Connect with us

Hukum & Kriminal

Maling Bermobil Curi Dua Sepeda

Diterbitkan

||

Memontum, Kota Malang – Para pelaku pencurian nampaknya kini beralih mengincar sepeda pancal. Bahkan dalam melakukan aksinya, pelaku bermodalkan mobil jenis APV. Seperti halnya aksi pencurian di kawasan Perum Pondok Alam Sigura-gura, RT 2/RW 08, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dalam rekaman CCTV, terlihat 3 pelaku turun dari mobil APV warna putih mencuri sepeda pancal merk Thrill dan Wim Cycle milik Bambang (42) warga sekitar. Kejadian ini terjadi pada Jumat (31/7/2020) pukul 19.45.

Diceritakan oleh Bambang, bahwa saat kejadian dirinya sedang tidak ada di rumah.

” Di rumah ada mertua saya, anak kedua dan anak bungsu. Saat saya pulang pukul 21.30, pagar terbuka dan dua sepeda saya telah hilang. Kalau dilihat rekaman CCTV, kejadian terjadi pukul 19.45,” ujar Bambang, Senin (3/8/2020) siang.

Karena sepeda pancalnya tidak ada, Bambang sempat menanyakannya kepada keluarganya yang berada di rumah. Namun tak satupun yang mengetahui keberadaan sepeda tersebut.

” Dua sepeda itu total harganya Rp.9 juta. Padahal juga sudah saya rantai besi, namun pelaku masih bisa mencurinya,” ujar Bambang.

Sadar dirinya menjadi korban pencurian, Bambang kemudian melakukan pengecekan CCTV yang berada di rumah tetangganya.

” Kalau dari CCTV, pelakunya ada tiga orang. Tampak mereka seperti mengawasi depan rumah saya. Kemungkinan setelah merasa aman, pelaku kemudian masuk ke halaman rumah saya. Setelah itu pelaku mencuri sepeda tersebut dan memasukannya ke dalam mobil,” ujar Bambang.

Pagar sendiri dalam kondisi tidak tergembok hingga pelaku dengan mudah masuk ke halaman rumah.

” Anak pertama saya sempat pulang mengantar adiknya kemudian keluar lagi tanpa mengembok pintu pagar. Gemboknya hanyandi slotkan di grendel pagar.. Dalam aksinya pelaku tidak menimbilkan suara berisik dikarenakan anggota keluarga saya yang berada di ruang tengah menonton TV, sama sekali tidak mendengar suara gaduh,” ujar Bambang.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Bambang hanya bisa berharap petugas kepolisian berhasil menangkap pelakunya dan sepeda pancal miliknya bisa kembali. ” Semoga pelaku nya bisa tertangkap,” ujar Bambang. (gie)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Maling Bermobil Curi Dua Sepeda - Memontum Kota Malang - Memontum - Situs Kabupaten Malang

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Nabrak Pohon, Ibu 4 Anak Tewas

Diterbitkan

||

Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)
Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Dwi Hariani (39) warga Jl Mayjend Sungkono Gang VI, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (4/12/2020) pukul 12.45 WIB, tewas seketika setelah motor Yamaha Jupiter Nopol N 5668 BX yang dikendarainya menabrak pohon di Jl Citra Garden City didepan perumahan CGC Kota Malang.

Ibu 4 anak ini tewas seketika dengan luka parah pada bagian kepala. Semula belum diketahui identitasnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polreata Malang Kota hingga jenazah Dwi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kecelakaan Dwi mengendarai motornya melaju dari arah timur ke barat. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Namun sesampainya di lokasi, kondisi jalanan menurun.

Dia kaget karena di depannya melaju pesepeda pancal searah di depannya. Dwi pun mencoba menghindari pesepeda angin tersebut. Namun malah kehilangan kendali hingga haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan.

Benturan keras pun terjadi hingga banyak warga yang berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun saat itu kondisi Dwi sudah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota.

Saat petugas datang, kondisi Dwi masih berstatus Mrs X dikarenakan tidak ada identitas yang melekat. Setelah petugas Laka melakukan penelusuran akhirnya diketahui identitas korban. Sementara suami korban Anang (40) saat ditemui wartawan di kamar jenasah mengatakan kalau istrinya berangkat ke rumah saudaranya di Tlogosari Kecamatan Tlogowaru

“Tadi rencanaya mau Tlogosari. Saya kaget tiba -tiba saja dapat kabar dari kepolisian kalau istri saya mengalami kecelakaan. Saya tidak menyangka, istri saya meninggalkan 4 anak yang masih kecil kecil,” ujar Anang.

Kasubnit 1 Unit Laka Lantas Ipda Deddy Cattur mengatakan bahwa korban kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun.

“Di depannya ada sepeda angin hingga korban lehilangan kendali haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon di pinggir jalan,” ujar Ipda Deddy. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Posting Pembegalan yang Dialami Ayahnya, Malah Jadi Korban Penipuan

Diterbitkan

||

TKP pembegalan yang berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Masih ingat dengan kasus pembegalan yang dialami oleh seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (24/11/2020) pukul 04.00 WIB, di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ternyata Christofer Hurek Making (32), anak CHM, juga telah menjadi korban penipuan. Hal itu terjadi saat usai Christofer memposting kejadian yang dialami oleh ayahnya tersebut ke media sosial. Bukannya menemukan motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik ayahnya yang hilang, Christofer malah tertipu Rp 800 ribu.

Informasi Memontum.com. bahwa usai memposting peristiwa yang dialami ayahnya di media sosial Facebook, Christofer dihubungi oleh seseorang yang mengaku mengetahui motor tersebut.

“Saya posting kejadian pembegalan yang dialami ayah saya di media sosial. Siapa tahu ada yang mengetahui keberadaan motor milik ayah saya. Dalam postingan itu saya mencantumkan nomer telp,” ujar Christofer.

Tak lama setelah itu Christofer ditelepon oleh seseorang yang memberitahukan bahwa motor Honda Beat tersebut berada di rumahnya.

“Orang yang telepon mengatakan kalau saya tidak boleh ramai-ramai kalau motor ayah saya berada di rumahnya. Selanjutnya si penipu mengaku kalau motor tersebut digadaikan kepadanya sebesar Rp 1,7 juta. Selanjutnya pelaku meminta kami datang ke Indomaret Bululawang dengan alasan untuk bertemu,” ujar Christofer, Rabu (3/12/2020) siang.

Christofer awalnya percaya hingga datang ke Indomaret Bululawang bersama ayah dan adiknya. “Pelaku menelepon menggunakan WhatsApp dan memakai foto profil seorang wanita. Bicaranya meyakinkan hingga kami merasa percaya dan datang ke Indomaret Bululawang. Bahwa pelaku yang mengaku menerima gadai meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Christofer.

Namun ternyata si pelaku tidak datang hingga Christofer menghubunginya. Diluar dugaan pelaku tidak mau bertemu sebelum Christofer menebus motor tersebut sebesar Rp 1,7 juta.

“Saat hendak kami tranfer, pelaku mengaku tidak memiliki rekening. Awalnya minta diganti pulsa hingga kami belikan Rp 100 ribu. Selanjutnya berdalih nilai gadai motor cukup besar yakni Rp. 1,7 juta, pelaku meminta supaya kembali dikirim pulsa Rp 700 ribu. Namun setelah kami kirim pulsa, nomer ponsel pelaku tidak bisa lagi dihubungi,” ujar Christofer.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memposting di media sosial. Jangan sampai peristiwa yang dialaminya ini terjadi kepada orang lain. “Ini menjadi pelajaran supaya selalu berhati-hati saat posting di medsos,” ujar Christofer.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 04.00, menjadi korban begal saat berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pelaku berjumlah dua orang melakukan aksinya dengan memukul kepala korban dengan kayu balok. Pelaku juga membawa kabur motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik korban. Hingga Rabu (25/11/2020) siang, kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Motor CBR 250 RR Milik Warga Bandungrejosari Raib Digondol Maling

Diterbitkan

||

Korban menunjukkan lokasi parkir motornya yang hilang. (ist)
Korban menunjukkan lokasi parkir motornya yang hilang. (ist)

Memontum Kota Malang – Komplotan pelaku Curanmor terus saja beraksi di Kota Malang. Kali ini pelaku berhasil mencuri motor Honda CBR 250 RR Nopol N 5774 X milik Deki Prasetyo Nugroho (27) warga Jl Kemantren Gang I, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (1/12/2020) dini hari.

Imformasi Memontum.com bahwa sebelum hilang, motor tersebut di parkir garasi rumah sejak Senin (30/11) malam. Saat itu motor CBR tersebut diparkir tidak dalam kondisi terkunci stang.

“Di dalam garasi itu ada tiga motor, CBR, Honda Beat dan Honda Supra Fit,” ujar Deki.

Pelaku diperkirakan melakukan aksinya pada Selasa sekitar pukul 03.00 WIB, saat semua penghuni rumah sedang istirahat tidur. Rumah korban sendiri tidak ada pagar, langsung tertutup garasi. Pelaku kemudian membuka slot pintu garasi hingga berhasil masuk.

Tampaknya pelaku sangat berhati-hati saat melakukan aksinya. Mereka sama sekali tidak menimbulkan suara gaduh. Dari ketiga motor itu, pelaku memilih CBR 250 RR yang tidak terkunci stang.

“Ibu saya saat menyapu garasi sekitar pukul 05.00 WIB, melihat motor saya sudah tidak ada, pintu garasi juga terbuka. Semula ibu mengira motor tersebut saya pakai hingga tidak curiga kalau telah dicuri maling,” ujar Deki.

Sekitar pukul 10.00 WIB, baru diketahui kalau motor tersebut telah hilang. “Ibu memberitahu kakak saya kalau motor CBR tidak ada di garasi. Kakak saya langsung bingung karena saya masih tidur dan anggota keluarga yang lain juga tidak ada yang keluar memakai motor tersebut. Saat itulah kami tersadar kalau motor itu telah dicuri maling,” ujar Deki.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun. Deki berharap motor miliknya bisa ditemukan. “Semoga pelakunya segera berhasil ditangkap dan motor saya bisa ditemukan. Saya juga sudah posting di media sosial, jika ada yang menemukannya bisa memberitahi kami atau segera melapor ke polisi. Kami sangat berharap motor bisa ditemukan,” ujar Deki. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler