Connect with us

Hukum & Kriminal

Bank BRI dan KPKNL Digugat, Terkait Rencana Lelang Rumah di Jl Sumbersari

Diterbitkan

||

Indra Bayu SH kuasa hukum para penggugat di PN Kota Malang. (ist)
Indra Bayu SH kuasa hukum para penggugat di PN Kota Malang. (ist)

Memontum Kota Malang – PT Bank BRI Tbk Cabang Sutoyo Malang Jl Letjen Sutoyo, Kota Malang dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, Selasa (7/7/2020) siang, jalani sidang perdata di Pengadilan Negeri Kota Malang.

Keduanya digugat perbuatan melawan hukum oleh Nina Ovi Andriyani (27) dan H Lulut Widodo SE MPd (39) , keduanya warga Jl Raya Sumbersari 285 C, RT 07/RW 01, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kali ini persidangan dalam agenda mediasi dari para penggugat dan para tergugat.

Para penggugat dihadiri oleh kuasa hukumnya yakni Indra Bayu, SH dan Wahyu Andri Prabowo, SH. Namun sidang harus kembali ditunda dikarenakan pihak salah satu tergugat tidak hadir dalam mediasi ini.

Diceritakan oleh Indra Bayu SH, bahwa pihaknya menggugat PT BRI Cab Sutoyo dan KPKNL Malang bahwa lelang yang akan dilakukan ini tidak sesaui dengan UU Perbankan.

“Pengakuan klien kami adalah patut dan memenuhi unsur unsur perjanjian perkeriditan. Namun Bank BRI dan KPKLN akan dilakukan pelelangan objek jaminan. Bahwa sesuai UU Perbankan bahwa nilai jaminan dengan hutang kredit tidak sesuai. Nilai jaminan Rp 17 miliar, sedangkan pinjaman diakui oleh BRI kurang lebih Rp 3 miliar,” ujar Indra Bayu.

Pihaknya sangat menyayangkan bahwa tidak adanya SP 1, SP 2 maupun SP 3, namun BRI tiba-tiba muncul surat pemberitahuan pelelangan.

” Tidak melakukan pembayaran 3 bulan atau lebih, muncul SP peringatan lalu pelelangan. Ini jelas mencederai perjanjian perkreditan dan tidak layak dilakukan pelelangan. Klien kami ingin melanjutkan pembayaran kredit sampai dengan jangka waktu yang ditentukan. Kalau memang ketidak sanggupan, lelang mesti harus sesuai dengan harga di pasaran. Karena objek yang disengketakan lokasinya strategis berada di tengah-tengah berdekatan dengan kawasan kampus yang pasarannya Rp 17 miliar,” ujar Indra Bayu.

Pemberitahuan lelang pada 26 Mei 2020, bahwa PT BRI Cab Sutoyo akan melaksanakan lelang.

” Tergugat hendak melelang tanah dan bangunan milik para penggugat tanpa melalui putusan dan penetapan Pengadilan Negeri Malang. Ini menunjukan perbuatan melawan hukum. Penggugat mengalami kerugian imateriil sebesar Rp 2 miliar dikarenakan penggugat merasa malu kepada masyarakat atas tindakan tergugat 1. Penggugat dan keluarganya juga merasa diintimidasi. Kami berharap majelis hakim menyatakan tidak sah dan batal demi hukum lelang bangunan milik para penggugat. Menerintahkan kepada tergugat 1 dan tergugat 2 membatalkan lelang,” ujar Indra Bayu. (gie/yan)

 

Hukum & Kriminal

Tertibkan Kendaraan di Kota Malang, Polisi Amankan 13 Mobil

Diterbitkan

||

Petugas saat memberikan pembinaan kepada para pemilik kendaraan yang sempat dibawa ke Mapolresta Malang Kota. (Ist)

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota terus melalukan Patroli Blue Light, penertiban kendaraan tidak memenuhi persyaratan laik jalan di kawasan yang sering digunakan untuk balap liar di Kota Malang pada Sabtu malam dan Minggu dini hari.

Seperti pada Sabtu (23/1/2021) pukul 23.00 hingga minggu (24/1) pukul 05.00 di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Jl Besar Ijen dan Jl S Supriadi, Kota Malang.

Patroli yang langsung dipimpin oleh Kapolresta Malang, Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH berhasil mengamankan 11 motor dan 13 mobil tidak standar.

Informasi Memontum.com, bahwa Patroli Blue Light dilaksanakan dengan sasaran gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas.

Meskipun saat ini dalam masa PPKM, namun masih banyak ditemukan warga yang bergerombol sambil membawa kendaraan di kawasan jl Soekarno-Hatta dan Jl Ijen.

Baca Juga: Kebut-Kebutan di Kota Malang, Belasan Pembalap Liar Dirazia Polisi

Petugas mengamankan kendaraan yang tidak standar laik jalan. “Ini adalah kegiatan penertiban kendaraan yang tidak laik jalan dan patroli blue light yang berhasil mengamankan barang bukti balap liar serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (knalpot racing) roda dua dan roda empat,” ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution SH SIK.

Kendaraan dan pemiliknya pun dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk dilakukan pendataan. “Barang bukti diamankan di Mako Polresta Malang Kota. Para orang tua pelanggar dipanggil dengan membuat surat pernyataan. Kendaraan tetap diamankan. Selanjutnya kendaraan boleh diambil jika sudah dikembalikan standart sesuai persyaratan teknis laik jalan,” ujar Kompol Ramadhan. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Berulah di Pasar Madyopuro, Seorang Wanita Curi Tas Pedagang Pecah Belah

Diterbitkan

||

Lokasi kejadian di Pasar Madyopuro. (ist)

Memontum Kota MalangKasus pencurian tas selempang milik Hanik (52) pedagang plastik dan pecah belah Pasar Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hingga Minggu (24/1/2021) siang, masih dalam penyelidikan petugas kepolisian untuk menangkap pelakunya.

Aksi pencurian ini terjadi pada, Kamis (21/1/2021) pukul 07.30, di Pasar Madyopuro. Saat itu Hanik sedang berjualan di tokonya. Dia kemudian didatangi seorang wanita tak dikenal yang baru pertama kali membeli ke tokonya.

Layaknya pembeli pelaku berjenis kelamin wanita itu membeli dus kue sebanyak 10 kotak. “Saya sama sekali tidak curiga, karena orangnya terlihat cukup baik. Ciri-cirinya pakai jilbab dan usia diperkirakan 45 tahun. Selanjutnya wanita itu keluar dari toko saya usai membeli dus kue,” ujar Hanik.

Namun tak lama kemudian saat Hanik melayani pembeli lainnya, pelaku datang kembali ke tokonya. “Saat saya sedang melayani pembeli lain, wanita itu datang lagi ke toko saya. Diduga saat saya sedang sibuk melayani pelanggan, wanita itu mengambil tas milik saya. Sebab saat itu, wanita tersebut langsung pergi keluar dari toko saya sambil tergesa-gesa. Saat saya cek di etalase, tas saya telah hilang,” ujar Hanik.

Hanik kemudian mencari wanita tersebut namun tidak berhasil menemukannya di sekitar pasar. “Baru sekitar pukul 12.00, ada yang menemukan tas saya di tempat sampah toilet umum pasar. Barang-barang seperti HP dan surat-surat penting seperti buku tabungan masih ada. Namun uang Rp 3 juta yang di dalam tas telah hilang,” ujar Hanik.

Baca Juga: Pedagang Kue Pasar Dijambret, Ditendang dari Motor, Tas Dirampas

Diduga usai kejadian, pelaku sempat bersembunyi di toilet. Sebab saat Hanik, mencarinya pasca kejadian tidak menemukan pelaku disekitar pasar.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang. “Ini sangat meresahkan karena dua minggu lalu tas milik pedagang daging herisi uang Rp 8 juta juga telah hilang. Semoga pelakunya segera berhasil ditangkap,” ujar Hanik, Minggu (24/1/2021) pagi. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Ditinggal Salat Jumat, Motor Ninja Digondol Maling

Diterbitkan

||

Ilustrasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh Rifqi Izzatuloh (23), mahasiswa, asal Jl Puyang Sakti, Kelurahan Kota Medan, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, bahwa bakal kehilangan motor Ninja 250 cc Nopol S 5972 BS, Jumat (22/1/2021) siang.

Motor tersebut hilang saat di parkir dalam kondisi terkunci stang stir di samping rumah kontrakannya di Jl Mawar Gang III RT 7 RW 4, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Informasi Memontum.com, siang itu korban memarkir motornya di samping rumah kontrakan. Saat itu korban sudah mengunci stang stir hingga merasa aman. Dia pun kemudian berangkat Salat Jumat di masjid tak jauh dari rumah kontrakannya.

Diduga saat motor dalam kondisi tak terjaga, muncul pelaku melakukan aksinya. Pelaku cukup profesional karena tidak meninggalkan saksi mata saat mencuri motor gede tersebut. Kejadian ini baru diketahui oleh korban usai pulang dari masjid.

Dia pun kaget karena motornya telah tidak ada ditempat parkirnya. Dia pun mencoba menayankannya ke beberapa teman, namun sama sekali tidak ada yang mengetahui keberadaan motornya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru dan hingga, Sabtu (23/1/2021) masih dalam penyelidikan petugas.

Kasat Reskrim Polreata Malang Kompol Tinton Yudha Riambodo SIK mengimbau masyarakat untuk aelalu berhati-hati saat memarkir kendaraan bermotor.

Baca Juga: Beraksi di Jl Selorejo, Maling Motor Gondol NMAX

“Selalu berhati-hati dan waspada. Kami imbau kepada masyarakat, untuk menjadi polisi dalam diri sendiri. Artinya masyarakat juga harus bisa ikut menjaga dan mengawasi keamanan di lingkungannya,” ujar Kompol Tinton.

Selain itu motor harus diparkir di tempat yang aman dan terjaga. ” Sebaiknya dipasang kunci ganda. Serta lebih baik kunci stang motor ke arah kanan, karena akan mempersulit pelaku curanmor melakukan aksinya. Dan rata rata pelaku curanmor akan mengurungkan niatnya mengambil motor, bila stang sepeda motornya dikunci ke arah kanan,” ujar Kompol Tinton.(gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler