Connect with us

Hukum & Kriminal

Ikuti Tren, Maling Incar Sepeda Pancal

Diterbitkan

||

Korban menunjukan lokasi kejadian bekas pijakan diduga kaki pelaku. (ist)
Korban menunjukan lokasi kejadian bekas pijakan diduga kaki pelaku. (ist)

Memontum Kota Malang – Nampaknya para pelaku kejahatan juga melihat peluang barang yang lagi tren untuk dijadikan sasaran pencurian. Dengan melihat tren bersepeda di masyarakat saat ini, para pelaku pencurian tak mau ketinggalan. Mereka pun mengincar sepeda sebagai target sasarannya.

Kali ini pelaku mencuri sepeda pancal di kawasan Jl Candi Mendut Barat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Senin (20/7/2020) dini hari. Tak tanggung-tanggung pelaku mencuri 2 sepeda sekaligus yakni sepeda road bike Polygon Stratos S2 dan S3 milik Ricky Fernando, warga setempat. Akibat dari kejadian ini Ricky mengalami kerugian lebih dari Rp 14 juta.

Informasi Memontum.com bahwa korban meletakkan sepeda miliknya di teras rumah. Yakni dua sepeda road bike, satu epeda fixie dan satu aepeda gunung.

” Empat sepeda itu saya kunci di paddock. Kemungkinan pelaku pelakukan aksinya sekitar pukul 03.00. Pelaku mencuri dua sepeda saya Polygon Stratos S2 dan S3. Kejadian itu saya ketahui pada pagi hari. Dua sepeda itu hilanh beserta paddock nya,” ujar Ricky.

Setelah dilakukan pengecekan korban menemukan satu paddock tergantung di sisi pagar rumah tetangganya. ” Juga ada jejak kaki pelaku dekat paddcok,” ujar Ricky. Diduga pelaku melakukan aksinya dengan cara memanjat tembok pagar rumah tetangga hingga berhasil masuk ke teras rumah korban.

Dari hasil rekaman CCTV milik salah satu warga sekitar, tampak.ada 2 orang terlihat mencurigakan sekitar pukul 02.40. Satu orang bertopi putih dan berjaket hitam terlihat berjalan seperti mengamati rumah warga. Sedangkan satu orang lagi mengendarai motor Vario. Namun korban tidak bisa memastikan apakah mereka pencurinya atau tidak dikarenakan CCTV tersebut tidak merekam aksi pencurian.

Ada dugaan pencurianya dilakukan lebih dari dua orang. ” Kalau hanya dua orang mereka akan kesulitan mencuri sepeda tersebut.

Dikarenakan pagar saya setinggi 2,5 meter. Kalau dugaan saya lebih dari dua orang pelakunya,” ujar Ricky.

Adapun ciri-ciri sepeda miliknya yang hilang Polygon Stratos S2 itu memiliki warna merah dan ada mainan bebek di stangnya, memiliki dua tempat untuk menaruh botol minuman berwarna merah dan hitam dan ada bagian lecet di shifter belakang. Polygon Stratos S 3, memiliki warna hitam merah serta memiliki pelek depan RS 10 Shimano 218 dan nipel jari jari berwarna merah. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Nabrak Pohon, Ibu 4 Anak Tewas

Diterbitkan

||

Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)
Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Dwi Hariani (39) warga Jl Mayjend Sungkono Gang VI, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (4/12/2020) pukul 12.45 WIB, tewas seketika setelah motor Yamaha Jupiter Nopol N 5668 BX yang dikendarainya menabrak pohon di Jl Citra Garden City didepan perumahan CGC Kota Malang.

Ibu 4 anak ini tewas seketika dengan luka parah pada bagian kepala. Semula belum diketahui identitasnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polreata Malang Kota hingga jenazah Dwi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kecelakaan Dwi mengendarai motornya melaju dari arah timur ke barat. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Namun sesampainya di lokasi, kondisi jalanan menurun.

Dia kaget karena di depannya melaju pesepeda pancal searah di depannya. Dwi pun mencoba menghindari pesepeda angin tersebut. Namun malah kehilangan kendali hingga haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan.

Benturan keras pun terjadi hingga banyak warga yang berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun saat itu kondisi Dwi sudah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota.

Saat petugas datang, kondisi Dwi masih berstatus Mrs X dikarenakan tidak ada identitas yang melekat. Setelah petugas Laka melakukan penelusuran akhirnya diketahui identitas korban. Sementara suami korban Anang (40) saat ditemui wartawan di kamar jenasah mengatakan kalau istrinya berangkat ke rumah saudaranya di Tlogosari Kecamatan Tlogowaru

“Tadi rencanaya mau Tlogosari. Saya kaget tiba -tiba saja dapat kabar dari kepolisian kalau istri saya mengalami kecelakaan. Saya tidak menyangka, istri saya meninggalkan 4 anak yang masih kecil kecil,” ujar Anang.

Kasubnit 1 Unit Laka Lantas Ipda Deddy Cattur mengatakan bahwa korban kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun.

“Di depannya ada sepeda angin hingga korban lehilangan kendali haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon di pinggir jalan,” ujar Ipda Deddy. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Posting Pembegalan yang Dialami Ayahnya, Malah Jadi Korban Penipuan

Diterbitkan

||

TKP pembegalan yang berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Masih ingat dengan kasus pembegalan yang dialami oleh seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (24/11/2020) pukul 04.00 WIB, di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ternyata Christofer Hurek Making (32), anak CHM, juga telah menjadi korban penipuan. Hal itu terjadi saat usai Christofer memposting kejadian yang dialami oleh ayahnya tersebut ke media sosial. Bukannya menemukan motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik ayahnya yang hilang, Christofer malah tertipu Rp 800 ribu.

Informasi Memontum.com. bahwa usai memposting peristiwa yang dialami ayahnya di media sosial Facebook, Christofer dihubungi oleh seseorang yang mengaku mengetahui motor tersebut.

“Saya posting kejadian pembegalan yang dialami ayah saya di media sosial. Siapa tahu ada yang mengetahui keberadaan motor milik ayah saya. Dalam postingan itu saya mencantumkan nomer telp,” ujar Christofer.

Tak lama setelah itu Christofer ditelepon oleh seseorang yang memberitahukan bahwa motor Honda Beat tersebut berada di rumahnya.

“Orang yang telepon mengatakan kalau saya tidak boleh ramai-ramai kalau motor ayah saya berada di rumahnya. Selanjutnya si penipu mengaku kalau motor tersebut digadaikan kepadanya sebesar Rp 1,7 juta. Selanjutnya pelaku meminta kami datang ke Indomaret Bululawang dengan alasan untuk bertemu,” ujar Christofer, Rabu (3/12/2020) siang.

Christofer awalnya percaya hingga datang ke Indomaret Bululawang bersama ayah dan adiknya. “Pelaku menelepon menggunakan WhatsApp dan memakai foto profil seorang wanita. Bicaranya meyakinkan hingga kami merasa percaya dan datang ke Indomaret Bululawang. Bahwa pelaku yang mengaku menerima gadai meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Christofer.

Namun ternyata si pelaku tidak datang hingga Christofer menghubunginya. Diluar dugaan pelaku tidak mau bertemu sebelum Christofer menebus motor tersebut sebesar Rp 1,7 juta.

“Saat hendak kami tranfer, pelaku mengaku tidak memiliki rekening. Awalnya minta diganti pulsa hingga kami belikan Rp 100 ribu. Selanjutnya berdalih nilai gadai motor cukup besar yakni Rp. 1,7 juta, pelaku meminta supaya kembali dikirim pulsa Rp 700 ribu. Namun setelah kami kirim pulsa, nomer ponsel pelaku tidak bisa lagi dihubungi,” ujar Christofer.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memposting di media sosial. Jangan sampai peristiwa yang dialaminya ini terjadi kepada orang lain. “Ini menjadi pelajaran supaya selalu berhati-hati saat posting di medsos,” ujar Christofer.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 04.00, menjadi korban begal saat berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pelaku berjumlah dua orang melakukan aksinya dengan memukul kepala korban dengan kayu balok. Pelaku juga membawa kabur motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik korban. Hingga Rabu (25/11/2020) siang, kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Motor CBR 250 RR Milik Warga Bandungrejosari Raib Digondol Maling

Diterbitkan

||

Korban menunjukkan lokasi parkir motornya yang hilang. (ist)
Korban menunjukkan lokasi parkir motornya yang hilang. (ist)

Memontum Kota Malang – Komplotan pelaku Curanmor terus saja beraksi di Kota Malang. Kali ini pelaku berhasil mencuri motor Honda CBR 250 RR Nopol N 5774 X milik Deki Prasetyo Nugroho (27) warga Jl Kemantren Gang I, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (1/12/2020) dini hari.

Imformasi Memontum.com bahwa sebelum hilang, motor tersebut di parkir garasi rumah sejak Senin (30/11) malam. Saat itu motor CBR tersebut diparkir tidak dalam kondisi terkunci stang.

“Di dalam garasi itu ada tiga motor, CBR, Honda Beat dan Honda Supra Fit,” ujar Deki.

Pelaku diperkirakan melakukan aksinya pada Selasa sekitar pukul 03.00 WIB, saat semua penghuni rumah sedang istirahat tidur. Rumah korban sendiri tidak ada pagar, langsung tertutup garasi. Pelaku kemudian membuka slot pintu garasi hingga berhasil masuk.

Tampaknya pelaku sangat berhati-hati saat melakukan aksinya. Mereka sama sekali tidak menimbulkan suara gaduh. Dari ketiga motor itu, pelaku memilih CBR 250 RR yang tidak terkunci stang.

“Ibu saya saat menyapu garasi sekitar pukul 05.00 WIB, melihat motor saya sudah tidak ada, pintu garasi juga terbuka. Semula ibu mengira motor tersebut saya pakai hingga tidak curiga kalau telah dicuri maling,” ujar Deki.

Sekitar pukul 10.00 WIB, baru diketahui kalau motor tersebut telah hilang. “Ibu memberitahu kakak saya kalau motor CBR tidak ada di garasi. Kakak saya langsung bingung karena saya masih tidur dan anggota keluarga yang lain juga tidak ada yang keluar memakai motor tersebut. Saat itulah kami tersadar kalau motor itu telah dicuri maling,” ujar Deki.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun. Deki berharap motor miliknya bisa ditemukan. “Semoga pelakunya segera berhasil ditangkap dan motor saya bisa ditemukan. Saya juga sudah posting di media sosial, jika ada yang menemukannya bisa memberitahi kami atau segera melapor ke polisi. Kami sangat berharap motor bisa ditemukan,” ujar Deki. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler