Connect with us

Berita

Pasca PSBL, Mergosono Kembali Beraktifitas Normal

Diterbitkan

||

Wilayah Mergosono sudah kembali normal pasca PSBL
Wilayah Mergosono sudah kembali normal pasca PSBL

Memontum Kota Malang – Sempat beberapa waktu lalu kawasan Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Ini merupakan serangkaian langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19. Beberapa warga sekitar yang positif Covid 19 membuat warga resah dan menyebabkan diberlakukan PSBL untuk memutus rantai penyebarannya.

Mulai hari Kamis (23/7/2020) PSBL di area Mergosono sudah selesai. Karena pembatasan tersebut telah berjalan efektif selama 14 hari. Ini membuat masyarakat merasa lega karena pembatasan lokal sudah dihentikan.

Warga setempat merasa lega karena PSBL telah berakhir

Warga setempat merasa lega karena PSBL telah berakhir

Lurah Mergosono saat ditemui pada hari Jum’at (24/7/2020) menyatakan bahwa PSBL di area tersebut sudah berakhir. Tidak adanya penambahan kasus yang terkonfirmasi lagi membuat masyarakat menjadi tidak perlu khawatir.

Namun ada beberapa hal yang harus tetap dipatuhi. Terutama protokol kesehatan yang pastinya untuk menjaga lingkungan tetap aman dan bersih dari Covid 19. Beberapa kegiatan yang masih dilarang, juga pasti ada keterkaitan untuk tetap menjaga lingkungan. Ini karena pandemi Covid 19 yang belum berakhir.

“Warga sekitar sekarang sudah bisa beraktifitas dengan normal. Tapi tetap menjaga kebersihan dan protokol kesehatannya. Sama juga untuk beberapa kegiatan itu masih tidak diperbolehkan ya seperti mengadakan acara besar seperti pernikahan itu masih tidak boleh,” terang Lurah Mergosono Karliono.

Masyarakat sekarang sudah diperbolehkan keluar dan masuk wilayah Mergosono. Ini juga untuk warga luar yang memasuki wilayah Mergosono pun sudah diperbolehkan, tidak ada lagi jam khusus. Pihak Kelurahan Mergosono, akan tetap melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat. Ini bekerjasama dengan puskesmas setempat untuk memberikan informasi dan pentingnya menjaga protokol kesehatan tetap berjalan.

Karena kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan itu salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Warga setempat saat ditemui merasa lebih nyaman sekarang. Karena pembatasan tersebut telah berakhir, mereka juga bisa melakukan aktifitas secara normal.

“Saya lega sekali karena bisa melakukan aktifitas biasa secara normal. Kemarin-kemarin kan, saya takut. Kalau ada pekerjaan di luar, juga kadang sampai malem. Saya juga bingung untuk keluar masuknya karena akses jalan yang terbatas. Sekarang bisa normal kembali jadi yaa enak gitu tanpa beban. Wilayah pun sekarang juga lebih aman,” ungkap Hilmi salah satu warga Mergosono.

Lurah Mergosono juga akan terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan. Ini demi kepentingan semua masyarakat yang berada di wilayah Mergosono.

“Yang terpenting warga tetap disiplin. Semua warga sehat, aman dan bisa menjalani aktifitas normal. Pastinya kita tidak akan mengulangi hal serupa kalau bisa kita stop penyebaran Covid. Agar bisa segera berakhir juga pandemi ini,” tutup Lurah Mergosono Karliono. (mg1/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bersama DMl, Pemuda Difabel Usaha Laundry Sepatu dan Tas

Diterbitkan

||

Fuad saat ditemui  memontum di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.
Fuad saat ditemui memontum.com di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.

Memontum Kota Malang – Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti menjadi penghalang untuk tidak berkreasi. Lebih-lebih, menggantungkan hidup kepada orang lain. Motivasi itulah, yang ingin ditunjukkan Fuad, pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12. Melalui usaha yang diberinya nama ‘U&Me Shoes Care’, remaja ini mampu berusaha dan berkembangan dengan membuka usaha laundry sepatu, tas dan helm.

Kepada wartawan Memontum.com, Fuad bercerita, kalau awal mula idenya muncul saat melihat banyak dari mahasiswa dan pelajar, yang enggan mengurus sendiri perlengkapan sekolah atau pendidikan, seperti sepatu. Akibatnya, sepatu atau tas yang seharusnya terlihat bagus atau tahan lama, menjadi cepat rusak atau lusuh. “Dari situlah, kemudian terpikir untuk membuka usaha ini,” katanya pada Rabu (30/9).

Fuad yang saat ditemui juga mengisi stan dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) di Taman Krida Budaya Jawa Timur, mengatakan bahwa ia tidak sendirian dalam mewujudkan usahanya. Dirinya, dibantu oleh komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kota Malang. “Laundry ini berada naungan DMI Kota Malang. Khusus di Kota Malang, anggotanya ada tiga orang,” ujarnya saat menjaga stand bersama Mukrim.

Ditambahkan, bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk laundry, disupplay dari Surabaya. Usaha laundry milik Fuad sendiri, memiliki tarif relatif murah. Untuk laundry sepatu, dikenakan tarif sekitar Rp 35 ribu, untuk tas Rp 20 ribu. Kesemuanya, tergantung dari jenis sepatu dan bahannya.

Disela pembicaraan, Fuad pun berharap, kalau usahanya dapat berkembang lebih luas. Sehingga, mampu menginspirasi bagi anak-anak penyandang difabel lainnya untuk tetap semangat menjalani hidup dan berkarya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Berita

BPJS Beri Potongan Iuran Hingga 99 Persen

Diterbitkan

||

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.
Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.

Memontum Kota Malang – Pemerintah kembali memberikan keringanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam membayar iuran. Iuran yang diberikan, yakni khusus untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020.

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso mengatakan, bahwa kebijakan keringanan itu mulai berlaku sejak Agustus 2020 sampai Januari 2021. Selama periode itu, perusahaan atau peserta Penerima Upah (PU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), mendapatkan potongan iuran sebesar 99 persen atau peserta hanya membayar 1 persen dari iuran sebenarnya.

“Kebijakan ini diberikan atas dasar ingin membantu perusahaan yang merasa kesulitan keuangan. Apalagi, di tengah pandemi seperti ini. Jadi, kami mengusulkan ke pemerintah untuk membantu berupa relaksasi iuran,” kata Imam, di ruangan kerjanya di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang.

Ditambahkan, melihat perkembangan pandemi Covid 19, ada kemungkinan program ini akan diperpanjang. Hanya saja, tinggal melihat kepastiannya atau pengumuman resminya dari pemerintah.

Selain keringanan iuran JKM dan JKK, Imam juga mengatakan, adanya penundaan pembayaran bagi peserta program Jaminan Pensiun (JP). Yakni, peserta hanya perlu membayarkan 1 persen iuran. Sedangkan sisanya, atau 99 persen dibayarkan pada pembayaran tahun depan.

“Ini sifatnya tunda. Jadi, peserta tetap harus membayar yang nilainya 1 persen. Untuk ssisanya, dibayar akhir periode secara bertahap,” tambahnya. (mg1/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Damri Tawarkan Harga ‘Murah’ Pengunjung Bromo

Diterbitkan

||

Armada Bus Damri.
Armada Bus Damri.

Memontum Kota Malang – Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu.

Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya destinasi Gunung Bromo, mulai berjalan sejak 1 Maret 2020.

Informasi itu, disampaikan General Manager Damri Kota Malang, Zuryani, saat diwawancarai awak media di Terminal Madyopuro, menjelang akhir pekan kemarin (23/9). Dirinya menjelaskan, bahwa berdasarkan data survey, jumlah pengunjung destinasi wisata Indonesia, tiap bulan mencapai 1600 orang. Karena alasan itu, pemerintah mendorong untuk mewujudkan keinginan masyarakat, yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo, dengan mudah dan biaya terjangkau.

“Seperti yang kita tahu, Bromo merupakan salah satu tujuan objek wisata di Indonesia dan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi dari 10 destinasi Indonesia yang terpilih untuk dilayani angkutan KSPN atau Kawasan Strategis Pusat atau Nasional,” kata wanita kelahiran Kota Mataram itu.

Ditambahkan, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan jumlah pengunjung dibatasi, maka membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dari data sementara, berada di kisaran 100 sampai 150 pengunjung. “Kita tetap optimis untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjut Zuryani.

Disinggung mengenai jalur penjemputan, dirinya mengurai, saat ini ada beberapa titik penjemputan. Diantaranya, Kota Malang, Abdur Rahman Saleh, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Juanda dan perbatasan Probolinggo.

“Kedepan, kita juga akan buka penjemputan dari Batu. Khusus yang Batu, tinggal menunggu waktu. Karena, alasan titik penjemputan di sana dibuat, untuk melayani permintaan dari masyarakat di sana (Batu),” tuturnya.

Masih menurut Zuryani, untuk biaya penjemputan, seperti dari Juanda-Surabaya, dikenakan biaya Rp 46 ribu. Sedangkan dari Pasar Turi, dikenakan biaya Rp 50 ribu. “Penumpang akan diantar sampai rest area Tosari. Dari situ, pengunjung bisa meneruskan naik kendaraan yang disiapkan masyarakat, untuk ke Gunung Bromo,” tambahnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler