Connect with us

Pemerintahan

Kejaksaan Kota Malang Selamatkan Kerugian Negara Rp 131 Miliar

Diterbitkan

||

Kasi Pidum Wahyu Hidayatullah SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH dan Kasi Pidsus Ujang Supriadi SH MH. (gie)
Kasi Pidum Wahyu Hidayatullah SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH dan Kasi Pidsus Ujang Supriadi SH MH. (gie)

Memontum Kota Malang – Kejaksaan Negeri Kota Malang telah menyelamatkan kerugian negera sebesar Rp 131.302.426.188 terhitung sejak Januari 2020 hingga Juli 2020. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH usai melaksanakan upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke 60 secara virtual di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Malang, Rabu (22/7/2020) pagi.

“Kami melaksanakan upacara Bhakti Adhyaksa ke 60. Dilaksanakan sederhana upacara virtual karena masih dalam kondisi pandemi. Capaian kinerja sejak Januari hingga Juli 2020, bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, bidang inj telah menerima sekitar 200 surat kuasa khusus dan telah memulihkan sekitar Rp 500 juta. Kita mendapat surat kuasa khusus, kita lakukan penagihan ke beberapa pihak terkait BPJS, Pajak dan sebagainya kurang lebih Rp 500 juta,” ujar Andi.

Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Malang melalaluii kegiatan penyelidikan dan penyidikan berhasil menyelamatkan kerugian negera Rp 131.302.426. 188. ” Ini dari penyelamatan proses penyelidikan, puldata dan pulbaket. Kedua dari denda, kami telah menyetorkan ke kas negara Rp 50 juta dan uang oenganti proses persidangan, kami telah menerima penyetoran uang pengembalian negara Rp 77,8 juta,” ujar Andi.

Untuk Pidum telah menyetorkan ke kas negera Rp 1,55 miliar dari tilang. Biaya perkara dari persidangan Rp 15,4 juta, melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) dari perkara yang sudah inkrah berupa 8 kg ganja, 1 kg SS, kosmwtik 10 dos, obat-obatan 1.874 ribu butir. Sedangkan Intel telah berhasil menyetorkan ke kas negara Rp 61,7 juta.

“Penyetoran ke kas negara atau ke kas Pemda ada yang berupa aset dan uang. Seperti halnya Pidsus ada 4 kasus seperti gedung Ramayana, RTH,” ujar Andi.

Dibahas juga tentang kasus Kayu Tangan Heritage Kota Malang. “Jadi Pelaksanaan belum diserahkan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Jadi proses belum final penyerahannya masih tanggung jawab rekanan. Selama ini tim kami turun menemukan beberapa hal yang diketahui. Ada perencanaan yang kurang mantap. Sevab jalan tersebut dilalui kendaraan namun kontruksinya kurang pas. Konteuksinya batu, pasir dan aspal. Jika kena air pasirnya akan berkurang. Tentunya membuat batunya goyah dan banyak yang rusak,” ujar Andi.

Meskipun saat ini pihak CV telah kembalikan uang Rp 282 juta ke kas daerah pada Senin (20/7/2020) dan pemeriksaan Kejaksaan tidak dilanjutkan, namun hal ini belumlah akhir. ” Ini belum final. Kejaksaan adalah pemeriksaan awal saat belum diserahkan ke PPK. Jadi nantinya pada akhir tahun masih ada peneriksaan dari BPK. Kalau BPK menemukan hal yang menyimpang ya bakal dilanjutkan,” ujar Andi. (gie/yan)

 

Pemerintahan

Prakarsai Donor Plasma Konvalesen, Sutiaji Koordinasi Dengan Tim Peneliti

Diterbitkan

||

Prakarsai Donor Plasma Konvalesen, Sutiaji Koordinasi Dengan Tim Peneliti

Memontum Kota Malang – Sebagai penyintas atau orang yang berhasil sembuh dari Covid-19, Wali Kota Malang, Sutiaji, dikabarkan akan mendonorkan plasma darahnya.

Karena seperti yang diketahui, plasma darah dari penyintas digadang-gadang mampu membantu proses penyembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melalui terapi plasma konvalesen.

Rencana donor plasma konvalesen itu langsung dibenarkan oleh Sutiaji Sabtu (23/1) pagi ini. “Minggu depan saya akan mendeklarasikan. Saya sudah koordinasi dengan dr. Putu dan dr. Kohar tentang ini,” ungkap Sutiaji.

Dirinya akan memprakarsai donor plasma konvalesen dan sudah berkomunikasi dengan dr. Putu Moda Arsana. Seperti diketahui, dr. Putu adalah ketua Tim Peneliti Terapi Plasma Konvalesen.

“Beliau adalah orang Malang yang menginisiasi dan sudah meneliti tentang plasma konvalesen untuk penyembuhan Covid-19. Saat ini beliau di Jakarta, karena memang menjadi ketua Tim Peneliti Terapi Plasma Konvalesen,” tambahnya.

Lanjut Sutiaji, mestinya donor plasma dilakukan minggu ini. Namun sayang, dikarenakan jadwal Sutiaji dan dr. Putu yang masih cukup padat, rencana akan dilaksanakan dalam pekan depan.

Baca Juga: Wali Kota Malang Siap Donor Plasma Konvalesen

“Kemarin saya waktunya belum sempat, tapi dokter sempat. Saya longgar, namun dokter tidak, masih belum ketemu jadwal yang sama-sama kosong. Tapi Insyaallah dalam bulan ini akan kami deklarasikan dan saya akan prakarsai untuk donor plasma,” tandasnya.

Sutiaji pun berharap dirinya bisa berdonor. “Saya saat terpapar Covid-19 itu bergejala, semoga bisa, karena katanya penyintas tanpa gejala yang tidak bisa. Selain itu usia juga mudah-mudahan masih bolehlah,” tutupnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wali Kota Malang Siap Donor Plasma Konvalesen

Diterbitkan

||

Sebagai orang yang berhasil sembuh dari covid-19, Sutiaji mengaku siap kalau diminta donor plasma konvalesen.

Memontum Kota Malang – Terapi plasma konvalesen menjadi salah satu upaya penyembuhan pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Seorang penyintas covid-19 yang memenuhi syarat bisa mendonorkan plasma darahnya, bahkan tidak perlu melakukan swab mandiri. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, saat berkunjung di Kota Malang.

“Penyintas tinggal datang ke Satgas covid-19 di masing-masing Kabupaten atau Kota. Tidak usah khawatir karena tidak ada biaya swab dan sebagainya. Nanti semua sudah diatur, termasuk screeningnya,” ungkap Emil.

Oleh karena itu, orang nomor dua di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu mendorong para penyintas untuk berdonor.

“Kita sangat mendorong karena butuh banyak golongan darah, juga dengan rhesus bervariasi. Fungsinya untuk menemukan kecocokan dengan plasma darah,” paparnya.

Berkaitan dengan donor plasma konvalesen, Emil langsung menyasar Wali Kota Malang, Sutiaji, yang saat itu tengah mendampinginya.

“Pak Wali ini salah satu penyintas covid-19. Siap ya kalau diminta donor plasma konvalesen?,” tanyanya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Sutiaji langsung menjawab dengan lantang pertanyaan Wagub yang diajukan kepadanya itu.

“Sebagai orang yang berhasil sembuh dari virus covid-19, saya pasti siap berdonor,” seru Sutiaji.

Baca Juga: Permintaan Donor Plasma Tinggi, PMI Malang Kesulitan Cari Pendonor

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Malang itu mengatakan akan menggelar gerakan sosialisasi donor plasma kedepannya.

“Insyaallah saya mungkin akan buat gerakan. Kita sudah sepakati, mungkin minggu depan,” tambahnya.

Ketika ditanya berkaitan dengan efektivitas terapi plasma konvalesen, Sutiaji menegaskan bahwa itu bukan domainnya memberikan statmen. Namun dirinya membagikan cerita ketika mendapat donor plasma konvalesen bersama sang istri saat berjuang melawan covid-19.

“Saat menerima terapi plasma konvalesen kemarin, lebih efektif untuk istri, sedangkan di saya kurang. Bisa jadi plasma darah yang diterima istri saya sudah mengenali virus yang menempel, sehingga antibodinya naik dan cepet sehat,” tandasnya.

Seperti diketahui, Sutiaji terkonfirmasi positif covid-19 pada 30 November 2020 lalu, dan berhasil sembuh setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 2 minggu. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kota Malang Raih 2 Penghargaan Ajang Top Digital Awards 2020

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menerima penghargaan. Kali ini, pemberian penghargaan didapat melalui ajang bergengsi Top Digital Awards 2020 yang dihelat oleh majalah IT Works.

Tidak tanggung-tanggung, dua reward berhasil diraih sekaligus dalam ajang penghargaan bidang Teknologi Informasi (TI) atau Solusi Digital bergengsi tingkat nasional itu.

“Alhamdulillah, Kota Malang mendapatkan penghargaan Top Digital Implementation on City Government #level stars 4. Selain itu juga, Top leader on Digital Implementation 2020,” ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (22/1) tadi.

Penghargaan Top Digital Implementation on City Government #level stars 4, diberikan untuk implementasi Kota Malang.

Sedangkan Top leader on Digital Implementation 2020, diberikan kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, atas komitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik di era digital.

Bukan tanpa sebab, Kota Malang mendapat 2 penghargaan sekaligus ini. “Pemkot terus meningkatkan terwujudnya Malang sebagai ‘Smart City’ dalam upaya transformasi digital melalui pembangunan aplikasi dan peningkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tidak terkecuali, di saat pandemi Covid-19 dan era new normal, di mana digitalisasi kian menjadi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aktivitasnya,” ujar Sutiaji.

Selain itu, tambahnya, upaya Kota Malang memacu kinerja dan beradaptasi dengan era kenormalan baru antara lain dengan Penyediaan 551 titik wifi gratis di ruang publik hingga balai RW.

Pengembangan antrian online di seluruh puskesmas, layanan perijinan online, aplikasi sibansos, serta pengembangan berbagai sistem informasi manajemen pemerintahan dan pelayanan publik. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler