KREATIF MASYARAKAT
Isi Waktu Selama Pandemi, Mahasiswa asal Papua Bertransformasi menjadi Petani di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Tetap menjaga produktifitas di masa pandemi. Itulah yang dilakukan Yotam Kobak, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) yang berasal dari Papua, dalam mengisi waktu luang perkuliahan di awal tahun 2021 dengan bertransformasi menjadi petani di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Baca juga:
- 3.200 Driver Ojol di Kota Malang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkot
- Pemkot Malang Siapkan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun untuk Sekolah Rakyat Permanen
- SRMP 16 Kota Malang Belum Buka Siswa Baru, Fokus Lanjutkan Pembelajaran 92 Siswa
- Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR
- Sempat Jual Martabak dan Cuci Mobil, Hilal Akhirnya Temukan Asa Baru di Sekolah Rakyat Kota Malang
Meski bukan berlatar belakang mahasiswa pertanian, namun bertani merupakan pilihan yang pas untuk mengisi waktu luang selama musim pandemi Covid-19. “Saya adalah mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi semester akhir. Belajar bercocok tanam dan memperdalami praktik-praktik pertanian langsung di lapangan selama waktu luang di masa pandemi seperti ini,” ujar Jotam, Kamis (30/09/2021).
Karena banyaknya waktu luang di masa pandemi, dirinya mencoba tetap produktif bidang pertanian. “Saya bukan mahasiswa pertanian. Saya justru di kampus mengambil program studi Ilmu Komunikasi. Tapi, bagi saya program studi bukan lantas membatasi saya untuk tetap produktif di masa pandemi,” ujar Jotam.
Memanfaatkan peluang itu, Jotam langsung melakukan uji coba dalam pertanian yang selama ini diinginkan. “Menjadi petani ini sebetulnya pilihan yang sudah sejak lama saya inginkan. Sekaligus, saya juga ingin belajar banyak soal bercocok tanam. Apalagi Malang kan cocok karena tanahnya sangat subur dan kebetulan ini musim pandemi. Jadi, ya sekedar mengisi waktu luang juga,” katanya kepada Memontum.com.
Dirinya juga menjelaskan, selama mencoba menjadi petani di lima bulan terakhir ini, dirinya sudah mencoba menanam cabai, kacang-kacangan hingga sayuran. Jotam juga menjelaskan, bahwa lahan yang dirinya tanami adalah milik salah satu warga, yang sudah sejak lama dirinya kenal semenjak menjadi mahasiswa baru di Kota Malang.
“Semenjak lima bulan terakhir ini, saya mencoba menjadi petani. Saya sudah menanam cabai, kacang panjang dan sayuran lainnya, walaupun lahan yang saya pakai ini juga milik orang. Kebetulan, beliau sudah saya kenal semenjak menjadi mahasiswa baru di sini. Dan memang, dahulu saya sering sekedar bantu-bantu saja tapi sekarang diberikan kepercayaan untuk menggarap beberapa lahan ini,” ujarnya.
Jotam juga mengajak agar seluruh mahasiswa kaum mileneal , jangan pernah malu untuk menjadi petani. Karena bertani bukan hanya menjadi suatu pekerjaan yang biasa, namun lebih dari itu. Bertani baginya merupakan suatu kebutuhan setiap masing-masing individu di masa yang akan datang
“Ya jangan pernah malu, intinya kita sebagai mahasiswa apalagi kaum milenial yang katanya kreatif ya jelas harus melakukan hal-hal positif seperti ini. Apalagi di tengah pandemi gini kan. Bagi saya memilih menjadi petani bukan lagi pekerjaan yang biasa, justru ini hal yang luar biasa yang pasti dikemudian hari kita semua butuh akan hal ini,” tegasnya. (mg1/mg3/gie)

Kota Malang2 mingguSeragam Gratis Dibagikan Usai SPMB Tuntas, Orang Tua Siswa Diminta Jujur Kemampuan Ekonomi
Kota Malang2 mingguNasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
Kota Malang3 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang4 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Kota Malang1 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang4 mingguDepo Pomindo Pertama di Malang Raya Diresmikan, Warga Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp 2 Ribu
Kota Malang3 mingguJelang Idul Adha, Wali Kota Wahyu Tinjau Lapak Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang
Kota Malang3 mingguP3BM Minta Kejelasan Revitalisasi Pasar Besar Skema KPBU ke DPRD Kota Malang

















