Connect with us

Berita

Bisnis Karaoke dan Hiburan Malam Makin Terpuruk, Desak Pemkot Malang Izinkan Aktif Lagi

Diterbitkan

||

Bambang Hermanto, ketua Perkahima Malang. (gie)
Bambang Hermanto, ketua Perkahima Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Bisnis Karaoke dan tempat hiburan malam semakin terpuruk setelah hampir empat bulan tidak diperbolehkan beroperasi akibat pandemi Covid -19. Sejak tanggal 16 Maret 2020, karaoke dan tempat hiburan malam telah ditutup. Ini membuat para pengelola dan karyawan kehilangan pekerjaannya.

Oleh karena itu pengelola karaoke dan tempat hiburan malam yang tergabung dalam Perhimpunan karaoke dan tempat hiburan malam (Perkahima) Malang Raya mendesak kebijakan pemerintah daerah untuk memperbolehkan tempat karaoke dan hiburan malam untuk kembali beroperasi pada 16 Juli 2020.

Surat permohonan pertama sudah dilayangkan ke Walikota Malang selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19. Selanjutnya surat kesepakatan dalam menjalankan SOP protokol kesehatan akan dilayangkan pada, Senin (13/7/2020) .

Bambang Hermanto SH, ketua Perkahima, menjelaskan bahwa pihaknya sangat terpuruk setelah hampir empat bulan karaoke dan tempat hiburan malam tidak beroperasi.

“Hasil Pertemuan anggota Perkahima kali ini untuk membahas kembali pertemuan di Ministry pada 3 Juli 2020. Kami ingin percepatan untuk operasional outlet yang berada di Malang ini. Kami sepakat tabggal 16 Juli 2020 untuk buka kembali,” ujar Bambang, pada Jumat (10/7/2020) sore usai pertemuan anggota Perkahima di Studio One.

Pihaknya mendesak untuk kembali beroperasi dikarenakan sudah semakin terpuruk. “Melihat kondisi karyawan karoke dan hiburan malam sangat terpuruk ekonominya. Kita sangat mendesak untuk dapat kembali buka pada 16 Juli 2020. Alasan kedua, biaya operasional dan sewa gedung, pembayaran listrik dan air harus kita cari dengan dibukanya karaoke dan tempat hiburan malam ini,” ujar Bambang.

Ari, selaku wakil Ketua Perkahima menjelaskan bahwa tempat karaoke dan hiburan malam berkomitnen akan melaksanakan protokol kesehatan sesuai prosedur yang diwajibkan pemerintah.

“Pertama saat datang harus cuci tangan, cek suhu tubuh dengan thermo gun. Jika suhunya tinggi, harus masuk ruang isolasi, kita akan koordinasi dentan Dinas Kesehatan. Room kita terapkan social distancing. Kapasitas room dibatasi 50 persen. Karyawan pakai faceshield, sarung tangan dan masker. Juga penyemprotan disinfektan berkala setiap harinya” ujar Ari.

Robert, Manager Operasional Doremi Group bahwa tempat karaoke dan hiburan malam juga bisa menjadi tempat pencegahan penyebaran Covid-19.

“Harus kita lihat sisi kemanusiaan. Semua sisi harua dilihat. Kita bisa menjadi tempat pencegahan. Semua protokoler kesehatan sudah kami persiapkan. Senin depan SOP protokol kesehatan akan kita kirimkan ke ketua gugus tugas Covid -19,” ujar Robert.

Bambang menambahkan bahwa semua anggota Perkahima sudah mempersiapkan dengan matang protokol kesehatan dan SOP Nya.

” Tempat-tempat lain boleh buka kenapa kami tidak diperbolehkan. Karyawan karaoke dan tempat hiburan malam sangat terdampak. Karena sudah mulai 16 Maret 2020 hingga sekarang kami tidak beroperasi. Kita tidak mendapatkan pemasukan, kondisi ekonomi karyawan semakin terpuruk. Kami berharap tanggal 16 Juli nanti sudah boleh kembali beroperasi,” ujar Bambang.

Perlu diketahui bahwa selama karaoke dan tempat hiburan malam tidak diperbolehkan beroperasi, sebanyak 700 karyawan telah dirumahkan. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bersama DMl, Pemuda Difabel Usaha Laundry Sepatu dan Tas

Diterbitkan

||

Fuad saat ditemui  memontum di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.
Fuad saat ditemui memontum.com di stan 'U&Me Shoes Care' miliknya.

Memontum Kota Malang – Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti menjadi penghalang untuk tidak berkreasi. Lebih-lebih, menggantungkan hidup kepada orang lain. Motivasi itulah, yang ingin ditunjukkan Fuad, pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMA kelas 12. Melalui usaha yang diberinya nama ‘U&Me Shoes Care’, remaja ini mampu berusaha dan berkembangan dengan membuka usaha laundry sepatu, tas dan helm.

Kepada wartawan Memontum.com, Fuad bercerita, kalau awal mula idenya muncul saat melihat banyak dari mahasiswa dan pelajar, yang enggan mengurus sendiri perlengkapan sekolah atau pendidikan, seperti sepatu. Akibatnya, sepatu atau tas yang seharusnya terlihat bagus atau tahan lama, menjadi cepat rusak atau lusuh. “Dari situlah, kemudian terpikir untuk membuka usaha ini,” katanya pada Rabu (30/9).

Fuad yang saat ditemui juga mengisi stan dalam acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) di Taman Krida Budaya Jawa Timur, mengatakan bahwa ia tidak sendirian dalam mewujudkan usahanya. Dirinya, dibantu oleh komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kota Malang. “Laundry ini berada naungan DMI Kota Malang. Khusus di Kota Malang, anggotanya ada tiga orang,” ujarnya saat menjaga stand bersama Mukrim.

Ditambahkan, bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk laundry, disupplay dari Surabaya. Usaha laundry milik Fuad sendiri, memiliki tarif relatif murah. Untuk laundry sepatu, dikenakan tarif sekitar Rp 35 ribu, untuk tas Rp 20 ribu. Kesemuanya, tergantung dari jenis sepatu dan bahannya.

Disela pembicaraan, Fuad pun berharap, kalau usahanya dapat berkembang lebih luas. Sehingga, mampu menginspirasi bagi anak-anak penyandang difabel lainnya untuk tetap semangat menjalani hidup dan berkarya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Berita

BPJS Beri Potongan Iuran Hingga 99 Persen

Diterbitkan

||

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.
Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso.

Memontum Kota Malang – Pemerintah kembali memberikan keringanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam membayar iuran. Iuran yang diberikan, yakni khusus untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020.

Kepala BPJS Kota Malang, Imam Santoso mengatakan, bahwa kebijakan keringanan itu mulai berlaku sejak Agustus 2020 sampai Januari 2021. Selama periode itu, perusahaan atau peserta Penerima Upah (PU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), mendapatkan potongan iuran sebesar 99 persen atau peserta hanya membayar 1 persen dari iuran sebenarnya.

“Kebijakan ini diberikan atas dasar ingin membantu perusahaan yang merasa kesulitan keuangan. Apalagi, di tengah pandemi seperti ini. Jadi, kami mengusulkan ke pemerintah untuk membantu berupa relaksasi iuran,” kata Imam, di ruangan kerjanya di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang.

Ditambahkan, melihat perkembangan pandemi Covid 19, ada kemungkinan program ini akan diperpanjang. Hanya saja, tinggal melihat kepastiannya atau pengumuman resminya dari pemerintah.

Selain keringanan iuran JKM dan JKK, Imam juga mengatakan, adanya penundaan pembayaran bagi peserta program Jaminan Pensiun (JP). Yakni, peserta hanya perlu membayarkan 1 persen iuran. Sedangkan sisanya, atau 99 persen dibayarkan pada pembayaran tahun depan.

“Ini sifatnya tunda. Jadi, peserta tetap harus membayar yang nilainya 1 persen. Untuk ssisanya, dibayar akhir periode secara bertahap,” tambahnya. (mg1/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Damri Tawarkan Harga ‘Murah’ Pengunjung Bromo

Diterbitkan

||

Armada Bus Damri.
Armada Bus Damri.

Memontum Kota Malang – Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu.

Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya destinasi Gunung Bromo, mulai berjalan sejak 1 Maret 2020.

Informasi itu, disampaikan General Manager Damri Kota Malang, Zuryani, saat diwawancarai awak media di Terminal Madyopuro, menjelang akhir pekan kemarin (23/9). Dirinya menjelaskan, bahwa berdasarkan data survey, jumlah pengunjung destinasi wisata Indonesia, tiap bulan mencapai 1600 orang. Karena alasan itu, pemerintah mendorong untuk mewujudkan keinginan masyarakat, yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo, dengan mudah dan biaya terjangkau.

“Seperti yang kita tahu, Bromo merupakan salah satu tujuan objek wisata di Indonesia dan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi dari 10 destinasi Indonesia yang terpilih untuk dilayani angkutan KSPN atau Kawasan Strategis Pusat atau Nasional,” kata wanita kelahiran Kota Mataram itu.

Ditambahkan, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan jumlah pengunjung dibatasi, maka membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dari data sementara, berada di kisaran 100 sampai 150 pengunjung. “Kita tetap optimis untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjut Zuryani.

Disinggung mengenai jalur penjemputan, dirinya mengurai, saat ini ada beberapa titik penjemputan. Diantaranya, Kota Malang, Abdur Rahman Saleh, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Juanda dan perbatasan Probolinggo.

“Kedepan, kita juga akan buka penjemputan dari Batu. Khusus yang Batu, tinggal menunggu waktu. Karena, alasan titik penjemputan di sana dibuat, untuk melayani permintaan dari masyarakat di sana (Batu),” tuturnya.

Masih menurut Zuryani, untuk biaya penjemputan, seperti dari Juanda-Surabaya, dikenakan biaya Rp 46 ribu. Sedangkan dari Pasar Turi, dikenakan biaya Rp 50 ribu. “Penumpang akan diantar sampai rest area Tosari. Dari situ, pengunjung bisa meneruskan naik kendaraan yang disiapkan masyarakat, untuk ke Gunung Bromo,” tambahnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler