Connect with us

Pemerintahan

P-APBD Kota Malang Turun Rp 270 Miliar

Diterbitkan

||

Walikota Malang Sutiaji
Walikota Malang Sutiaji

Penetapan Hasil KUPA-PPAS P APBD Tahun Anggaran 2020

Malang, Memontum – Rapat paripurna anggota DPRD Kota Malang bertepatan dengan peringatan HUT ke 33 Arema FC. Suasana dalam ruang sidang utama bernuansa biru. Walikota Malang Sutiaji bersama wakilnya Sofyan Edi Jarwoko, ketua dan anggota DPRD Kota Malang termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memakai atribut Arema FC.

Usai mengikuti acara, Walikota Malang Sutiaji menegaskan bahwa perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 pada intinya adalah penggunaan Silpa yang belum dianggarkan.

“Sebetulnya ya perubahan hari ini hanya apa yang kemarin di perwal direfocusing dan dialokasi. Jadi perubahan yang perlu dipahami yaitu perubahan APBD itu yang paling inti itu adalah Silpa yang kemarin bisa dipakai yang belum dianggarkan,” jelasnya.

Dijelaskan bahwa keadaan pandemi yang dialami saat ini yang menjadi otoritas bagi pihaknya untuk refocusing dan alokasi dana yang saat ini sedang diurus dan dilaksanakan bersama-sama.

“Karena saat ini pandemi refocusing dan alokasi kemarin merupakan otoritas di kami, itu sekarang sedang diurus bersama-sama dan dilaksanakan karena namanya idealismenya kemarin kan mestinya,” tandasnya.

Disisi lain, saat ditemui diacara dan waktu yang sama, Ketua DPRD Kota Malang, I Made mengatakan bahwa perubahan APBD yang semula Rp 2,289 triliun menjadi Rp 2,019 triliun. Hal tersebut dapat dilihat bahwa telah mengalami penurunan anggaran sebesar Rp 270 miliar.

“APBD mengalami perubahan dari Rp 2,289 triliun menjadi Rp 2,019 triliun turunnya Rp 270 miliar berarti selama ini ada refocusing anggaran,” jelasnya. Menurutnya minus yang terjadi saat ini dapat ditutup dengan Silpa kemarin.

Dia mengatakan bahwa walikota sepertinya sudah punya “penerawangan” dengan Silpa kemarin yang tinggi.

“Itulah nilai minus ini ditutup dengan nilai Silpa itu, sehingga saya bilang juga pak wali itu juga punya Trawangan sehingga punya Silva banyak,” jelasnya.

Namun menurutnya kini rata-rata penyerapan APBD di Kota Malang berada di angka 51%. Hal ini berarti Kota Malang berada diposisi penyerapan rata-rata.

“Tapi yang jelas yang kami soroti sebenarnya dari rata-rata serapan baru diangka 51% kami menargetkan
minimal penyerapan diangka 90%,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa penyerapan APBD yang terlalu tinggi hingga mencapai 100% itu juga bukanlah hal yang baik. Dia berharap bahwa penyerapan APBD saat ini sedang diusahakan mencapai angka 95%.

“Kalaupun 100% itu juga tidak bagus kayak kemarin dinas pendidikan itu di angka 98 tertinggi penyerapannya ada efisiensi 3% lainnya diangka 85% sampai 87%. Kami usahakan 95% untuk saat ini untuk di akhir untuk APBD 2020 besok,” tegasnya. (cw1/man)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Prakarsai Donor Plasma Konvalesen, Sutiaji Koordinasi Dengan Tim Peneliti

Diterbitkan

||

Prakarsai Donor Plasma Konvalesen, Sutiaji Koordinasi Dengan Tim Peneliti

Memontum Kota Malang – Sebagai penyintas atau orang yang berhasil sembuh dari Covid-19, Wali Kota Malang, Sutiaji, dikabarkan akan mendonorkan plasma darahnya.

Karena seperti yang diketahui, plasma darah dari penyintas digadang-gadang mampu membantu proses penyembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melalui terapi plasma konvalesen.

Rencana donor plasma konvalesen itu langsung dibenarkan oleh Sutiaji Sabtu (23/1) pagi ini. “Minggu depan saya akan mendeklarasikan. Saya sudah koordinasi dengan dr. Putu dan dr. Kohar tentang ini,” ungkap Sutiaji.

Dirinya akan memprakarsai donor plasma konvalesen dan sudah berkomunikasi dengan dr. Putu Moda Arsana. Seperti diketahui, dr. Putu adalah ketua Tim Peneliti Terapi Plasma Konvalesen.

“Beliau adalah orang Malang yang menginisiasi dan sudah meneliti tentang plasma konvalesen untuk penyembuhan Covid-19. Saat ini beliau di Jakarta, karena memang menjadi ketua Tim Peneliti Terapi Plasma Konvalesen,” tambahnya.

Lanjut Sutiaji, mestinya donor plasma dilakukan minggu ini. Namun sayang, dikarenakan jadwal Sutiaji dan dr. Putu yang masih cukup padat, rencana akan dilaksanakan dalam pekan depan.

Baca Juga: Wali Kota Malang Siap Donor Plasma Konvalesen

“Kemarin saya waktunya belum sempat, tapi dokter sempat. Saya longgar, namun dokter tidak, masih belum ketemu jadwal yang sama-sama kosong. Tapi Insyaallah dalam bulan ini akan kami deklarasikan dan saya akan prakarsai untuk donor plasma,” tandasnya.

Sutiaji pun berharap dirinya bisa berdonor. “Saya saat terpapar Covid-19 itu bergejala, semoga bisa, karena katanya penyintas tanpa gejala yang tidak bisa. Selain itu usia juga mudah-mudahan masih bolehlah,” tutupnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wali Kota Malang Siap Donor Plasma Konvalesen

Diterbitkan

||

Sebagai orang yang berhasil sembuh dari covid-19, Sutiaji mengaku siap kalau diminta donor plasma konvalesen.

Memontum Kota Malang – Terapi plasma konvalesen menjadi salah satu upaya penyembuhan pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Seorang penyintas covid-19 yang memenuhi syarat bisa mendonorkan plasma darahnya, bahkan tidak perlu melakukan swab mandiri. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, saat berkunjung di Kota Malang.

“Penyintas tinggal datang ke Satgas covid-19 di masing-masing Kabupaten atau Kota. Tidak usah khawatir karena tidak ada biaya swab dan sebagainya. Nanti semua sudah diatur, termasuk screeningnya,” ungkap Emil.

Oleh karena itu, orang nomor dua di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu mendorong para penyintas untuk berdonor.

“Kita sangat mendorong karena butuh banyak golongan darah, juga dengan rhesus bervariasi. Fungsinya untuk menemukan kecocokan dengan plasma darah,” paparnya.

Berkaitan dengan donor plasma konvalesen, Emil langsung menyasar Wali Kota Malang, Sutiaji, yang saat itu tengah mendampinginya.

“Pak Wali ini salah satu penyintas covid-19. Siap ya kalau diminta donor plasma konvalesen?,” tanyanya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Sutiaji langsung menjawab dengan lantang pertanyaan Wagub yang diajukan kepadanya itu.

“Sebagai orang yang berhasil sembuh dari virus covid-19, saya pasti siap berdonor,” seru Sutiaji.

Baca Juga: Permintaan Donor Plasma Tinggi, PMI Malang Kesulitan Cari Pendonor

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Malang itu mengatakan akan menggelar gerakan sosialisasi donor plasma kedepannya.

“Insyaallah saya mungkin akan buat gerakan. Kita sudah sepakati, mungkin minggu depan,” tambahnya.

Ketika ditanya berkaitan dengan efektivitas terapi plasma konvalesen, Sutiaji menegaskan bahwa itu bukan domainnya memberikan statmen. Namun dirinya membagikan cerita ketika mendapat donor plasma konvalesen bersama sang istri saat berjuang melawan covid-19.

“Saat menerima terapi plasma konvalesen kemarin, lebih efektif untuk istri, sedangkan di saya kurang. Bisa jadi plasma darah yang diterima istri saya sudah mengenali virus yang menempel, sehingga antibodinya naik dan cepet sehat,” tandasnya.

Seperti diketahui, Sutiaji terkonfirmasi positif covid-19 pada 30 November 2020 lalu, dan berhasil sembuh setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 2 minggu. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kota Malang Raih 2 Penghargaan Ajang Top Digital Awards 2020

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menerima penghargaan. Kali ini, pemberian penghargaan didapat melalui ajang bergengsi Top Digital Awards 2020 yang dihelat oleh majalah IT Works.

Tidak tanggung-tanggung, dua reward berhasil diraih sekaligus dalam ajang penghargaan bidang Teknologi Informasi (TI) atau Solusi Digital bergengsi tingkat nasional itu.

“Alhamdulillah, Kota Malang mendapatkan penghargaan Top Digital Implementation on City Government #level stars 4. Selain itu juga, Top leader on Digital Implementation 2020,” ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (22/1) tadi.

Penghargaan Top Digital Implementation on City Government #level stars 4, diberikan untuk implementasi Kota Malang.

Sedangkan Top leader on Digital Implementation 2020, diberikan kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, atas komitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik di era digital.

Bukan tanpa sebab, Kota Malang mendapat 2 penghargaan sekaligus ini. “Pemkot terus meningkatkan terwujudnya Malang sebagai ‘Smart City’ dalam upaya transformasi digital melalui pembangunan aplikasi dan peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tidak terkecuali, di saat pandemi Covid-19 dan era new normal, di mana digitalisasi kian menjadi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aktivitasnya,” ujar Sutiaji.

Selain itu, tambahnya, upaya Kota Malang memacu kinerja dan beradaptasi dengan era kenormalan baru antara lain dengan Penyediaan 551 titik wifi gratis di ruang publik hingga balai RW.

Pengembangan antrian online di seluruh puskesmas, layanan perijinan online, aplikasi sibansos, serta pengembangan berbagai sistem informasi manajemen pemerintahan dan pelayanan publik. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler