Connect with us

Pemerintahan

Bapenda Segera Sesuaikan NJOP PBB Perkotaan

Diterbitkan

||

Kawasan niaga di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Malang. (memo x/hms)
Kawasan niaga di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Malang. (memo x/hms)

Demi Dongkrak PAD Kota Malang

Memontum, Malang – Tak menunggu lama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang langsung merespon cepat arahan Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI, untuk segera melaksanakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi & Bangunan (PBB) Perkotaan.

Khususnya di lokasi tertentu (non pemukiman) seperti kawasan bisnis, industri, niaga, komersial, perdagangan dan perkantoran yang ada di wilayah Kota Malang. Tim khusus dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah melakukan pemetaan potensi dan kajian penyesuaian NJOP perkotaan yang tengah disimulasikan.

“Kami berkoordinasi dengan Bappeda untuk sinergi database secara geospasial dan pemetaan dengan sistem overlay peta block PBB kami terhadap peta RTRW maupun RDTRK pada koridor jalan tertentu yang mengalami perkembangan pesat, terutama untuk kawasan bisnis, perdagangan, jasa dan lainnya,” ungkap Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT.

Sehingga kemudian ditemukan irisan wilayah yangmana barawal dari data berbasis jalan menjadi data yang berbasis fungsi dalam rangka penyesuaian NJOP PBB sebagaimana arahan Tim Korsupgah KPK.

Pemkot Malang terakhir kali melakukan penyesuaian NJOP PBB pada tahun 2016, sehingga sudah saatnya untuk melaksanakan penyesuaikan NJOP PBB sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perda dan Perwali Kota Malang.

Berdasarkan ketentuan pada pasal 6 ayat 1 dan ayat 2 Perda No 11 Tahun 2011 tentang PBB Perkotaan, ditegaskan bahwa ayat (1) Dasar Pengenaan Pajak Bumi & Bangunan Perkotaan adalah NJOP, sedangkan pada ayat (2) ditegaskan bahwa besarnya NJOP sebagaimana ayat (1) ditetapkan setiap 3 (tiga) tahun, kecuali untuk objek pajak tertentu dapat ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan wilayahnya.

Ade membeberkan, dari hasil kajian yang dilakukan dan fakta di lapangan memperkuat sinyal agar penyesuaian NJOP segera dilakukan. Pasalnya, NJOP beberapa kawasan rupanya masih terlalu rendah. Padahal harga riil atau appraisal nya sudah tinggi.

“Sebagai contoh saja, harga tanah atau rumah di ruas Jalan Soekarno Hatta dan kawasan sekitarnya nilainya sudah tinggi alias tidak bisa dibilang murah. Tapi faktanya NJOP kawasan sekitaran masih rendah. Kondisi demikian jelas perlu penyesuaian,” terang Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

“Setelah sinergi dengan para perencana tata ruang kota dari Bappeda, maka kami akan mensimulasikan dalam format-format yang sudah diatur dengan UU, Perda dan Perwali Kota Malang, maka akan kami usulkan SK Kenaikan NJOP tersebut ke Walikota. Tentu saja dengan pertimbangan tanpa menaikkan besaran PBB yang akan ditanggung oleh seluruh masyarakat Kota Malang,” papar pria yang dikenal sebagai tokoh Aremania itu.

Hal ini penting ditekankan, supaya tidak membebani rakyat yang saat ini tengah dalam kondisi prihatin diterpa pandemi covid-19 yang berimbas ke berbagai aspek kehidupan.

“Jadi NJOP tersebut lebih berfungsi sebagai alat pengontrol nilai transaksi-transaksi lahan di Kota Malang dalam rangka standarisasi nilai BPHTB yang dikelola Pemkot Malang dan PPH final yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui KPP serta PNBP bagi penerbitan sertifikat tanah oleh BPN,” beber Sam Ade.

Selain ruas Soekarno-Hatta dan kawasan bisnis, industri, niaga, komersial, perdagangan dan perkantoran di wilayah Kecamatan Lowokwaru, seperti Kelurahan Mojolangu, Tunjungsekar, Tulusrejo, Jatimulyo, Tunggulwulung hingga Tasikmadu, rencana penyesuaian juga menyasar kawasan non pemukiman sejenis di ruas Jalan Mayjend Sungkono dan wilayah sekitarnya, seperti Kelurahan Buring, Bumiayu, Wonokoyo, Tlogowaru dan Arjowinangun.

Usulan SK Penyesuaian NJOP PBB Kota Malang juga sudah disampaikan kepada pihak legislatif. Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika SE menyampaikan bahwa jika memang dirasa perlu dan kaitannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, penyesuaian NJOP PBB layak dilakukan asal tidak memberatkan masyarakat.

“Dampak positifnya ke depan, yakni juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak,” tutur Made. Dukungan juga sempat dilontarkan oleh Ketua Komisi B, Trio Agus Purwono STP.

“Kami sangat mendukung dilakukannya kajian terhadap kenaikan NJOP di 2020. Nantinya agar juga bisa menjadi dasar yang kuat dalam menghitung berapa besaran Pajak Bumi & Bangunan (PBB) yang sesuai untuk Kota Malang,” tukasnya.

“Tapi kami juga minta agar nantinya PBB turut memperhatikan kelas lahannya. Misal untuk lahan pertanian tidak sama dengan lahan di sektor bisnis dan perumahan. Termasuk yang digunakan untuk kegiatan sosial,” lanjut Trio Agus.

Langkah ini diapresiasi positif oleh Walikota Malang, Drs H Sutiaji. Pemilik kursi N1 itu berharap usulan tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

“Dalam rangka peningkatan PAD diperlukan langkah-langkah intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk juga di PBB Perkotaan. Tentu harus dilakukan perhitungan dan kajian secara seksama sehingga dalam implementasi juga ada keselarasan antara upaya peningkatan potensi dengan kondisi sosial yang ada. Untuk itu saya minta Bapenda dapat mengawal ini dengan sebaik-baiknya,” pesan orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu. (*/hms/man)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Cari Data Pengembangan Ideologi SDM

Diterbitkan

||

oleh

CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)
CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)

Kunjungan Staf Ahli Kemenkopolhukam RI ke Korem 083/Bdj

Memontum, Malang – Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi, yang diketuai oleh Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh kunjungi Makorem 083/Bdj, Rabu (12/08/2020).

Saat tiba di Makorem 083/Bdj rombongan Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi disambut Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa beserta para Kasirem 083/Bdj di ruang transit Makorem 083/ Bdj.

Kedatangannya ke Makorem 083/Bdj ini tim dari Kemenkopolhukan RI selain bersilahturahmi dengan anggota Makorem 083/Bdj juga ingin berdiskusi serta mencari tambahan bahan yang lebih komprehensif sebagai bahan pengkayaan materi untuk penyusunan telahaan pengambilan kebijakan pada bidang ideologi dan konstitusi terutama pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya

Disela sela kegiatan kunjungan tersebut Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas sambutan serta masukan masukan yang disampaikan oleh para unsur Stake Holder terkait di Kota Malang.

Dalam giat kunjungan ini Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh Turut didampingi staf TU staf Ahli Kemenkopolhukam RI bapak Muklis Al Huda, S.H., M.H., bapak Hafid Hidayat, Aris Suwarto Waskito.Sebelum melaksanakan kunjungan di Makorem 083/Bdj rombongan dari Kemenkopokhukam RI juga melaksanakan kunjungan di Mapolresta Malang Kota. (fik/man)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota

Diterbitkan

||

oleh

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)
Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)

Kompol Sutiono Telah Memakamkan 208 Pasien Covid-19

Memontum, Kota Malang – Jabatan Kasat Intel Polresta Malang Kota yang sebelumnya dijabat Kompol Setiono SPd kini dijabat oleh Kompol Yudi Ento Handoyo SH. Serah terima jabatan (Sertijab) ini dilaksanakan pada Rabu (12/8/2020) pagi, di Aula Sanatika Satyawada Mapolresta Malang Kota.

Keoordinator tim pemulasaran jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota ini akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdit Binsatpampolsus Ditbinmas Polda Jatim. Sedangkan Kompol Yudi Ento sebelumnya menjabat Kanit V Subdit V Ditintelkam Polda Jatim.

Serah terima jabatan ini langsung dipimpin Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mukyanto Dinoyo.

” Bahwa mutasi jabatan adalah hal biasa dalam instansi Polri. Kepada Pejabat lama kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi selama ini. Kepada pejabat baru kami ucapkan selamat atas jabatan barunya dan segera menyesuaikan dengan situasi di wilayah Kota Malang dalam pandemi Covid – 19. Tetap terjaga kekompakan karena sesuai dengan teori lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan tetapi kalau banyak sangat sulit untuk dipatahkan,” ujar AKBP Totok.

Perlu diketahui bahwa karena kegigihannya dalam pemulsaran jenazah, Kompol Sutiono beserta tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota pernah mendapat penghargaan dari Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si.

Bahkan pernah juga melalui Video Call, langsung mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. Hingga Rabu (12/8/2020), Kompol Sutiono telah memakamkan 208 pasien Covid-19 terdiri dari pemakaman PDP sebanyak 148 dan pasien confirm 60 orang. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Nuansa Merah Putih dari Dekorasi Bunga

Diterbitkan

||

oleh

Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)
Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)

Semarak HUT RI ke-75 di Kota Malang

Memontum, Malang – Bunga berwarna merah dan putih, menghiasi pot-pot bunga di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Kertanegara Kota Malang. Bunga-bunga tersebut disusun rapi di dua Garden Vertikal yang berjumlah 750 pot, oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Rabu (12/8/2020) pagi.

Pesona bunga yang khusus berada di Jalan Kertanegara berjenis Krisan yang berwarna Merah dan Putih. Merah yang melambangkan semangat kami dan putih yang melambangkam ketulusan jiwa dan pengabdian kami.

“Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi UPT Pengelolaan Taman dan Bidang RTH (Ruang Terbuka Hijau),” terang Kabid Pertamanan Disperkim, Ir Kuncahyani saat dikonfirmasi, Memo X.

Selain berada di Jalan kertanegara, dekorasi bunga juga terdapat ditempat lain. Untuk Garden Vertikal berada di Jalan Kawi, didepan Rumah Dinas Wali Kota Malang. Untuk yang berada di depan PLN, basuki rahmat, perempatan kasin dan jalan bandung didekorasi serupa namun menggunakan bunga berjenis Bigu bandung dan Terang bulan putih.

“Sempat kita lakukan recordin, untuk tanaman Vertikal Garden, Bigu bandung dan Terang bulan putih sekitar 4000 bibit dan sudah terpasang semua. Untuk bunga krisan, kita datangakan sekitar 860 pot,” tambah Yani, sapaan akrabnya.

Dekorasi bunga seperti ini dilakukan setiap tahunnya dalam rangka HUT proklamasi kemerdekaan RI. Selain memperingati HUT, dekorasi bunga ini juga untuk mempecantik dan memperindah RTH yang ada di Kota Malang.

“Anggaran ini dari dinas menggunakan APBD dari penyedia, jadi mereka juga yang mencarikan bunganya dimana, kita tinggal menatanya sedemikian rupa,” tutupnya. Seperti tahun tahun sebelumnya, setiap menjelang 17 Agustus, seluruh warga Kota Malang bersolek.

Bedanya tahun ini masih dalam Pandemi Corona. Sehingga masyarakat membatasi diri menghias lingkungannya. Umbul-umbul merah putih terpasang di depan rumah, kantor pemerintah dan swasta.

Bahkan sebagian warga mengecat gapura pintu masuk kawasan perumahannya. “Perayaan 17 Agustus tahun ini memang berbeda dari biasannya. Pemerintah melarang berbagai kegiatan yang mengumpulkan massa. Yang bisa kami lakukan hanya menghias kampung,” ucap Yudi warga Kota Malang. (cw2/man)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler