Connect with us

Berita

PWI Malang Raya Gempar, Ada PWI Kota Batu akan Gelar UKW

Diterbitkan

||

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda. (dok)
Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda. (dok)

Memontum Kota Malang – Sebuah postingan tentang organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batu yang berencana menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di grup WhastApp, membuat gempar pengurus PWI Malang Raya. Karena hal tersebut sangatlah tidak mungkin, sebab Kota Batu tidak memiliki kepengurusan dari organisasi PWI melainkan masih menjadi satu dengan Kabupaten/Kota Malang serta Kota Batu ( Malang Raya). Postingan tersebut menyebutkan tentang adanya kegiatan UKW yang diberikan selamat oleh gabungan LSM Kota Batu yang berbunyi.

“Kami gabungan LSM Kota Batu mengucapkan selamat dan sukses PWI Kota Batu. Semoga tetap menjadi organisasi wartawan profesional , berkompeten dan bermartabat. Semoga Sukses Pelaksanaan UKW PWI Kota Batu,” tulis dalam status WhastApp nya.

Ketua PWI Malang Raya M Ariful Hudha angkat bicara dan mengklarifikasi bahwa tidak pernah ada PWI Kota Batu. Para anggota PWI termasuk yang berada di Kota Batu tergabung dalam induk kepengurusan PWI Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).

Ia pun segera mengkonfirmasi ke pengurus PWI Jatim atas penyelenggaraan UKW yang mengatasnamakan PWI Kota Batu. Arif mengaku telah menyampaikan hal tersebut dan direspon langsung oleh Sekretaris PWI Jatim.

“Saya sudah konfirmasi ke PWI Jatim bahwa di Kota Batu tak ada kegiatan UKW. Di tahun ini tidak ada agenda kegiatan UKW hingga bulan Desember,” tegas Arif.

Arif mengatakan, bahwa PWI sebagai organisasi wartawan tidak berafiliasi dengan LSM. Untuk itu pihaknya mengaku sudah menggelar rapat internal pengurus PWI Malang Raya menelusuri latar belakang munculnya informasi menyesatkan itu. Rapat internal itu sekaligus untuk menentukan keputusan sikap organisasi menindaklanjuti informasi yang bisa mencoreng reputasi PWI Malang Raya.

“Infonya baru saya ketahui tadi malam, Sabtu, (11/7/2020). Langkah yang akan kami ambil masih dibahas bersama jajaran pengurus. Ini juga masih mencari tahu apa motif dan latar belakangnya,” ungkap Arif, Minggu (12/7/2020)

Salah satu anggota PWI yang berdomisi di Kota Batu sekaligus pimred koran harian Regional Jatim, Endik Junaedi menilai ada kejanggalan sehingga mengusik marwah organisasi profesi wartawan itu. Ia pun mendorong pengurus untuk menyelidiki persoalan ini dan mengambil sikap tegas, agar tak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Perlu dipertanyakan asal usulnya, siapa orang yang mengatasnamakan PWI,” sahut dia.

Sementara itu, Ketua LSM Alap-alap Kota Batu, Gaib Sampurno yang kali pertama memposting informasi itu, saat dikonfirmasi mengatakan, informasi itu ia dapat setelah berbincang dengan salah satu orang yang mengaku dari PWI di sebuah warung makan. Saat ditanya siapa orangnya, ia mengaku tidak ingat nama orang yang mengatasnamakan anggota PWI tersebut.

Hanya saja, lanjut Gaib, orang tersebut akan menggelar UKW yang diprakarsasi PWI Kota Batu. Mendengar kabar itu, dirinya merasa senang dan seketika secara spontan, obrolan itu dijadikan sebagai status whatsapp dan disebar ke sejumlah grup aplikasi perpesanan itu.

“Nggak ingat siapa orangnya. Cuma bilangnya PWI Kota Batu mau ngadakan UKW di Kota Batu. Mendengar itu saya sebagai orang Batu merasa bangga dan mendukung. Makanya saya jadikan status whatsapp,” ujar dia. (bir/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bersama DMl, Pemuda Difabel Usaha Laundry Sepatu dan Tas

Diterbitkan

||

Fuad saat ditemui  memontum di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.
Fuad saat ditemui memontum.com di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.

Memontum Kota Malang – Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti menjadi penghalang untuk tidak berkreasi. Lebih-lebih, menggantungkan hidup kepada orang lain. Motivasi itulah, yang ingin ditunjukkan Fuad, pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12. Melalui usaha yang diberinya nama ‘U&Me Shoes Care’, remaja ini mampu berusaha dan berkembangan dengan membuka usaha laundry sepatu, tas dan helm.

Kepada wartawan Memontum.com, Fuad bercerita, kalau awal mula idenya muncul saat melihat banyak dari mahasiswa dan pelajar, yang enggan mengurus sendiri perlengkapan sekolah atau pendidikan, seperti sepatu. Akibatnya, sepatu atau tas yang seharusnya terlihat bagus atau tahan lama, menjadi cepat rusak atau lusuh. “Dari situlah, kemudian terpikir untuk membuka usaha ini,” katanya pada Rabu (30/9).

Fuad yang saat ditemui juga mengisi stan dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) di Taman Krida Budaya Jawa Timur, mengatakan bahwa ia tidak sendirian dalam mewujudkan usahanya. Dirinya, dibantu oleh komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kota Malang. “Laundry ini berada naungan DMI Kota Malang. Khusus di Kota Malang, anggotanya ada tiga orang,” ujarnya saat menjaga stand bersama Mukrim.

Ditambahkan, bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk laundry, disupplay dari Surabaya. Usaha laundry milik Fuad sendiri, memiliki tarif relatif murah. Untuk laundry sepatu, dikenakan tarif sekitar Rp 35 ribu, untuk tas Rp 20 ribu. Kesemuanya, tergantung dari jenis sepatu dan bahannya.

Disela pembicaraan, Fuad pun berharap, kalau usahanya dapat berkembang lebih luas. Sehingga, mampu menginspirasi bagi anak-anak penyandang difabel lainnya untuk tetap semangat menjalani hidup dan berkarya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Berita

BPJS Beri Potongan Iuran Hingga 99 Persen

Diterbitkan

||

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.
Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.

Memontum Kota Malang – Pemerintah kembali memberikan keringanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam membayar iuran. Iuran yang diberikan, yakni khusus untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020.

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso mengatakan, bahwa kebijakan keringanan itu mulai berlaku sejak Agustus 2020 sampai Januari 2021. Selama periode itu, perusahaan atau peserta Penerima Upah (PU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), mendapatkan potongan iuran sebesar 99 persen atau peserta hanya membayar 1 persen dari iuran sebenarnya.

“Kebijakan ini diberikan atas dasar ingin membantu perusahaan yang merasa kesulitan keuangan. Apalagi, di tengah pandemi seperti ini. Jadi, kami mengusulkan ke pemerintah untuk membantu berupa relaksasi iuran,” kata Imam, di ruangan kerjanya di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang.

Ditambahkan, melihat perkembangan pandemi Covid 19, ada kemungkinan program ini akan diperpanjang. Hanya saja, tinggal melihat kepastiannya atau pengumuman resminya dari pemerintah.

Selain keringanan iuran JKM dan JKK, Imam juga mengatakan, adanya penundaan pembayaran bagi peserta program Jaminan Pensiun (JP). Yakni, peserta hanya perlu membayarkan 1 persen iuran. Sedangkan sisanya, atau 99 persen dibayarkan pada pembayaran tahun depan.

“Ini sifatnya tunda. Jadi, peserta tetap harus membayar yang nilainya 1 persen. Untuk ssisanya, dibayar akhir periode secara bertahap,” tambahnya. (mg1/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Damri Tawarkan Harga ‘Murah’ Pengunjung Bromo

Diterbitkan

||

Armada Bus Damri.
Armada Bus Damri.

Memontum Kota Malang – Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu.

Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya destinasi Gunung Bromo, mulai berjalan sejak 1 Maret 2020.

Informasi itu, disampaikan General Manager Damri Kota Malang, Zuryani, saat diwawancarai awak media di Terminal Madyopuro, menjelang akhir pekan kemarin (23/9). Dirinya menjelaskan, bahwa berdasarkan data survey, jumlah pengunjung destinasi wisata Indonesia, tiap bulan mencapai 1600 orang. Karena alasan itu, pemerintah mendorong untuk mewujudkan keinginan masyarakat, yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo, dengan mudah dan biaya terjangkau.

“Seperti yang kita tahu, Bromo merupakan salah satu tujuan objek wisata di Indonesia dan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi dari 10 destinasi Indonesia yang terpilih untuk dilayani angkutan KSPN atau Kawasan Strategis Pusat atau Nasional,” kata wanita kelahiran Kota Mataram itu.

Ditambahkan, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan jumlah pengunjung dibatasi, maka membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dari data sementara, berada di kisaran 100 sampai 150 pengunjung. “Kita tetap optimis untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjut Zuryani.

Disinggung mengenai jalur penjemputan, dirinya mengurai, saat ini ada beberapa titik penjemputan. Diantaranya, Kota Malang, Abdur Rahman Saleh, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Juanda dan perbatasan Probolinggo.

“Kedepan, kita juga akan buka penjemputan dari Batu. Khusus yang Batu, tinggal menunggu waktu. Karena, alasan titik penjemputan di sana dibuat, untuk melayani permintaan dari masyarakat di sana (Batu),” tuturnya.

Masih menurut Zuryani, untuk biaya penjemputan, seperti dari Juanda-Surabaya, dikenakan biaya Rp 46 ribu. Sedangkan dari Pasar Turi, dikenakan biaya Rp 50 ribu. “Penumpang akan diantar sampai rest area Tosari. Dari situ, pengunjung bisa meneruskan naik kendaraan yang disiapkan masyarakat, untuk ke Gunung Bromo,” tambahnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler