Kota Malang
Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang 2024 Alami Perlambatan, Wali Kota Wahyu Optimis Meningkat di 2025

Memontum Kota Malang – Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang di tahun 2024 mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, di tahun 2024 mencapai 5,41 persen, turun dari 6,07 persen di tahun 2023 lalu.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa tren perlambatan ini sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi. Untuk mengatasi hal tersebut nantinya akan dilakukan evaluasi dan merumuskan kebijakan strategis.
“Memang secara umum dari BPS menyatakan ada sedikit penurunan. Kami akan melihat lagi penurunannya di mana agar bisa lebih menaikan dan mengambil kebijakan lagi,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (04/03/2025) tadi.
Ditambahkannya, bahwa salah satu sektor yang masih menjadi penyokong utama adalah bidang perdagangan. Sehingga, hal itu akan menjadi perhatian utama. Termasuk, optimistis bahwa di tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Kota Malang dapat kembali mengalami peningkatan.
“Nanti kami akan lihat lagi, kami telusuri, untuk dicarikan solusi. Insyaallah kami optimistis 2025 ini pertumbuhan ekonomi naik,” tambah Wali Kota Wahyu.
Baca juga :
Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang tahun 2024 atas dasar harga berlaku mencapai Rp100.116,87 miliar, dengan PDRB per kapita mencapai Rp114,72 juta. Dari sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,63 persen, diikuti oleh sektor jasa lainnya yang tumbuh 8,67 persen, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum dengan pertumbuhan 7,71 persen.
Sebaliknya, beberapa sektor mengalami kontraksi, seperti pertanian, kehutanan dan perikanan (-6,61 persen), pertambangan dan penggalian (-11,05 persen), serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang (-3,15 persen).
“Secara struktur, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor masih mendominasi perekonomian Kota Malang dengan kontribusi 29,22 persen, sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 68,54 persen,” jelas Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin.
Sebagai informasi, secara regional pertumbuhan ekonomi Kota Malang di tahun 2024 di angka 5,41 persen, masih berada di bawah Kota Surabaya (5,76 persen), Kota Madiun (5,73 persen), Sidoarjo (5,54 persen) dan Kota Pasuruan (5,45 persen). (pro/rsy/sit)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















