya mereka tidak memanfaatkan pedestrian untuk kendaraan bermotor. Kita siapkan pedestrian itu, hanya untuk pejalan kaki. Artinya, nanti akan diberi penghalang,” jelasnya.
Terkait dengan koordinasi yang akan dilakukan bersama dengan Bappeda, dirinya mengurai, salah satunya untuk mempercepat pengerjaan jalan tembusan di sekitar kawasan tersebut. Tujuannya, guna untuk mengurai kemacetan yang terjadi.
“Solusi kemacetannya, itu sebenarnya konsep besarnya dengan Bappeda. Sebagaimana, yang sudah direncanakan ada jalan tembusan, sampai dengan Jalan Muharto. Kemudian, di depan Jalan Ranugrati dan Jalan Dirgantara, itu juga sudah ada konsepnya,” imbuh Widjaja. (rsy/gie)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















