Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Diterbitkan

||

Kota Malang Zona Merah, Ciduk 3 Warga Reaktif, Jukir Masuk Isolasi, Warung Ditutup

Memontum Kota Malang – Waspada bagi warga kota Malang, karena kota Malang kembali masuk zona merah. Artinya, angka kasus terus merangkak naik. Dalam 2 (dua) hari saja bertambah 31 kasus (3 dan 4 juli 2020).

“Ini tidak boleh dilihat sebagai hal biasa, atau sesuatu yang normal. Kalau itu yang muncul dibenak warga kota, maka tinggal tunggu waktu satu persatu akan bertumbangan,” ungkap prihatin Walikota Malang Sutiaji merespon peningkatan kasus di kota Malang.

Up date data covid 19 kota Malang per 4 Juli, bertambah 14 kasus sehingga total kasus covid 19 kota Malang sebanyak 248 kasus dengan rincian 21 meninggal, 65 sembuh dan 162 dirawat.

Penambahan 14 angka kasus tersebar pada 5 wilayah kecamatan, yakni 2 warga Klojen (L/31 tahun dan P/36 tahun), 4 warga Sukun (P/57 tahun, P/56 tahun/meninggal, P/57 tahun, P/76 tahun/meninggal), 3 warga Blimbing (P/50 tahun, P/51 tahun, P/38 tahun), 1 warga Lowokwaru (P/34 tahun), dan 4 warga Kedungkandang (P/35 tahun, L/66 tahun, L/72 tahun/meninggal, 1 warga Sawojajar).

Sementara itu, operasi gabungan hari kedua digelar, pasca ditetapkannya kota Malang kembali zona merah oleh Pemprov Jatim. Target operasi tempat tongkrongan. Hasilnya, tim kembali “mengangkut” warga yang kedapatan reaktif test rapid. Menyasar warung kopi di kawasan jalan Terusan Candi Mendut, Sabtu (4/7/2020) dari 91 yang dirapid kedapatan 2 reaktif yang meliputi 1 pengunjung (L/26 tahun) dan 1 jukir (L/27 tahun).

“Keduanya kita bawa dan kita amankan di rumah isolasi. Untuk berapa lama, tentu sampai keluar hasil swab. Dan sampai hari ini sudah 3 orang yang kita masukkan,” info Sekkota Malang Wasto yang hadir bersama Kapolresta Kota Malang Kombes Leo Simarwata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol (Inf) Tommy Anderson.

Ditambahkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Kota Malang tersebut, jukir bagian yang tidak terlepas dari manajemen usaha. Maka begitu ada salah satu yang reaktif, maka tempat usaha ditutup selama 5 lima hari dan dilakukan sterilisasi.(*/yan)

 

Pemerintahan

Cari Data Pengembangan Ideologi SDM

Diterbitkan

||

CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)
CENDERAMATA: Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa saat memberikan cenderamata kepada Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh sebagai ketua tim Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. (memo x/fik)

Kunjungan Staf Ahli Kemenkopolhukam RI ke Korem 083/Bdj

Memontum, Malang – Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi, yang diketuai oleh Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh kunjungi Makorem 083/Bdj, Rabu (12/08/2020).

Saat tiba di Makorem 083/Bdj rombongan Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi serta Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang SDM dan Teknologi disambut Kasrem 083/ Bdj Letkol Inf A. Juni Toa beserta para Kasirem 083/Bdj di ruang transit Makorem 083/ Bdj.

Kedatangannya ke Makorem 083/Bdj ini tim dari Kemenkopolhukan RI selain bersilahturahmi dengan anggota Makorem 083/Bdj juga ingin berdiskusi serta mencari tambahan bahan yang lebih komprehensif sebagai bahan pengkayaan materi untuk penyusunan telahaan pengambilan kebijakan pada bidang ideologi dan konstitusi terutama pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Kapenrem 083/Bdj Mayor Inf Prasetya

Disela sela kegiatan kunjungan tersebut Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas sambutan serta masukan masukan yang disampaikan oleh para unsur Stake Holder terkait di Kota Malang.

Dalam giat kunjungan ini Mayjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh Turut didampingi staf TU staf Ahli Kemenkopolhukam RI bapak Muklis Al Huda, S.H., M.H., bapak Hafid Hidayat, Aris Suwarto Waskito.Sebelum melaksanakan kunjungan di Makorem 083/Bdj rombongan dari Kemenkopokhukam RI juga melaksanakan kunjungan di Mapolresta Malang Kota. (fik/man)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota

Diterbitkan

||

Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)
Sertijab Kasat Intelkam Polresta Malang Kota. (ist)

Kompol Sutiono Telah Memakamkan 208 Pasien Covid-19

Memontum, Kota Malang – Jabatan Kasat Intel Polresta Malang Kota yang sebelumnya dijabat Kompol Setiono SPd kini dijabat oleh Kompol Yudi Ento Handoyo SH. Serah terima jabatan (Sertijab) ini dilaksanakan pada Rabu (12/8/2020) pagi, di Aula Sanatika Satyawada Mapolresta Malang Kota.

Keoordinator tim pemulasaran jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota ini akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdit Binsatpampolsus Ditbinmas Polda Jatim. Sedangkan Kompol Yudi Ento sebelumnya menjabat Kanit V Subdit V Ditintelkam Polda Jatim.

Serah terima jabatan ini langsung dipimpin Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mukyanto Dinoyo.

” Bahwa mutasi jabatan adalah hal biasa dalam instansi Polri. Kepada Pejabat lama kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi selama ini. Kepada pejabat baru kami ucapkan selamat atas jabatan barunya dan segera menyesuaikan dengan situasi di wilayah Kota Malang dalam pandemi Covid – 19. Tetap terjaga kekompakan karena sesuai dengan teori lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan tetapi kalau banyak sangat sulit untuk dipatahkan,” ujar AKBP Totok.

Perlu diketahui bahwa karena kegigihannya dalam pemulsaran jenazah, Kompol Sutiono beserta tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota pernah mendapat penghargaan dari Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si.

Bahkan pernah juga melalui Video Call, langsung mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. Hingga Rabu (12/8/2020), Kompol Sutiono telah memakamkan 208 pasien Covid-19 terdiri dari pemakaman PDP sebanyak 148 dan pasien confirm 60 orang. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Nuansa Merah Putih dari Dekorasi Bunga

Diterbitkan

||

Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)
Pegawai Pemkot Malang sedang mempercantik taman kota di jalan Kerta Negera, Kota Malang dengan tanaman bunga warna merah dan putih. (memo x/cw2)

Semarak HUT RI ke-75 di Kota Malang

Memontum, Malang – Bunga berwarna merah dan putih, menghiasi pot-pot bunga di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Kertanegara Kota Malang. Bunga-bunga tersebut disusun rapi di dua Garden Vertikal yang berjumlah 750 pot, oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Rabu (12/8/2020) pagi.

Pesona bunga yang khusus berada di Jalan Kertanegara berjenis Krisan yang berwarna Merah dan Putih. Merah yang melambangkan semangat kami dan putih yang melambangkam ketulusan jiwa dan pengabdian kami.

“Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi UPT Pengelolaan Taman dan Bidang RTH (Ruang Terbuka Hijau),” terang Kabid Pertamanan Disperkim, Ir Kuncahyani saat dikonfirmasi, Memo X.

Selain berada di Jalan kertanegara, dekorasi bunga juga terdapat ditempat lain. Untuk Garden Vertikal berada di Jalan Kawi, didepan Rumah Dinas Wali Kota Malang. Untuk yang berada di depan PLN, basuki rahmat, perempatan kasin dan jalan bandung didekorasi serupa namun menggunakan bunga berjenis Bigu bandung dan Terang bulan putih.

“Sempat kita lakukan recordin, untuk tanaman Vertikal Garden, Bigu bandung dan Terang bulan putih sekitar 4000 bibit dan sudah terpasang semua. Untuk bunga krisan, kita datangakan sekitar 860 pot,” tambah Yani, sapaan akrabnya.

Dekorasi bunga seperti ini dilakukan setiap tahunnya dalam rangka HUT proklamasi kemerdekaan RI. Selain memperingati HUT, dekorasi bunga ini juga untuk mempecantik dan memperindah RTH yang ada di Kota Malang.

“Anggaran ini dari dinas menggunakan APBD dari penyedia, jadi mereka juga yang mencarikan bunganya dimana, kita tinggal menatanya sedemikian rupa,” tutupnya. Seperti tahun tahun sebelumnya, setiap menjelang 17 Agustus, seluruh warga Kota Malang bersolek.

Bedanya tahun ini masih dalam Pandemi Corona. Sehingga masyarakat membatasi diri menghias lingkungannya. Umbul-umbul merah putih terpasang di depan rumah, kantor pemerintah dan swasta.

Bahkan sebagian warga mengecat gapura pintu masuk kawasan perumahannya. “Perayaan 17 Agustus tahun ini memang berbeda dari biasannya. Pemerintah melarang berbagai kegiatan yang mengumpulkan massa. Yang bisa kami lakukan hanya menghias kampung,” ucap Yudi warga Kota Malang. (cw2/man)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler