Connect with us

Hukum & Kriminal

Housekeeping Hotel Curi HP Tamu

Diterbitkan

||

Tersangka Septian Dwi Cahyono dirilis di Polresta Malang Kota . (gie)
Tersangka Septian Dwi Cahyono dirilis di Polresta Malang Kota . (gie)

Memontum, Kota Malang – Septian Dwi Cahyono (20) houskeeping salah satu hotel di kawasan Jl Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota. Warga Dusun Bunut, Kelurahan Tunjungtirto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ditangkap karena telah mencuri HP Samsung S10+ milik Aniek Amurwani (38) Jl Anggrek Raya, Kota Kediri.

Saat dirilis di Polresta Malang Kota pada Rabu (5/8/2020) siang, Septian mengaku mencuri karena butuh uang. Bahkan Ponsel tersebut telah dijual seharga Rp 800 ribu. Kini HP tersebut sudah berhasil diamankan petugas sebagai Barang Bukti (BB).

Informasi Memontum.com bahwa Septian sudah setahun ini bekerja sebagai Houskeeping di salah satu hotel di kawasan Tlogomas. Pada 10 Juli 2020 pukul 08.00, Aniek Check Out dari kamar 222 hotel. Saat sedang membersihkan kamar 222 tersebut, ternyata Septian menemukan Ponsel HP Samsung S10+ milik Aniek yang tertinggal.

Karena ingin memiliki HP tersebut, Septian kemudian sembunyikannya di kolong tempat tidur. Sekitar pukul 18.30, dia kembali lagi ke dalam kamar 222 dan mengambil HP tersebut untuk dibawa pulang.

Sim Card dilepas dan ponsel itu dijual seharga Rp 800 ribu ke temannya. Sementara itu Aniek yang kehilangan ponselnya melapor ke Polresta Malang Kota. Atas penyelidikan petugas, mendapat informasi keberadaan ponsel tersebut di kawasan Tunjingtirto, Singosari.

Ponsel tersebut ditemukan hingga akhirnya diketahui bahwa pencurinya adalah Septian yang tak lain adalah karyawan hotel. Dari sinilah Septian kemudian dibekuk petugas Polresta Malang Kota pada akhir Juli 2020.

” Uang hasil penjualan ponsel saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saya baru sekali ini mencuri,” ujar Septian saat dirilis.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK menyebut bahwa tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP.

” Ponsel tersebut dicuri tersangka saat tertinggal di kamar. Ponsel tersebut sempat dijual oleh tersangka. Dia kami kenakan Pasal 362 KUHP,” ujar AKP Azi. (gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Pelaku Curanmor Kembali Obok-Obok Kota Malang

Diterbitkan

||

oleh

Memontum, Kota Malang – Pelaku Curanmor terus beraksi mencari sasaran di Kota Malang. Pada Jumat  (17/9),  pelaku beraksi di depan warung Soto Cak Son Jl  L.A Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan pada Sabtu (18/9), beraksi di depan rumah makan Hungry Kitten Express, Ruko Wow Jl Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Informasi Memontum.com bahwa  Wahyu Hendrita (25) warga Jl Bandulan Gang I, Kecamatan Sukun, Kota Malang kehilangan motor Honda Beat Nopol  N 4012 BAW miliknya saat di parkir di depan Hungry Kitten  Expres, pada Sabtu (18/9) malam.

Semula dia memarkir motornya di depan ruko dan ditinggal bekerja. Saat itu motornya sudah dalam kondisi terkunci stang stir. ” Saat hendak pulang kerja,  sekitar pukul 21.00, saya mendapati motor telah hilang,” ujar Wahyu.

Terang saja Wahyi langsung panik dan mencoba menanyakannya kepada teman -temannya. Saat itulah dilakukan pengecekan CCTV.  ” Dalam rekaman CCTV, pelaku beraksi sekitar pukul 20.14. Dua orang pria berboncengan sepeda motor. Salah satu pelaku yang mengenakan jaket abu-abu strip lengan putih, berhelm hitam, dan bercelana jeans mendekati motor saya. Memakai kunci khusus, pelaku membobol kunci stang dengan cepat dan langsung membawa kabur motor saya.  Kejadian ini sudah saya laporkan ke Polsek Kedungkandang,” ujar Wahyu.

Sebelumnya, pada Jumat (17/9) malam, pelaku berhasil mencuri motor di depan Warung Soto Cak Son. Pelaku berhasil mencuri Honda Vario Nopol N 6097 BAN milik karyawan warung soto. Aksi pelaku juga berhasil dengan mudah tanpa meninggalkan saksi mata. Kekadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Blimbing. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang Karena Kalah Judi Online, Curi Uang Rp 498 Juta Di Mesin ATM

Diterbitkan

||

oleh

Memontum, Kota Malang – Dua tersangka pencurian uang di mesin ATM,  berinisia AF  alias Ian  alias Toyib (33),  warga kawasan Pagak, Kabupaten Malang dan AP (29) warga Wagir, Kabupaten Malang, Jumat (17/9), dirilis du Polresta Malang Kota.

Sebelumnya, keduanya ditangkap petugas Reskrim Polresta Malang Kota karena telah membobol sebuah mesin ATM secara bertahap yang salah satunya  di Jl S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang sebesar Rp 498 juta. 

Informasi  Memontum.com bahwa tersangka AF merupakan karyawan vendor  yang bergerak di bidang pengisian dan dan maintrnance mesin ATM. AF sendiri menjabat sebagai monitoring mesin ATM.

Namun srjak Februari 2021, AF terlilit hutang akibat angsuran finance, pinjaman online dan kalah judi online. Karena terlilit hutang tersebut, AF pun berniat untuk melakukan pencurian di mesin ATM yang harusnya dia jaga keamanannya.

AF kemudian mengajak AP, temannya untuk melakukan pencurian uang yang berada di mesin ATM. Karena bekerja di perusahaan pengisian dan maintenance ATM, tersangka AF dengan mudah mengambil kunci mesin ATM di ruang monitoring.

Pada tanggal 26 Agustus 2021 pukul 18. 47, mereka berdua melakukan aksinya. AF bertugas sebagai eksekutor, sedangkan AP mrlakukan pengawasan memastikan kondisi aman. Mereka berdua pun beraksi di  salah satu ATM di Jl S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kedua tersangka saat dirilis di Polresta Malang Kota. (ist)

Karena memiliki kunci, AF pun berhasil melakukan aksinya dengan mudah. Tak lama kemudian pihak perusahaan mendapat laporan bahwa di ATM tersebut tidak keluar uang. Setelah dicek, ternyata uang dalam brankas ATM telah hilang senilai Rp 498  juta.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota hingga petugas segera melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan ini, petugas berhasil menangkap AP dikawasan Wagir, Kabupaten Malang.  Saat itu petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Rp 34 juta hasil hasil kejahatannya.

Sedangkan AF ditangkap di kawasan Jetis, Mojokerto. Saat itu, AF sedang bersembunyi di rumah saudaranya. Namun saat ditangkap, AF mencoba kabur hingga kedua kakinya tetpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Sedangkan  uang hasil kejahatannya hanya tersisa Rp 2,6 juta karena habis untuk bayar hutang dan foya-foya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo  m.engatakan bahwa ternyata kedua tersangka sudah beberapa kali melakukan aksi serupa. Uang yang diambil bertahap hingga kerugian total Rp 498. 400.000. 

“Keduanya ini beraksi total di 15 ATM yang tersebar di Malang Raya. Tersangka memanfaatkan momen setelah pengisian dengan menukar isi kaset yang sudah dicuri dengan yang baru. Cara mengambilnya hanya sekitar 20-30 juta rupiah per kaset. Dalam satu kaset bisa diisi dengan 2.500 lembar uang dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu,” ujar Kompol Tinton.

Agar aksinya lancar mereka mengaburkan jejak setelah membuka segel kaset. Bahkan mereka bisa membuat seoalah-olah segel kaset tidak terbuka. Aksi ini baru diketahui setelah pihak bank melakukan audit dan diketahui banyak uang yang sering hilang. ” Kami melakukan pemyelid8kan termasuk memeriksa CCTV hingga tersangka berhasil ditangkap,” ujar Kompol Tinton.

Kapolresta Malang Kota AKBP Bambang Hermanto SIK MSi mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 363 Jo 65 KUHP. “Kami masih terus melakukan pengembangan. Kami kenakan Pasal 363 Jo 65 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) dan dilakukan secara berulang kali,” ujar AKBP Budi Hermanto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Belum Kantongi IMB, Sebuah Bangunan di Jl Simpang Borobudur Kota Malang Terancam Dibongkar

Diterbitkan

||

oleh

Satpol PP Kota Malang saat melakukan penyegelan. (ist)

Memontum Kota Malang – Proyek renovasi sebuah bangunan yang rencananya akan digunakan sebagai usaha penjualan ponsel di Jl Simpang Borobudur, Kota Malang, Rabu (15/9), disegel Satpol PP Kota Malang. Hal itu dikarenakan proyek pembanginan itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pengerjaan proyek terpaksa dihentikan sampai pemiliknya bisa meninjukan IMB nya. “Ini adalah tindakan tegas agar pemiliknya segera menunjukan IMB nya,” ujar penyidik Satpol PP Kota Malang, Murni Setyowati.

Baca juga:

Dijelaskan pula oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat bahwa penindakan ini berkat adanya aduan masyarakat serta pantauan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang.

“Ddari aduan itu, tim kami langsung bergerak ke lokasi. Ternyata memang benar pemiliknya tidak bisa menunjukan IMB, sebagai bukti sudah diizinkan untuk membangun. Terpaksa kami lakukan penyegelan sampai pemiliknya bisa memproses surat IMB nya. Sesuai Pasal 19 ayat (1) dan (2) Perda Nomer 1 Tahun 2012. Pemiliknya dalam waktu dekat harus bisa memproses IMB nya. Jika nantinya peringatan ketiga dan mereka belum mengurus IMB nya maka akan dilakukan eksekusi pembongkaran,” Rahmat.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khusunya para pemilik usaha yang mendirikan bangunan supaya mengurus IMB terlebih dahulu sebagai syarat wajib. “Pengurusan IMB tidak sulit. Supaya mengurus IMB tetlebih dahulu sebelum mendirikan bangunan,” ujar Rahmat. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler