Connect with us

Hukum & Kriminal

Belanja Kosmetik Persiapan Lamaran, Tas Calon Pengantin Digondol Maling

Diterbitkan

||

Memontum, Kota Malang – Penjahat jalanan terus beraksi mengincar sasaran. Mereka akan melakukan aksinya saat mendapati barang berharga dalam kondisi tak terjaga. Kali ini pelaku berhasil mencuri tas rangsel milik calon Pasutri di sebuah toko kosmetik Jl Muharto, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (4/8/2020) pukul 21.07.

Dalam aksi itu pelaku berhasil mencuri tas berisi uang Rp 1 juta dan baju-baju persiapan lamaran. Padahal rencananya lamarannya bakal berlangsung pada tanggal 7 Agustus 2020. Aksi pencurian ini terlihat jelas di kamera CCTV toko. Tampak seorang pelaku memakai baju denim mencuri tas tersebut yang berada di atas motor Honda Scoopy milik korban.

Menurut keterangan Eni Azizah (54) pemilik toko mengatakan bahwa malam itu datang calon pasutri berbelanja di tokonya. ” Saya tidak tahu nama korban. Namun asalny dari Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Mereka membeli kosmetik untuk persiapan lamaran,” ujar Eni, Kamis (6/8/2020) siang.

Namun saat calon Pasutri ini hendak pulang, mereka mendapati tas rangsel miliknya yang berada di atas motor Scoopy telah hilang. Ternyata korban saat datang membawa tas rangsel. Namun karena berat, tas tersebut ditaruh di dek motor.

” Mereka membawa dua tas. Satu ditaruh di motor dan satunya berupa tas cangklong dibawa masuk ke toko,” ujar Eni.

Setelah mengetahui tas miliknya hilang, korban segera kembali ke toko untuk melakukan pengecekan kamera CCTV yang terpasang di depan toko. Dalam rekaman CCTV tersebut tampak pelaku berbaju denim kendarai motor. Pelaku kemudian berhenti di samping tempat parkir motor korban.

Pelaku tampak menoleh kanan kiri, memastikan kondisi aman. Setelah kondisi aman, pelaku dengan cepat mengambil tas tersebut. Selanjutnya pelaku tampak kabur ke arah barat. Meskipun wajah pelaku tertutup masker, namun Nopol motornya masih terlihat meskipun sedikit samar.

” Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsekta Kedungkandang,” ujar Eni. (gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Rayakan Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Berbagi Sembako

Diterbitkan

||

oleh

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto secara simbolis menyerahkan bantuan sembako dalam.memperingati Hari Santri Nasional. (Ist)

Memontum Kota Malang – Memperingati Hari Santri Nasional 2021 yang masih dalam masa pandemi Covid-19, Polresta Malang Kota memilih untuk berbagi Sembako, Jumat (22/10/2021). Mengusung tema peringatan hari santri Nasional 2021 yakni Santri Siaga Jiwa dan Raga, di harapkan para santri dapat terus memberikan kontribusi positif di setiap kegiatan terutama dalam masa pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia. 

Sebanyak 2 Ton 750 kg beras dan 275 paket Sembako dari J99 Foundation di sebar ke 10 Ponpes yang berada di Wilayah Kota Malang. “Ponpes sangat berperan aktif dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan percepatan pelaksanaan Vaksinasi Nasional, diharapkan dapat mempercepat penanganan Covid 19,” ujar Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto SIK MSi.

Perjuangan para santri dalam turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, cukup besar. Ponpes-ponpes di Kota Malang, sejak awal sudah menerapkan protokol kesehatan. Bahkan Ponpes Tangguh juga bermunculan untuk ikut bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga:

AKBP Budi Hermanto bersama Wakapolresta dan PJU Polresta Malang Kota melepas keberangkatan kendaraan Bhabinkamtibmas Polresta Malang Kota yang di gunakan untuk mendistribusikan bantuan Sembako di wilayah Kota Malang. 

“Kami berpesan agar para santri dapat menjadi role mode dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan berperan aktif dalam percepatan vaksinasi Nasional. Tetap disiplin dalam protokol kesehatan  terutama dalam mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Selalu terapkan pola hidup sehat,” ujar AKBP Budi.

Sebelumnya, saat apel memperingati Hari Santri Nasional, AKBP Budi menyampaikan bahwa setiap tanggal 22 Oktober 2021 di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional. “Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kontribusi,upaya dan kerja keras para santri sudah cukup panjang perjalananya bahkan sebelum era kemerdekaan 1945 turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,” ujar AKBP Budi Hermanto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Lupa Matikan Kompor, Rumah Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (Ist)

Memontum Kota Malang –  Rumah milik Agus Purnomo (42), di Jl Kemantren Gang 1 RT 08 RW 03, Gang Imam Bonjol, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (21/10/2021), terbakar. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran ini, rumah beserta seluruh barang yang ada di dalamnya hangus. 

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00. Tiba-tiba rumah terbakar hingga Agus dan keluarganya berhamburan keluar rumah. Dia meminta tolong kepada para tetangganya hingga sempat dilakukan pemadaman dengan air seadanya.

Namun api semakin membesar membakar seluruh bangunan rumah. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang. Sebanyak 5 mobil pemadam dengan 20 personil segera tiba di lokasi. Petugas PMK bergerak cepat melakukan pemadaman ke titik-titik kobaran api. 

Baca juga:

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40. “Meskipun demikian, kami masih tetap melakukan pendinginan memastikan api benar-benar padam,” ujar Teguh.

Untuk luas area yang terbakar, sekitar 4×5 meter persegi. Teguh mengatakan bahwa dugaan kebakaran itu terjadi karena kelalaian dari pemilik rumah. Dimana pemilik rumah lupa mematikan kompor setelah selesai memasak. “Menurut penuturan pemilik rumah, kebakaran itu dipicu oleh kelalaiannya. Karena lupa mematikan kompor saat selesai memasak, selanjutnya api tak terkendali dan merembet ke bahan mudah terbakar yang ada di sekitar kompor,” ujarnya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Warga Mergosono Kota Malang Ditemukan Tewas Mengenaskan

Diterbitkan

||

oleh

Petugas saat mendatangi lokasi kejadian. (ist)

Memontum Kota Malang – Seorang laki-laki bsrinisial Jnd.(26) waega Jl Kolonel Sugiono Gang III B, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 12.30, ditemukan tewas gantung diri. Dia ditemukan mengantung di depan kamar mandi rumahnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas segera tiba di lokasi. 

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Jnd bekerja srabutan.Pada Kamis siang, Hadi (46) warga sekitar melintas di depan rumah korban. Saat itu dia melihat bahwa anak korban yang masih berusia tiga tahun menqngis di teras rumah.

Baca juga:

Saat itu Hadi menanyakan kepada anak tersebut, kenapa menanhis di depan rumah. Saat itulah si kecil menunjuk ke dalam rumahnya. Hadi sempat memanggil-manggil nama korban namun tidak ada jawaban. 

Karena tidak ada jawaban, Hadi pun mencoba masuk ke dalam rumah. Saat itulah akhirnya di ketahui kalau korban sudah dalam kondisi mengantung di area dapur depan kamar mandi. Terang saja hal itu membuat Hadi merqsa panik hingga meminta tolong warga sekitar. 

Petugas Polsek Kedungkandang yang mendapat laporan segera melakukan penyelidikan..termasuk mendatangkan tim identifikasi Polresta Malang Kota. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena hunuh diri.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan bahwa dugaan  tewasnya korban murni bunuh diri. “Tidak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara yang melatar belakangi karena faktor ekonomi. Keluarga korban telah menerima dengan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Ketua RT dan Ketua RW untuk tidak dilakukan otopsi terhadap Korban,” ujar Kompol Yusuf. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler