Connect with us

Hukum & Kriminal

Video Gudang Elektronik Kasin Terbakar

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Gudang elektronik di Tanimbar, RW 05/RW 08, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (7/7/2020) pukul 21.30, terbakar. Gudang milik Bunari (70) warga Jl Sukarjo Wiryo Pranoto, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini mendadak terbakar hebar hingga diduga kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih.

Informasi Memontum.com bahwa kebakaran itu diketahui sekitar pukul 21.30, bahwa gudang elektronik merk Polytron milik korban terbakar hebat. Kejadian itu diketahui oleh Bambang Samporno (62) warga Jl Simpang Borobudur II, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga meminta tolong warga sekitar.

Karena api sudah semakin membesar, kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Petugas PMK Kota Malang dan Polsekta Klojen. Sebanyak 8 unit mobil pemadam tiba di lokasi. Petugas PMK menyemprotkan air ke titik-titik api. Karena kobarannya cukup besar, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul.23.10,. Petugas kemudian melakukan pembasahan di gudang seluas 20 x10 meter persegi tersebut, dengan total pemadaman menggunakan 36000 liter air.

Dugaan sementara karena konsleting listrik, namun hingga Rabu (8/7/2020) siang, kasus kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan petugas. ” Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Marhaeni. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Antisipasi Narkoba, AKBP Budi Hermanto Adakan Tes Urine Mendadak Untuk para PJU dan Anggota

Diterbitkan

||

Proses tes urine di Mapolresta Malang Kota. (ist)

Memontum Kota Malang – Ingin memastikan anggotanya bersih dari bahaya narkoba, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi secara mendadak melaksanakan tes urine di Mapolresta Malang Kota, Selasa (3/8). Hal ini sebagai upaya dalam pemberantasan narkoba di Kota Malang.

Polresta Malang Kota sangat tegas dalam dalam hal pencegahan, mulai dari sosialisasi, edukasi narkoba terus gencar dilaksanakan, baik melalui media radio, elektronik, koran hingga langsung terjun ke masyarakat. Tentunya untuk mewujudkan hal ini, AKBP Budi juga tidak tebang pilih, dia juga ingin memastikan seluruh anggotanya bebas dari bahaya narkoba.

Baca juga:

    “Pemberantasan narkoba tentunya diawali dari diri sendiri, dalam hal ini di tubuh kesatuan Polresta Malang Kota, pemantauan anggota agar tidak terjerumus narkoba, maka dilaksanakan tes urine kepada anggota Polresta Malang Kota,” ujar AKBP Budi.

    Proses tes urine ini sangat ketat. Langsung dalam pengawasan AKBP Budi dan anggota Sipropam Polresta Malang Kota, sebagai penanggung jawab profesi dan pengamanan internal termasuk penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri dan pelayanan pengaduan masyarakat tentang adanya penyimpangan tindakan anggota / PNS Polri.

    Tes urine ini secara rutin akan terus dilaksanakan dan sifatnya mendadak. Bahkan dalam sebulan ini sudah dilaksanakan dua kali tes urine kepada anggota secara random. Dilaksanakan sewaktu-waktu secara tentative atau mendadak. “Tes urine ini sebagai deteksi dini narkoba,” tegas AKBP Budi.

    Tes urine kali ini dilaksanakan mulai pukul 09:00 s/d 11:30 Wib, di sebelah ruang kerja Kapolresta Malang Kota. Yakni diikuti para PJU dan anggota Polresta Malang Kota dengan total 14 personel.

    Mulai dari Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto S.I.K, M.Si, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Sabhara, KBO Satintelkam, Kanit IV Satintelkam, Kasubag Hukum, KBO Satnarkoba, Kanit 1 Satnarkoba, Kasiwas, ADC Kapolresta, Driver Kapolresta, Spri Kapolresta dan anggota staf Siwas.

    “Dalam pelaksanaan tes Urine (Deteksi Dini Narkoba) secara acak terhadap PJU dan anggota Polresta Malang Kota. Tidak ditemukan adanya PJU dan anggota yang mengkonsumsi Narkoba. Semunya negatif dari narkoba,” ujar AKBP Budi. (gie)

    Lanjutkan Membaca

    Hukum & Kriminal

    Korban Kebakaran Sanan Meninggal Dunia

    Diterbitkan

    ||

    Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman di rumah Jila. (ist)

    Memontum Kota Malang – Jila Arbana (52) warga Jl Sanan Gang II, No 12 A, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di RSSA Malang. Luka bakarnya sangat parah diperkirakan mencapai 80 persen.

    Kabar meninggalnya Jila ini dibenarkan oleh Bachrurrozi, salah seorang tetangganya. “Iya benar korban meninggal,” ujar Bachrurrozi pada Senin (2/8).

    Baca juga:

      Dijelaskan oleh Bachrurrozi bahwa korban meninggal dunia pada Jumat (30/7). Yakni sehari setelah peristiwa kebakaran tersebut. “Jumat meninggal dan dimakamkan setelah ashar,” tambahnya.

      Diketahui bahwa sebelum stroke korban pernah bekerja sebagai satpam kemudian berjualan tisu di sekitar rumahnya.

      Seperti diberitakan sebelumnya, Jila Arbana (52) warga Jl Sanan Gang II, No 12 A, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (29/7), dilarikan ke IGD RSSA Malang dengan kondisi luka bakar sekitar 80 persen.

      Luka tersebut diderita korban setelah rumahnya terbakar. Korban sendiri tidak bisa menyelamatkan diri karena sedang menderita sakit stroke. Korban berhasil selamat setelah warga menerobos masuk melakukan penyelamatan.

      Informasi Memontum.com bahwa kejadian kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.15. Saat itu di runah hanya ada korban seorang diri yang sesangbsakit stroke. Saat itu warga melihat kepulan asap keluar dari rumah korban.

      Mwrwka pun beramai-ramai mencoba memadamkan api dengan air seadanya. Sebab saat itu api sudah membesar dan korban masih berada di dalam rumah. Namun tak lama kemudian, korban sudah berhasil dikeluarkan dengan kondisi alami luka bakar yang cukup parah.

      Petugas PMK Kota Malang mengerahkan tiga mobil pemadam dan satu mobil rescue, dengan personil 18 orang. Petugas segera bergerak cepat melakukan penyemprotan di titik-titik api. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api setelah melakukan penyemprotan 10.000 liter air. Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

      Menurut keterangan M Eka Dana (57), kakak korban bahwa sehari-harinya korban tinggal seorang diri dengan kondisi sakit stroke. ” Adik saya tinggal sendiri di rumah. Biasanya banyak yang ngecek ke rumah. Kadang saya, kadang anak saya, kadang juga teman-temannya. Namun tadi saat kejadian tadi di rumah adik saya hanya sendirian tidak ada yang jaga,” ujar Eka.

      Saat itu Eka Dana sedang nglayat warga di kawasan Sanan. ” Tadi saya sedang nglayat. Tahu tahu mendapat kabar kalau runah adik saya terbakar. Adik saya kena stroke dan sedang rawat jalan setelah perawatan di RS Panti Nirmala. Saat ini adik saya sudah dibawa ke IGD RSSA Malang karena alami luka bakar dengan perkiraan mencapai 80 persen,” ujar Eka.

      Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang M Teguh Budi Wibowo saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa dugaan sementara akibat korsleting listrik. ” Dugaan korsleting listrik,” ujar Teguh. (gie)

      Lanjutkan Membaca

      Hukum & Kriminal

      Polresta Makota akan Lakukan Vaksinasi Covid-19 Secara Door to Door

      Diterbitkan

      ||

      Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi. (gie)

      Memontum Kota Malang – Selain membuka gerai vaksinasi Covid-19, petugas Polresta Malang Kota juga akan melqkukan vaksinasi door to door. Langkah ini diambil untuk menghindari kerumunan dan menyasar para tukang becak dan tunawisma (homeless).

      Vaksinasi door to door ini bakal dilakukan oleh petugas Polresta Malang Kota dan tim medis pada malam hari. “Door to door akan kami lakukan pada malam hari. Sasaraanya seperti tukang becak dan homeless yang tidur di depan ruko-ruko,” ujar Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi.

      Baca juga:

        Sebab dikuatirkan jika tidak dilakukan jemput bola, para homeless ini tidak akan mau datang ke klinik maupun gerai vaksinasi.

        “Kalau diajak ke gerai vaksin atau klinik, akan sulit. Jadi kita yang datang door to door. Tentunya dengan pengawasan ketat dan kami juga akan membawa dokter dengan kemampuan vaksinasi,” ujar AKBP Budi.

        Vaksinasi door to door ini juga tidak memprioritaskan tempat tinggal. “Tidak selalu harus memiliki identitas seperti NIK atau KTP. Selama yang bersangkutan itu dalam kondisi sehat, belum divaksin, ayo melaksanakan vaksin. Sebagai gantinya, saat ini kami akan menyiapkan barcode sebagai pendataan. Kami tidak melihat asal usul identitas. Semua wajib divaksin menuju herd immunity,” ujar AKBP Budi.

        Pelaksanaan vaksinasi door to dior ini akan dilaksanakan setelah adanya ketersediaan stok vaksin Covid-19.

        “Saat ini kami sudah mengajukan ke Pemkot Malang dan Polda Jatim. Setelah stok vaksin tersedia, kami akan lakukan vaksinasi door to door,” ujar AKBP Budi.

        Pihaknya juga terus mengimbau agar masyarakat terus disiplin dalam protokol kesehatan. Terutama dalam 5M. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. (gie)

        Lanjutkan Membaca

        Terpopuler