Connect with us

Pemerintahan

Dikmas Lantas Sasar Pelajar Kota Malang

Diterbitkan

||

Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SIK. (ist)
Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SIK. (ist)

Memontum Kota Malang – Dalam menekan jumlah laka lantas dan pelanggaran berlalu lintas, Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SIK jemput bola melakukan sosialisasi edukasi secara langsung kepada para pelajar. Yakni melalui program Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas), AKP Ramadhan mendatangi sekolah-sekolah yang saat ini sedang dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Seperti halnya pada Jumat (24/7/2020) pagi, Sat Lantas Polresta Malang Kota melaksanakan Dikmas Lantas saat MPLS di SMAN 4, Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

“Kegiatan Dikmas Lantas kepada pelajar sudah dimulai sejak Kamis (23/7/2020). Kami sudah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala sekolah. Mereka menyambut baik Dikmas Lantas kepada para pelajar. Kemarin di SMAN 1 dan sekarang di SMAN 4. Kami lakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujar AKP Ramadhan.

Walaupun dilakukan dengan sistem daring dengan aplikasi Zoom Meeting, namun diharapkan para siswa dapat benar-benar memahami pelaturan berlalu lintas demi keselamatan bersama. Para siswa ini adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan juga bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kami melalui sistem daring. Kami datang ke sekolah, para pelajar yang berada di rumah bisa mengikuti kegiatan Dikmas Lantas secara online. Kami imbau kepada para pelajar jika masih di bawah 17 tahun supaya tidak mengendarai motor. Baru diperbolehkan setelah 17 tahun dan sudah memiliki SIM. Dikmas Lantas kami lakukan secara interaktif sehingga bisa tanya jawab langsung tentang etika dan peraturan berlalu lintas ,” ujar AKP Ramadhan.

AKP Ramadhan menegaskan bahwa peran serta orang tua dan guru juga sangat penting. ” Jika putra putrinya belum memilki SIM, jangan diperbolehkan mengendarai motor. Anak pun tidak akan berani mengendarai motor tanpa seijin orang tua. Guru juga berperan aktif melarang para pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Mari bersama-sama disiplin dan tertib berlalu lintas. Patuhi peraturan Lalu Lintas,” ujar AKP Ramadhan.

Adapun penindakan dalam Operasi Patuh di hari ke 2 Polresta Malang Kota, yakni Polresta Malang Kota menindak 130 pelanggar, Polsek Klojen menindak 13 pelanggar, Polsek Blimbing 14, Polsek Kedungkandang 15, Polsek Lowokwaru 13 dan Polsek Sukun 13. Diantaranya Pelanggaran tidak memakai helm standar SNI, melawan arus, pengendara di bawah umur dan pelanggaran tidak membawa SIM dan STNK. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Tiga Kepala Daerah Malang Raya Hadiri Pelantikan IMA

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri undangan pelantikan pengurus IMA (Indonesia Marketing Associaton), Sabtu (16/1) pagi. Berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim, Kota Malang, kegiatan ini juga dihadiri Bupati Malang, Sanusi dan Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko.

Dalam sambutannya, Sutiaji berharap pengurus IMA periode 2020-2022 yang baru dilantik ini mampu memberi suasana baru. “Selamat dan sukses atas pelantikan pengurus baru, semoga dengan dilantiknya pengurus baru akan memberi suasana baru. Apalagi di situasi pandemi saat ini, semoga bisa membawa perekonomian lebih menggigit,” ujarnya.

Disisi lain, Sutiaji berharap dunia marketing bisa makin jaya. “Tadi ketika menyanyikan mars IMA , saya soroti beberapa hal. Pertama, IMA ingin tumbuh menjadi inspirator,” terang Sutiaji.

Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, era 4.0 hanya mengandalkan IT dan mendewakan otak. Namun saat ini masyarakat sudah sadar bahwa sekarang ini era sudah society 4.5.

“Society 4.5 ini benar-benar merepresentasikan bangsa Indonesia. Karena tidak hanya mendewakan akal dan teknologi, tetapi juga mengutamakan kemanusiaan,” paparnya.

Sutiaji menyampaikan apresiasi terhadap tujuan IMA yang ingin mencerdaskan bangsa.

“Saat ini tantangan luar biasa bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat dari bawah. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bagaimana bisa diangkat setara dengan produk global. Endingnya nanti kita bisa membawa manfaat dan mencerdaskan bangsa,” harapnya. Wali Kota Sutiaji menyampaikan bahwa dirinya membuka diri untuk bekerjasama dengan IMA. Karena pihaknya sangat berharap slogan ‘Dari Malang Untuk Indonesia dan Dunia’ tidak hanya sekedar slogan namun bisa diviralkan menjadi kenyataan. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Berkat 3 Program Ini, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Dari OJK

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menerima anugrah Penghargaan sebagai Penggerak Program Inklusi Keuangan Tingkat Kabupaten dan Kota. Reward tersebut diberikan dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (15/01) malam. Turut mendampingi Wali Kota Malang, Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang, Sugiarto Kasmuri, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan Aminurridho, di ruangan NCC (Ngalam Command Center) Balai Kota.

OJIR (Ojok Percoyo Karo Rentenir), menjadi salah satu program andalan yang berhasil membuat orang nomor satu di Kota Malang itu mendapat penghargaan. OJIR sendiri adalah program pembiayaan tanpa bunga dan agunan, maksimal Rp10 juta selama 24 bulan, untuk modal usaha produktif masyarakat Kota Malang.

“Program kolaboratif Pemkot (Pemerintah Kota) Malang dengan PD BPR (Perseroan Bank Perkreditan Rakyat) Tugu Artha dan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Malang merupakan upaya membendung praktik bank tithil atau rentenir,” jelas Sutiaji.

Selain OJIR, Pemkot Malang bersama OJK dan Kantor Perwakilan BI Malang melakukan upaya peningkatan Simpanan Rekening Pelajar dan UMKM, dan Business Matching antara dunia usaha dengan lembaga jasa keuangan.

Dirinya pun merasa sangat bersyukur dan berterimakasih atas apresiasi yang diberikan. “Terimakasih saya sampaikan kepada bapak Presiden, Joko Widodo dan OJK atas apresiasi kepada kami sebagai tokoh penggerak inklusi keuangan tingkat kabupaten kota. Tentu ini jadi penyemangat kami dalam melakukan berbagai inovasi program untuk mendukung pemulihan ekonomi di daerah. Juga sekaligus meningkatkan inklusi keuangan, terlebih di Kota Malang,” tambahnya. Penerima penghargaan kategori Penggerak Program Inklusi Keuangan Tingkat Kabupaten dan Kota diterima oleh dua tokoh. Selain Wali Kota Malang, Sutiaji, penghargaan tersebut juga diterima Bupati Kabupaten Kerinci, Adirozal.(cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Penyidik KPK Kejar Dugaan Pembelian Tanah oleh Mantan Wali Kota Batu Tahun 2015

Diterbitkan

||

(ist)

Memontum Kota Batu – Penyidik KPK terus meruntut dugaan gratifikasi tahun 2011 hingga 2017 di Pemkot Batu. Setelah sebelumnya menggeledah kantor dinas hingga rumah dinas Wali Kota Batu, giliran dugaan transaksi pembelian tanah atas nama mantan Wali Kota Batu, Edy Rumpoko, yang dikejar penyidik KPK.

Jumat (15/01) tadi, penyidik KPK dengan pengawal petugas, mendatangi rumah salah satu warga di Kota Malang. Adalah Ketua Rt05 Rw04, Riyanto, di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, yang menjadi sasaran. Kedatangan penyidik, untuk meminta tolong agar diantarkan kepada salah satu rumah warga yang bernama Huge. Warga sipil tersebut, sempat menjual tanah dengan bukti bahwa yang melakukan pembayaran adalah ER.

“Saya hanya ditanya, tentang tanah yang saya jual di Kota Batu. Tahunnya, saya lupa. Tapi, kira-kira sekitar tahun 2015,” ujarnya.

Lantas, ada hubungan apa dengan ER ? Huge menjelaskan, dirinya sebenarnya tidak tahu banyak. “Jadi, sewaktu dirinya memasang papan iklan hendak menjual tanah, ada orang yang berminat. Selanjutnya, datang dan memberikan uang pembayaran. Namun, waktu itu mintanya atau bukti pembayarannya atas nama ER. Bukan orang yang mengasikan uang. Jadi, benar atau tidaknya, saya tidak tahu,” kata Huge.

Disinggung mengenai tanah yang dijual atau ada bukti yang diamankan, Huge mengaku, tidak ada. Karena, seperti bukti kepemilikan pasti sudah diberikan. “Di sini cuma memfoto saja. Nggak menyita apa-apa. Kan saya juga orang biasa. Tidak tahu apa-apa. Cuma, ya karena tanah itu dibeli dan minta atas nama ER. La saya sendiri, juga tidak pernah bertemu orangnya,” ujarnya.

Ketua Rt05, Riyanto, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ada empat orang yang meminta keterangan kepada warganya, Huge. Rombongan, datang dengan menggunakan dua unit kendaraan.

“Untuk lebih jelasnya, saya tidak tahu beliau-beliau itu sedang apa. Tapi kata Pak Huge, katanya mengenai pembelian tanah di Kota Batu,” kata Riyanto.

Sementara itu juru bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi mengenai hal ini, masih belum memberikan keterangan. (cw2/gie/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler