Connect with us

Kota Malang

SMP Negeri 5 Malang Gelar UTS Daring

Diterbitkan

||

SMP Negeri 5 Malang Gelar UTS Daring
SMP Negeri 5 Malang.

Memontum Kota Malang – Selama masa pandemi, banyak hal yang dilakukan secara daring. Tidak terkecuali, pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) di SMP Negeri 5 Kota Malang, pun harus dilakukan serupa.

Sebagaimana yang disampaikan Wakil Kepala Kurikulum SMP Negeri 5 Kota Malang, Ida Wahyuni, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9) tadi. Dikatakannya, bahwa pelaksanaan UTS akan berlangsung selama 6 hari, terhitung mulai tanggal 28 September sampai 5 Oktober 2020 mendatang. Ada pun pelajaran yang diuji, ada 11 mata pelajaran.

“Pelaksanaan ujiannya, itu tidak harus sesuai jadwal. Karena, beberapa siswa ada yang tidak memiliki handphone (HP). Kalau pun ada, itu harus bergantian dengan orang tua,” katanya.

Masih menurut Ida, terkait dengan kurikulum yang digunakan saat ini, itu adalah kurikulum yang darurat. Artinya, kurikulum tersebut lebih sederhana dari pada kurikulum pembelajaran secara laerning.

“Pada awal tahun ajaran baru lalu, kita sudah menganalisis materi. Jadi, untuk daring yang diambil sekarang, itu lebih esensial,” lanjutnya.

Disinggung mengenai UTS yang digelar, Ida mengaku, bahwa pelaksanaan itu lebih efektif. Dimana, guru tidak perlu melakukan koreksi. Sebaliknya, nilai ujian akan muncul otomatis. (mg1/sit)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Dua Tim Polinema Lolos KIBM 2020

Diterbitkan

||

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.
Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Memontum Kota Malang – Inovasi Bisnis Teh Kulit Jeruk dan Abang Rahasia membawa dua tim mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang), lolos pada Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Tahun 2020.

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari lima mahasiswa, mereka masing-masing Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Sedangkan tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA dengan lima mahasiswa. Mereka diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

KIBM sendiri, diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini digelar, untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik.

KIBM Tahun 2020, diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

“Tim O’Peel terdiri dari mahasiswa semester tiga yang memulai bisnisnya dari semester dua dan ikut Program Mahasiswa Wirausaha. Tahun ini, mereka lolos di KIBM dan mendapatkan pendanaan KIBM senilai Rp 15 juta,” kata pembimbing Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel), Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Ketua Tim O’Peel, Rizki Bagus Maulana, menjelaskan bahan baku kulit Jeruk O’Peel diperoleh melalui kerjasama dengan pedagang buah di Batu. Kulit Jeruk mengandung flavonoid dan Vitamin C yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh. “Produk O’Peel saat ini telah dipasarkan offline dan online,” ujarnya.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Pembimbing Tim Abang Rahasia, Yusna, SE, M.Si, Ak, CAT menerangkan, bahwa Tim Abang Rahasia ini mempunyai usaha kuliner dengan beberapa menu Korea dengan bahan asli Indonesia. Sebelumnya mereka juga ikut PMW sebelum lolos KIBM.

Ovillia Reta Artadinata menambahkan, Abang Rahasia menyajikan makanan Korea dengan cita rasa rempah khas Indonesia di antaranya Toboki, Raboki, dan Odeng. Produk kuliner ini dipasarkan secara online melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Ketua Entrepreneurship Training Unit (ETU) Polinema, Dr. Dra. Anik Kusmintarti, MM., mengatakan sebelum lolos KIBM, ke dua tim mengikuti seleksi dengan membuat proposal, melengkapi persyaratan administrasi dan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Kedua tim mendapatkan pendanaan dari Pusat Prestasi Nasional dan wajib membuat laporan penggunaan dana dan kemajuan usaha. Jika laporannya bagus, mereka berkesempatan untuk mengikuti KIBM Award,” kata Ketua ETU Polinema. (hms/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Hadirkan Jaksa dan Hakim, 78 Pelanggar Prokes di Jl Simpang Balapan Dapat Sanksi Denda

Diterbitkan

||

Pelanggar Prokes jalani sidang ditempat. (ist)
Pelanggar Prokes jalani sidang ditempat. (ist)

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Satpol PP dan Dishub Kota Malang, melakukan Operasi Gabungan Yustisi di Jl Simpang Balapan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB, berhasil menjaring 78 pelanggar. Yakni pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes), pengendara kendaraan bermotor yang tidak memakai masker.

Operasi Yustisi kali ini menghadirkan jaksa dan hakim yang melakukan sidang di tempat bagi para pelanggar Inpres No 6 Tahun 2020 dan Perda Jatim No 02 Tahun 2020 serta Perwalikota Malang Nomor 30 Tahun 2020 di wilayah Kota Malang.

Setiap masyarakat pengguna kendaraan bermotor yang melintas, dilakukan pengecekan oleh petugas. Bila ketahuan tidak memakai masker, maka langsung wajib mengikuti sidang di tempat dan membayar denda.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundangan Daerah Satpol PP Kota Malang, Natalino Monteiro bahwa Operasi Yustisi ini akan terus dilakukan.

“Kami akan rutin melakukan Operasi Yustisi. Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang didapati tidak memakai masker. Dalam Ops Yustisi ini ada 78 pelanggar yang kami tindak. Mereka ikuti sidang di tempat,” ujar Natalino.

Rata-rata pelanggar dikenakan denda Rp 25 ribu. Dari 78 pelanggar sebanyak 73 pelanggar telah membayar denda sedangkan 5 lainnya meninggalkan KTP. Pelanggar bisa mengambil KTP dan membayar denda di Kejaksaan Negeri Malang.

“Total uang denda yang kami kumpulkan dalam kegiatan operasi yustini ini mencapai sebanyak Rp. 1.825.000,” nya lagi.

Harapannya dengan Operasi Yustisi seperti ini bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya disiplin dalam Prokes terutama dalam memakai masker.

“Sering dijadikan alasan oleh para pelanggar adalah merasa gerah saat memakai masker, sehingga maskernya tidak dipakai dan disimpan di dalam tas atau jok sepeda motor. Namun pastinya dengan tidak memakai masker mereka telah melanggar protokol kesehatan Covid-19. Semoga masyarakat semakin sadar dan disiplin dalam protokol kesehatan,” ujar Natalino. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mengaku dari Petugas BRI, Penipu Gondol Rp 100 Juta Milik Istri Polisi

Diterbitkan

||

Ayu bersama suaminya saat bertemu Memontum.com. (gie)
Ayu bersama suaminya saat bertemu Memontum.com. (gie)

Memontum Kota Malang – Tak pernah dibayangkan oleh Ayu Kartikasari (35) warga Jl Kelor, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kalau bakal kehilangan uang Rp 100 juta miliknya, Minggu (22/11/2020) pukul 14.16 WIB. Padahal uang tersebut baru saja dipinjam dari Bank BRI untuk tambahan membeli rumah.

Hal itu terjadi setelah istri petugas kepolisian Lantas Polsek Kedungkandang ini mendapat telepon dari seorang laki-laki yang mengaku dari petugas BRI. Namun setelah menyebut kode BRI OTP (One Time Password ), Ayu mendapat notifikasi bahwa uang miliknya sudah tertransfer ke rekening orang lain hingga kerugian mencapai Rp 100 juta.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Senin (24/11/2020) pagi.

Menurut keterangan Ayu, bahwa siang itu tiba-tiba mendapat telepon dari orang tidak dikenal mengaku dari petugas BRI. “Pelaku mengaku dari petugas BRI. Si penelepon mengatakan kalau saya mendapat hadiah pulsa Rp 100 ribu,” ujar Ayu.

Selanjutnya pelaku mengatakan kalau Ayu akan mendapat kiriman pulsa Rp 100 ribu sebanyak 5 kali. “Pelaku meminta saya mengecek pulsa yang masuk. Setelah saya cek ternyata memang benar ada pulsa yang masuk Rp 100 ribu. Selanjutnya, pelaku mengatakan kalau saya akan mendapat kode OTP dari Briva BRI,” ujar Ayu.

Ternyata benar, tak lama kemudian Ayu mendapat SMS kode OTP BRI. “Pelaku meminta saya menyebutkan kode OTP tersebut. Saya kemudian menyebutkan kode itu. Namun saat akan menyebutkan kode ke empat, saya sadar kalau kode itu adalah kode rahasia. Saya bilang ke pelaku, kamu nipu saya ya. Palaku sempat berkelit, lalu mematikan teleponya,” ujar Ayu.

Dalam hitungan detik, Ayu mendapat notifikasi dari BRIVA BRI transfer ke rekening lain. “Ada notifikasi transfer ke rekening lain Rp 49 juta, selanjutnya notifikasi kedua transfer Rp 49 juta, ketiga Rp 1,9 juta dan ke empat Rp 1 juta. Saya kemudian ke ATM mengecek saldo, hanya tinggal Rp 6,5 juta. Selanjutnya saya minta blokir ke bank” ujar Ayu.

Ayu tidak habis pikir, bagaimana bisa pelaku mengetahui nama dan nomer teleponnya. “Ini sejak awal pelaku sudah tahu nama saya. Saat telepon pertama kali, pelaku langsung menyebut nama lengkap saya. Jadi disini jelas pelaku mengetahui no telepon dan nama saya. Anehnya lagi, hal ini terjadi setelah saya pinjam uang di bank. Seolah-olah pelaku nya tahu kalau saya punya uang dalam jumlah besar di tabungan,” ujar Ayu.

Kini dia hanya bisa berharap petugas kepolisian mengungkap kasus ini. “Semoga pelakunya berhasil ditangkap. Ini pembelajaran buat saya dan tidak terulang lagi di masyarakat. Saya mohon dengan sangat kepada bapak kepolisian agar pelakunya bisa ditangkap. Semoga kalau ada rejeki, uang saya bisa kembali,” ujar Ayu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK membenarkan adanya laporan itu. “Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Azi saat dihubungi oleh Memontum.com melalui ponselnya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler