Connect with us

Hukum & Kriminal

Ponsel Ojek Online Dicuri Maling

Diterbitkan

||

Tersangka Andi Prasetyo. (Ist)
Tersangka Andi Prasetyo. (Ist)

Memontum Kota Malang – Andri Prasetyo (29) warga Jl Kembang Turi , Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (13/7/2020) dini hati dijebloskan ke tahanan Polsekta Lowokwaru. Dia ditangkap karena kasus pencurian Ponsel Oppo A9 milik Achfan Hajar Maulana (26) ojek online, warga Jl Polowijen II, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ponsel tersebut dicuri oleh Andri saat ditaruh di dashboard kendaraan yang di parkir di depan Cafe Eat Two Burger Jl. Sukarno Hatta, Kelurahan .Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (12/7/2020) pukul 21.00.

BB ponsel . (ist)

BB ponsel . (ist)

Informasi Memontum.com bahwa Minggu malam, korban dan 2 temannya menunggu orderan bersama 2 temannya di deoan Cafe Eat Two Burger. Saat itu korban menaruh ponselnya di dashboard kendaraan.

Saat korban nongkrong sambil nunggu penumpang, saat sedang asik nongkrong, muncul pelaku yang juga bekerja sebagai ojek online. Pelaku dengan cepat mencuri ponsel tersebut dan segera saja berpamitan pulang ke rumah.

Korban baru mengetahui ponselnya hilang pukul 22.00 hingga segera saja melapor ke Polsekta Lowokwaru. Saat itu Panit I Reskrim Polsekta Lowokwaru Ipda Zainul Arifin dan anggotanya mencurigai salah satu teman korban. Yakni Andi Prasetyo.

Meskipun aktif di pemulasaran jenazah Covid -19, Ipda Zainul tidak melupakan tugas pokoknya sebagai anggota Polri. Dini hari itu juga memanggil Andi Prasetio ke Polsekta Lowokwaru.

” Semula pelaku tidak mengaku telah melakukan pencurian. Namun setelah kita interogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Ponsel itu kami amankan di rumahnya,” ujar Ipda Zainul mendampingi Kapolsekta Lowokwaru Kompol Rizki Tri Putra SIK MH.

Atas perbuatannya itu Andi Prasetyo harus pertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polsekta Lowokwaru. Untuk sementara, Andi mengaku khilaf karena ada kesempatan setelah melihat ponsel tersebut tidak terjaga.

” Tersangka mengaku baru sekali ini melakukan pencurian. Dia kami kenakan Pasal 362 KUHP,” ujar Ipda Zainul. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Maling Terekam CCTV, Curi Dua Sepeda di Teras Rumah

Diterbitkan

||

Aksi pelaku terekam kamera CCTV. (ist)
Aksi pelaku terekam kamera CCTV. (ist)

Memontum Kota Malang – Dua pelaku pencurian terekam jelas dalam CCTV saat beraksi mencuri dua sepeda pancal di rumah milik Anis Setiawati (46) warga Jl Bantaran II, No 34 RT 02/RW 02, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (25/11/2020) pukul 02.25 WIB.

Dua pelaku mencuri sepeda pancal merk Polygon dan sepeda gunung merk Pasific Exotic hingga kerugian mencapai Rp 5 juta.

Informasi Memontum.com, bahwa dari rekaman CCTV itu semula pelaku berjalan dari arah timur ke barat. Satu pelaku berbadan kurus memakai topi merah dan satu pelaku bertubuh gendut memakai topi hitam tanpa masker. Keduanya tampak mengawasi rumah korban.

Setelah memastikan kondisi TKP sepi, pelaku bertopi merah memanjat pagar tembok sisi samping barat rumah korban. Sedangkan pelaku yang bertubuh gemuk menunggu diluar pagar. Jika dilihat dari rekaman CCTV, pelaku melakukan aksinya cukup tenang.

Korban menunjukan lokasi sepeda yang hilang. (ist)

Korban menunjukan lokasi sepeda yang hilang. (ist)

“Pelaku mencuri sepeda polygon terlebih dahulu. Sepeda tersebut diangkat lalu diberikan kepada temannya yang menunggu di luar pagar. Selanjutnya sepeda kedua yang dicuri adalah sepeda gunung Pasific Exotic. Sepeda itu juga diangkat dan diserahkan ke temannya,” ujar Anis.

Usai mengeluarkan dua sepeda tersebut, pelaku kemudian menaikinya dan kabur ke Jl Bantaran Gang I C. “Kejadian ini beru dikerahui sekitar pukul 04.00 WIB, saat adik saya mau berangkat Salat Shubuh ke Masjid. Saat itu melihat dua sepeda pancal di teras telah hilang. Kemudian dilakukan pengecekan di CCTV hingga diketahui aksi pencurian ini,” ujar Anis.

Hingga Kamis (26/11) siang, pihaknya belum melapor ke pihak kepolisian. “Kalau Pak RT, pihak Kelurahan dan Babinsa sudah ke rumah menanyakan prihal kejadian ini. Dalam waktu dekat, kami akan laporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” ujar Anis.

Jika dilihat dari rekaman CCTV, tampak terlihat jelas wajah salah satu pelakunya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi RPH Kota Malang, Kejaksaan Tetapkan Satu Tersangka

Diterbitkan

||

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Malang Dino Kriesmiardi SH MH . (gie)
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Malang Dino Kriesmiardi SH MH . (gie)

Memontum, Kota Malang – Dugaan kasus korupsi penggemukan hewan sapi, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang kisaran Tahun 2017-2018, terus berkembang. Bahkan pihak Kejaksaan Negeri Kota Malang telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Namun untuk identitas tersangka masih dirahasiakan. Sebab tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Malang Dino Kriesmiardi SH MH, saat dikonfirmasi Memontum pada, Kamis (26/11/2020) pagi, membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan satu tersangka.

“Update terbaru penyidikan RPH Kota Malang, pada Minggu lalu di hari Kamis dan Jumat dilanjut Senin dan Selasa kemarin, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) perwakilan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, telah melakukan klarifikasi 12 saksi yang sebelumnya sudah kami periksa. Diantaranya 8 dari RPH, 2 dari Inspektorat dan ada 1 dari bagian hukum. Pihak BPKP fokus pada jumlah kerugian negera,” ujar Dino.

Perihal satu tersangka yang sudah ditetapkan, untuk sementara identitasnya maaih dirahasiakan. “Sudah ada penetapan satu tersangka, namun saat ini belum bisa kami sebutkan. Sesegera mungkin ada pengembangan kemungkinan menyusul tersangka lain. Saat ini ada pihak ketiga kita panggil, kita lacak belum ketemu,” ujar Dino.

Untuk pihak ketiga tersebut, diduga kuat bakal menjadi tersangka lainnya dan sampai saat ini masih dalam pencarian.

“Upaya kami berkoordinasi dengan intelejen Kejagung terkait pelacakan yang bersangkutan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Untuk kerugian negara lebih dari Rp 1,5 miliar ,” ujar Dino.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak kejaksaan Negeri Kota Malang telah membidik salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Malang.

Bahkan pihaknya hingga, Rabu (10/6) siang, telah memeriksa 5 orang untuk diklarifikasi terkait dugaan kasus korupsi menimbulkan kerugian pihak Pemkot Malang senilai kisaran lebih dari Rp 1 miliar. Saat ini kejaksaan masih mengumpulkan data dan keterangan terkait permasalahan ini. Sebab diduga kasus ini terjadi antara Tahun 2017-2018.

Adapun pihak yang sudah diperiksa, 8 orang dari RPH, 2 dari BPKAD, 3 orang dari badan pengawas RPH, dan 1 dari Dinas Pertanian.

“Kemungkinan saksi bisa bertambah. Nanti saksi yang sudah diperiksa juga ada yang akan kita panggil ulang untuk pendalaman pemeriksaan. Juga nanti ada saksi ahli. Saksi ahli dari BPKP terkait perhitungan kerugian negara. Dinamika proses penyidikan, alat bukti akan terus kita gali. Saat ini sudah ada alat bukti diantaranya dokumen penyertaan modal, permohonan pengajuan proposal, proses pencairan dan perjanjian penggemukan sapi,” ujar Dino. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ditinggal Tidur, Rumah Pensiunan Dosen Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)
Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (ist)

Memontum Kota Malang – Rumah milik Darius (70) pensiunan dosen Universitas Brawijaya (UB), warga Danau Ngebel III F5K1 RT 1 RW 13, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (25/11/2020) siang, terbakar. Diduga kebakaran itu akibat korsleting listrik di bagian rumah sebelah timur.

Informasi Memontum.com bahwa siang itu saat korban sedang sendirian di kamar rumah, tiba-tiba listrik padam. Oleh karena itu korban pun berencana keluar rumah untuk menanyakannya kepada tetangga.

Namun saat membuka pintu kamar, api sudah membesar membakar kamar sebelah timur dan bagian ruang tamu. Disaat bersamaan warga sudah berdatangan mengajak korban untuk segera keluar rumah.

Warga pun kemudian melakukan pemadaman dengan air seadanya dan melaporkan kejadian ini ke PMK Kota Malang.Petugas PMK Kota Malang tiba di lokasi sekitar pukul 12.59 WIB. Sebanyak 19 personel dengan 5 mobil Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Darius, pemilik rumah. (ist)

Darius, pemilik rumah. (ist)

Sekitar pukul 13.15 WIB, api sudah berhasil dipadamkan dengan penggunaan air sebanyak 12.000 liter.

Diduga kebakaran berasal dari korsleting listrik di kamar sebelah timur. Sebab informasinya ada kabel yang terkelupas dan belum sempat dibetulkan. Meskipun tidak ada korban jiwa namun akibat kejadian ini korban alami kerugian sebesar Rp 100 juta.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian itu. “Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ujar Kompol Yusuf.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemadaman dan pendingan di rumah korban sekitar 25 menit.

“Kami juga melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak muncul titik api susulan. Dugaan awal akibat korsleting listrik,” ujar Teguh. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler