Kota Malang
Wali Kota Malang Resmikan Kampoeng Quran Wijaya Kusuma

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengkukuhkan Gerakan Membangun (Gerbang) Kampoeng Quran Wijaya Kusuma yang berada di Jalan Kalimasada, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (21/08/2022) tadi. Kampung tersebut, telah memiliki puluhan kelas belajar Al Quran yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
“Maka Al Quran harus totalitas. Kami punya visi satu RW satu hafidz (penghafal Quran, red). Sekarang, Kota Malang sudah ada program hafidz. Dan ini kami dorong terus menerus. Agar, ini bisa membumikan Al Quran pada kehidupan warga Kota Malang,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Baca juga :
- Dishub Kota Malang Siapkan Sistem Monitoring Digital untuk Angkot Pelajar
- Disdikbud Kota Malang Pastikan Bus Sekolah Tetap Beroperasi, Nasib Aset Dikaji
- Pemkot Malang Bidik Kerja Sama Antar Daerah dari Forum APEKSI 2026
- Konsumsi Ubi Jalar Kota Malang Baru 6 Persen, Dispangtan Genjot Diversifikasi Pangan
- Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, BI Malang Optimis Ekonomi Tetap Terjaga
Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan tersebut, karena menurutnya hal itu dapat mendorong Kota Malang menjadi kota yang memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya. “Tentu kami terima kasih dan apresiasi serta akan kami dorong Kampung Quran ini. Tujuannya, agar menjadi kekuatan dan mudah-mudahan Kota Malang menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Tidak hanya itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, pun berharap agar gerakan tersebut dapat menjadi program percontohan untuk memasyarakatkan Al Quran. “Ini akan menjadi salah satu pilot project, agar nanti banyak orang datang belajar ke sini. Niatkan ini untuk memasyarakatkan Al Quran. Kalau di daerah lain, ada Kampung Inggris. Kalau di Kota Malang, ada Kampung Al Quran. Insyaallah, kita saling doakan dan harus kita support selalu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Gerbang Kampoeng Quran Wijaya Kusama, Dr Muhammad Burhan, menjelaskan bahwa setiap masjid di kampung tersebut terdapat Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Bahkan, di rumah-rumah warga juga digunakan sebagai tempat pembelajaran Quran.
“Di sini setiap masjid ada TPQ dan di rumah-rumah ada yang menjadi TPQ dan dipakai taklim. RW kami juga punya pengajian bulanan rutin, bergilir di setiap RT. Telah terbentuk 21 kelas Quran, kalau ditambah dengan TPQ, Pondok Hafidz, kemudian Madrasah Quran maka seluruhnya ada 65 kelas Al Quran,” katanya.
Dirinya berharap, dengan adanya Gerakan Membangun Kampoeng Quran, dapat mendorong warga setempat untuk membaca Al Quran dengan baik dan benar, serta ke depan sebutan kampung ini dapat bertambah menjadi Kampung Hafidz. “Kami siap menjadi model percontohan. Semoga, ini tidak hanya dikenal sebagai Kampoeng Quran tapi juga Kampoeng Hafidz Al Quran. Mudah-mudahan Allah ridho,” imbuhnya. (hms/rsy/sit)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















