Connect with us

Hukum & Kriminal

Sejoli Kompak Jadi Curanmor, Curi Motor di Parkiran Masjid Manarul Huda

Diterbitkan

||

Aksi Curanmor Sejoli terekam CCTV. (repro)
Aksi Curanmor Sejoli terekam CCTV. (repro)

Memontum Kota Malang – Aksi pencurian motor Honda CB 150 Nopol S 5532 BH di parkiran Masjid Manarul Huda, Jl Raya Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (30/7/2020) pukul 04.38, terekam CCTV.

Pelakunya adalah sejoli, si perempuan bertugas mengawasi dan si laki-laki bertugas sebagai eksekutor. Jika dilihat dari aksinya, pelaku cukup profesional dikarenakan melakukan aksinya dengan santai dan cepat hanya hitungan detik.

Informasi Memontum.com bahwa pada Kamis Shubuh, Abdul Rohman memarkir motor Honda CB 150 miliknya di halaman depan masjid. Saat itu motor diparkir dalam konfisi terkunci stang stir hingga Rohman merasa aman.

Rohman selanjutnya Salat Subuh hingga motor dalam kondisi tak terjaga.

” Kejadian aksi pencurian motor itu saat korban sedang Salat Subuh. Motornya di parkiran halaman masjid. Saat itu ada tiga motor salah satunya milik korban,” ujar Marbot Masjid Manarul Huda, Syamsu.

Kejadian itu diketahui setelah Rohman usai Salat Subuh. Saat di cek di CCTV masjid, diketahui bahwa pelakunya adalah laki-laki dan perempuan. Dari rekaman CCTV, pelaku berboncengan mengendarai motor Honda Beat masuk ke dalam area halaman depan masjid.

Pelaku perempuan sempat terlihat berjalan melihat kondisi sekitar sedangkan pelaku laki-laki dengan santainya mendekati motor korban. Setelah merasa aman, pelaku perempuan menaiki motor Honda Beat nya keluar pintu pagar.

Sedangkan si pelaku laki-laki merusak rumah kontak. Dengan cepat motor tersebut dikuasai. Agar tidak menimbulkan suara gaduh, pelaku mendorong motor hingga keluar pintu gerbang. Setelah itu baru menyalakannya dan kabur. Aksi itu dari mulai masuk halaman masjid hingga keluar membawa motor curian tidak sampai 2 menit.

” Informasinya sudah dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Kedepannya kami akan memperketat lagi termasuk menutup pintu pagar saat sedang Salat Subuh. Kami berharap tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” ujar Samsu.

Perlu diketahui bahwa beberapa bulan lalu, sejoli Curanmor juga beraksi di Masjid Al Islah Jl Vinolia, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Belum diketahui pasti apakah pelakunya sama atau tidak namun pastinya saat itu pelakunya juga laki-laki dan perempuan. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Tersambar Petir, Rumah Kontrakan Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)
Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)

Memontum Kota Malang – Rumah kontrakan di Jl. Peltu Sujono Gang Dahlia No. 12A RT 10 /RW 05 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (29/11/2020) pukul 15.00, mendadak terbakar.

Rumah yang ditempati oleh Rekah (29) sopir Grab, asal Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini mendadak terbakar saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya.

Informasi Memontum.com bahwa Rekah baru sebulan ini mengontrak rumah di lokasi kejadian. Sekitar pukul 14.00, Rumah dalam kondisi sepi karena Rekah dan keluarganya sedang keluar rumah.

Hujan lebat melanda Kota Malang dan sekitarnya. Sekitar pukul 15.00, terdengar suara petir mengelegar dan diduga menyambar rumah kontrakan tersebut hingga mengakibatkan korsleting listrik. Sebab setelah suara petir tersebut rumah Rekah terbakar.

Lokasi Kejadian.

Lokasi Kejadian.

Kejadian itu membuat kaget warga sekitar hingga mendatangi lokasi kejadian melakukan pemadaman dengan air seadanya. Karena api terus berkobar, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun dan PMK Kota Malang.

Sebanyak 3 mobil Damkar dengan 15 personil datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan setelah 20 menit dilakukan pemadaman dengan menghabiskan 8000 liter air. Kerugian sendiri diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Kapolsek Sukun Kompol Suyoto SH MH, saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kebakaran tersebut.

“Sampai dengan api berhasil dipadamkan korban Rekah belum bisa dihubungi karena sedang bepergian. Kebakaran yang terjadi dimungkinkan karena musibah tersambar petir dan korsleting arus listrik,” ujar Kompol Suyoto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mobil BMW Terbakar di Jl Bendungan Bening

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kita Malang saat memadamkan mobil BMW yang terbakar. (ist)
Petugas PMK Kita Malang saat memadamkan mobil BMW yang terbakar. (ist)

Memontum Kota Malang – Mobil BMW X5 Nopol B 1288 WLR milik Yogiswara Tantalana Prajinapsi (28) warga Jl Bendungan Bening, RtT03/RW 07, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (29/11/2020) pukul 09.20, terbakar.

Mobil teraebut mendadak terbakar saat hendak digunakan keluar rumah. Saat Yogi sedang memanaskan mesin, langsung saja mobilnya terbakar.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian Yogi berniat keluar rumah dengan menggunakan mobilnya. Dia kemudian memanaskan mesin namun tiba-tiba muncul api membakar dashboard mobilnya.

Karena api semakin membesar, kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke petugas PMK Kota Malang. Tak berselang lama petugas Damkar Kota Malang tiba di lokasi. Sebanyak dua mobil Damkar dengan 12 personel datang ke lokasi.

“Jarak tempuh kita 5 km hingga cepat mendatangi lokasi. Kondisi yang terbakar di area dashboard mobil. Dugaan awal, kabel AC mobil korsleting listrik. Karena mayoritas material dashboard terbuat dari plastik, api langsung cepat membesar. Proses pemadaman membutuhkan waktu 15 menit,” ujar Teguh Budi Wibowo, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada salah satu warga yakni Khoirun (25), alami luka robek pada bagian jari tangan terkena pecahan kaca mobil. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Beraksi di Jl Bukit Dieng, Jambret Incar Ibu-ibu

Diterbitkan

||

Foto diduga pelaku jambret yang diposting di media sosial oleh Dany, adik korban. (repro)
Foto diduga pelaku jambret yang diposting di media sosial oleh Dany, adik korban. (repro)

Memontum Kota Malang – Pelaku jambret kembali beraksi di Kota Malang. Seperti biasanya mereka mengincar ibu-ibu sebagai sasarannya.

Kali ini, korbannya adalah Suwanti (52) warga asal Jl Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang sehari-harinya bekerja di kawasan Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Suwanti menjadi korban jambret saat berjalan kaki di Jl Bukit Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Kamis (26/11/2020) pukul 06.27 WIB. Akibat dari kejadian itu, dia kehilangan dompet miliknya yang berisikan uang Rp 2,4 juta.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, Suwanti berjalan kaki berencana belanja sayur di warung dekat tempat kerjanya. Karena tidak ada pikiran buruk, Suwanti berjalan kaki sambil membawa dompet di tangan.

Diduga saat itu sudah ada pelaku yang mencari sasaran di sekitar TKP. Setelah melihat Suwanti berjalan kaki sambil membawa dompet, pelaku kemudian membuntutinya dari arah belakang.

Saat kondisi sepi, pelaku mulai memepetkan motornya. Dengan cepat, pelaku menarik paksa dompet yang saat itu berada di tangan kanan Suwanti.

Karena kejadiannya cukup cepat, Suwanti pun menjadi kaget hingga dompet berisi uang Rp 2,4 juta itu terlepas dari tangannya.

“Kakak saya kena jambret setelah berjalan sekitar 10 meteran. Setelah melakukan penjambretan dan berhasil menguasai dompet itu, pelaku langsung tancap gas kabur ke arah pintu keluar perumahan. Kakak saya sudah berteriak meminta tolong, namun saat itu lokasi dalam kondisi sepi hingga pelakunya berhasil kabur,” ujar Dany Munif, adik Suwanti.

Kejadian itu cukup membuat Suwanti merasa syok. Kejadian itu pun diceritakan ke pihak keluarga dan warga sekitar. Saat dilakukan pengecekan CCTV, aksi pelakunya sempat terekam kamera.

“Ciri-cirinya mengendarai motor honda Beat. Jaket abu-abu dan bermasker. Perawakannya sedang tidak kurus dan tidak pula gemuk. Kejadian ini oleh kakak saya sudah dilaporkan ke Polsek Sukun,” ujar Dany.

Kini Suwanti hanya bisa berharap petugas kepolisian berhasil menangkap pelakunya dan uang miliknya bisa kembali. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler