Kota Malang
Mahasiswa UMM Hadirkan Masker Khusus Tuna Rungu

Memontum Kota Malang – Penggunaan masker di setiap aktivitas menjadi sebuah keharusan dalam situasi pendemi seperti saat ini, demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Sayangnya, penggunaan masker ini menyulitkan para disabilitas tuna rungu dalam berkomunikasi. Melihat permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi masker transparan sebagai solusinya.
Baca Juga:
“Ini adalah masker kain tembus pandang ini terdiri dari dua lapis masker. Lapis luar pertama. Nampak seperti masker biasa yang berisikan filter penyaring yang diharuskan untuk diganti tiga hari sekali. Sementara lapis kedua yang berada di dalam merupakan masker transparan. Sehingga orang dapat melihat ekspresi dan gerak bibir dari para tuna rungu dan memudahkan dalam berkomunikasi,” ujar salah satu anggota tim, Habibah Latifus Syaidah, Sabtu (31/07)
Sebagai bahan dasar pengait masker, mereka pun memanfaatkan limbah sedotan. Menurut Habibah, pemilihan bahan dasar berbahan limbah ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastic yang sering ditemui.
“Ini menjadi salah satu upaya kita bersama agar terus menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya.
Habibah bersama tim awalnya membuat model usaha penjualan masker dengan desain yang unik saat mata kuliah kewirausahaan. Keunikan itulah yang menjadi potensi dari model usaha yang mereka bangun hingga akhirnya mendaftarkannya ke Program Kreatifitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K). Bahkan PKM-K yang digarap oleh Habibah dan rekannya ini berhasil lolos pendanaan dari Direkorat Jendral Perguruan Tinggi (DIKTI) pada bulan Mei lalu.
“Saat ini kami tengah proses membuat masker dan akan dipasarkan pekan depan secara online. Harga masker yang dipatok yakni di kisaran Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu, harga tersebut juga sudah termasuk masker tiga filter serta strap masker,” katanya.
Terakhir, mahasiswa kelahiran Kediri tersebut berharap masker transparan ini bisa menjadi opsi untuk membantu komunikasi tuna rungu di tengah pandemi. Dia juga ingin agar usaha ini bisa menjadi peluang bisnis yang baru. “Komunikasi adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Maka dengan adanya inovasi kami ini, smeoga bisa memberikan manfaat luas kepada masyarakat, utamanya mereka para disabilitas tuna rungu,” jelasnya. (mus/ed2)

Kota Malang2 mingguSeragam Gratis Dibagikan Usai SPMB Tuntas, Orang Tua Siswa Diminta Jujur Kemampuan Ekonomi
Kota Malang2 mingguNasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
Kota Malang3 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang4 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Kota Malang1 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang4 mingguDepo Pomindo Pertama di Malang Raya Diresmikan, Warga Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp 2 Ribu
Kota Malang3 mingguJelang Idul Adha, Wali Kota Wahyu Tinjau Lapak Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang
Kota Malang3 mingguP3BM Minta Kejelasan Revitalisasi Pasar Besar Skema KPBU ke DPRD Kota Malang

















