Connect with us

Hukum & Kriminal

Sidang Pemalsuan Keterangan Surat Tanah, Kedua Terdakwa Dituntut 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Diterbitkan

||

Terdakwa Nafian dan Sunarko. (dokumen/gie)
Terdakwa Nafian dan Sunarko. (dokumen/gie)

Memontum, Kota Malang – Terdakwa Nafian (49) PNS, warga Jl Wukir, Gang V, RT 03/RW 02, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Sunarko (48) warga Dusun Santrean, RT 03/RW 03, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin (10/8/2020) siang, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Kali ini mereka terlihat cukup pasrah, saat mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yakni dituntut masing-masing selama 1 tahun 2 bulan penjara. ” Keduanya kami tuntut dengan hukuman 1 tahun 2 bulan,” ujar JPU Maharani Indriningtyas SH. Sidang selanjutnya agenda pembelaan terdakwa.

MS Alhaidary SH MH kuasa hukum Liem Linawati, pihak korban, tidak banyak berkomentar terkait tuntutan kedua terdakwa. “Soal tuntutan itu kewenangan penuntut umum yang disusun berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan,” ujar MS Alhaidary saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Terdakwa Nafian (49) warga Jl Wukir, Gang V, RT 03/RW 02, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Sunarko (48) warga Dusun Santrean, RT 03/RW 03, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu , Kota Batu, didakwa Pasal 263 Ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP dan atau Pasal 406 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebab selain melakukan pemalsuan surat untuk menguasai tanah milik Liem Linawati, warga Perum Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kota Batu, mereka juga terlibat dalam pembongkaran tembok pembatas Perum New Dewi Sartika dengan lebar 350 cm, tinggi 210 cm, ketebalan 60 cm dengan jumlah volume 4,41 meter kubik milik Liem Linawati.
JPU Maharani menjelaska surat yang diduga palsu buatan oknum.

“Terbit surat seperti yang diinginkan Nafian. Yakni setelah Sunarko meminta tolong anggota polisi. Kemudian dibikinlah surat-surat tentang sporadik. Dalam surat itu dijelaskan bahwa tanah itu sejak Tahun 2000 dikuasai oleh Nafian. Kenyataanya tidak pernah menguasai. Memang ada tanda tangan Lurah Temas. Saat itu Pak Lurah percaya pada oknum stafnya hingga menandatangani surat tersebut. Surat itu kemudian digunakan untuk membuat SPPT PBB. Jadi tanah itu ada 2 SPPT PBB atas nama bu Liem dan satunya atas nama Darip. Sehingga terjadilah pembongkaran tembok tersebut pada 15 Juli 2019,” ujar Maharani.

Diketahui pada warkah tercatat secara jelas bahwa pada Tahun 1983 , tanah dijual oleh pemiliknya, Darip P. Sunarsih kepada Marlikah. Selanjutnya oleh Bu Marlikah dijual kepada BUN (Bank Umum Nasional).

” Saat tanah dijual ke Marlikah suratnya sudah menjadi SHM. Karena dibeli oleh PT BUN, SHM dijadikan SHGB. Kemudian pada Tahun 1993 tanah tersebut oleh PT BUN dijual ke Bu Liem,” ujar Maharani. Perlu diketahui bahwa kasus ini juga menyeret Heri Susiyo, staf PNS Kelurahan Temas Kota Batu, menjadi tersangka. (gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Pengemudi Bentor Tewas Mendadak, Diduga Serangan Jantung

Diterbitkan

||

Jenazah korban saat akan dievakuasi. (Ist)

Memontum Kota Malang – Samin (61) pengendara Bentor (Becak motor), warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/5/2021) pukul 04.15, ditemukan tewas di depan pagar Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jenazahnya pertama kami ditemukan oleh petugas kebersihan bernama M Yusuf (40) yang saat itu sedang menyapu jalan. Saat itu Bentor dalam kondisi roboh. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa bentornya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Klojen hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu, saat Yusuf sedang menyapu jalan di sekitar lokasi, melihat bentor korban dalam kondisi roboh. Semula dia mengira bahwa korban sedang memperbaiki bentornya. Namun tak lama kemudian muncul dua warga yang hendak Salat Subuh di Masjid Agung Jami’.

Kedua warga tersebut melihat hal itu hingga mencoba memberikan pertolongan mengangkat Bentor korban. Begitu juga dengan Yusuf, dia ikut membantu mengangkat Bentor. Saat itulah diketahui kalau koeban berada di bawah bentornya. Saat dicek kondisinya, korban dalam kondisi meninggal. Dugaan sementara karena serangan jantung.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari pemeriksaan yang dilakukan di TKP, tidak ditemukan tanda luka bekas kekerasan atau penganiayaan pada jenazah korban. Setelah itu, jenazah korban kami bawa menuju ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar ,” ujar Kompol Nadzir. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pamit Bekerja Mencari Nafkah, Seorang Tukang Becak Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Diterbitkan

||

jenazah Suroso saat dievakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Suroso (58) tukang becak, warga Jl Jalsa Agung Suprapto, Gang I, RT 01/RW 02, Kelurahqn Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (14/5/2021) pukul 16.00, ditemukan tewas di pinggir Jl Basuki Rahmad, RT 07/RS 05, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau tepatnua depan Toko Harmonis.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi kejadian. Jenazahnya sendiri kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Suroso bekerja sebagai tukang becak. Sebelum kejadian, Suroso berpamitan kepada anak perempuannya untuk bekerja mengayuh becak sekitar pukul 08.00. Sekitar pukul 15.45, Suroso membeli satu pak minuman suplemen bentuk sachet di toko tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun sekitar pukul 16.00, Suroso sudah ditemukan tewas di pinggir jalan. Saat itu posisinya terlentang. Disampingnya ditemuka satu botol air mineral yang sudah dicampur miniman suplemen yang baru saja dibelinya tersebut. Diduga Suroso meninggal akibat serangan jantung.

Tim medis dan petugas Polsekta Klojen tiba di lokasi kejadian. Saat itu Suroao audah dipastikan dalam kondisi meninggal dunia. ” Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meminggal diduga karena sakit. Terkait sakit apa, nantinya meninggi keterangan dari dokter,” ujar Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri . (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jengkel Karena Tidak Dipinjami Uang Rp 1 Juta, Nekat Curi 5 Ponsel, Uang dan Mobil Milik Kakak Kandung

Diterbitkan

||

Tersangka Amir saat dirikis di Polresta Malang Kota. (gie)

Memontum Kota Malang – Jengekl karena tidak dipinjami uang sebesar Rp 1 juta, Amr alias Amir (51) guide, warga Jl Tukab Banyusari, Kota Denpasar, Bali, Minggu (9/5/2021) sore, berhasil ditangkap di sebuah Villa Arjuno, Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota karena telah mencuri mobil Toyota Avanza, HP Redmi 9, HP Luminox, HP LG G6, HP LG, HP Asus dan uang tunai Rp 2 juta. Barang-barang tersebut milik Ast (53) warga Jl IR H Juanda , Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa Amir menginap di rumah Ast, kakak kandungnya, sejak 24 April 2021. Beberapa hari kemudian, Amir mengutarakan niatnya untuk meminjam uang Rp 1 juta kepada kakaknya. ” Saya berniat pinjam uang Rp 1 juta. Rencananya akan saya kirimkan ke istri dan anak di Bali,” ujar Amir saat dirilis pada Selasa (11/5/2021) pukul 12..00.

Karena saat itu Amor tidak dipinjami karena kakaknya sedang tidak ada uang. ” Saya jengkel karena tidak dipinjami uang. Saya sakit hati karena tidak dipinjami. Padahal uang itu untuk saya kirim ke istri dan anak,” ujar Amir.

Karena jengkel pada Minggu (9/5/2021) pukul 05.00, saat kakaknya dan seisi rumah sedang tidur, Amir melakukan aksi pencuriannya. Dia mencuri mobil, 5 ponsel dan uang Rp 2 juta. Usai melakukan aksi itu, Amir langsung kabur ke Villa Arjuno Batu.

Sementara itu korban pun melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui keberadaan Amir. Saat ditangkap, Amir tidak bisa mengelak karena kedapatan barang-barang hasil curiannya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos Sik MH melalui Wakasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono SIK mengatatakan bahwa tersangka Amr ditangkap sebelum sempat menjual barang-barang hasil curiannya.” Tersangka kami kenakan Pasal 362 KUHP. Dia kami tangkap karena mencuri 5 ponsel, mobil dan uang milik kakaknya,” ujar AKP Hendro. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler