Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Zona Merah, Opsgab Digeber, Pengunjung Kafe Reaktif Dikirim ke Rumah Isolasi

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Operasi Gabungan (Opsgab) yang digelar pemkot, polresta dan kodim pada Jumat malam (3/7/2020) sampai Sabtu dini hari (4/7/2020) menemukan satu pengunjung cafe di kawasan Lembah Dieng Kota Malang reaktif.

Satu orang Pengunjung kafe yang reaktif tersebut sudah dua kali menjalani rapid test dan hasilnya masih sama reaktif. Untuk penanganan lebih lanjut, satu pengunjung kafe reaktif tersebut dikirim ke rumah isolasi yang berlokasi di Jalan Kawi.

Kota Malang yang sebelumnya masuk zona oranye, kini menjadi zona merah karena peningkatan jumlah kasus COVID-19 mengalami peningkatan tajam. Update data Data persebaran pandemi Covid-19 Kota Malang per-3 Juli 2020 menunjukkan peningkatan konfirm Positif covid-19 sebanyak 17 orang.

Angka ini membuat total Total yang terkonfirm positif Covid-19 sebanyak 234 orang dengan rincian penambahan meninggal 18 orang, bertambah 1 orang jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Sebanyak 151 orang terkonfirm positif Covid-19 dirawat, bertambah 11 orang dari hari sebelumnya. Namun angka kesembuhan juga meningkat 5 orang, sehingga total 65 orang ada yang sembuh dari covid-19 ini.

Angka Orang Tanpa Gejala (OTG) Kota malang tercatat mengalami kenaikan sebanyak 23 orang sehingga total menjadi 784 orang. Tingginya angka OTG ini mendapat perhatian pemkot, polresta dan kodim dengan kembali menggelar Opsgab.

Wakil Walikota Malang Ir. H. Sofyan Edi jkarwoko, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf. Tommy Anderson ikut serta dalam tim Opsgab. Ada dua tim yang menyisir bagian barat dan timur Kota Malang.

Tim Barat menyisir mulai dari Mako Kodim 0833 Kota Malang Jl. Kahuripan bergerak menuju Jalan Ijen, Jalan Jakarta, Jalan Kawi dan kawasan lembah dieng Kota Malang. Sedangkan Tim timur menyisir stasiun, bengawan solo, sulfat, sawojajar, ranugrati dan rampal.

Bung Edi sapaan akrab Wakil Walikota Malang menyampaikan pentingnya opsgab pemkot, TNI dan Polri. “ Ini sangat mengkhawatirkan, oleh karena itu saya bersama pak kapolres, pak dandim hari ini melakukan langkah mendisiplinkan masyarakat termasuk kegiatan rapid test ini,” ujarnya

“Mohon dengan sangat bahwa disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan ini sangat penting dan menentukan zona kota malang kedepan,” lanjut Bung Edi.

Selanjutnya Wawali menghimbau kepada masyarakat Kota Malang untuk selalu menggunakan masker, jarak jarak, pola hidup sehat untuk menjaga imun tubuh.

Total sebanyak 134 orang menjalani rapid test di dua lokasi yang berbeda. Pada cafe pertama yang ada di Jalan kawi atas, tercatat 9 orang karyawan cafe non reaktif. Pada lokasi yang kedua di cafe yang ada di Jalan Lembah Dieng tercatat 125 pengunjung dan karyawan cafe menjalani rapid test dan 1 pengunjung reaktif. (*/yan)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Satgas Covid Kota Malang Sasar Kafe di Kendalsari, 3 Pelanggan Reaktif Dibawa ke Rumah Isolasi - Memontum Kota Malang

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Evaluasi Penerapan PPKM Jilid 1, Kota Malang Mendapat Apresiasi Mendagri

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengikuti Rakor (Rapat Koordinasi) evaluasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, secara virtual, Selasa (26/01) tadi.

Dari hasil evaluasi itu, Sutiaji menyampaikan bahwa penilaian penerapan PPKM untuk Kota Malang di jilid I, tergolong bagus.

“Alhamdulillah penilaian PPKM kita bagus. Bahkan, kita diberi apresiasi,” kata Wali Kota, seusai pelaksanaan virtual bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto.

Apresiasi yang berikan kepada Kota Malang, tambah Sutiaji, karena telah berani meyakinkan Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri), berkaitan dengan jam tutup usaha.

“Saya mampu meyakinkan Kemendagri, bahwa tutup usaha itu pukul 20.00 malam. Sehingga, sekarang sudah tidak perlu SE (Surat Edaran) lagi seperti PPKM pertama. Karena, sudah sesuai dengan Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri),” tambahnya.

Baca Juga: Penerapan PPKM Malang Mendapat Apresiasi Pemprov Jatim

Namun saat ini, diakui Sutiaji, bahwa pihaknya kembali mohon ijin kepada Kemendagri untuk diberikan kelonggaran penerapan PPKM bagi PKL (Pedagang Kaki Lima).

“Tapi tetap ada aturannya. Meski PKL boleh buka di atas jam 20.00, namun pembeli tidak boleh makan di tempat. Kenapa saya mohonkan dispensasi, karena saya pernah ngobrol dengan PKL. Mereka rata-rata, baru buka pukul 18.00 dan pukul 19.30. Sementara pembelinya, masih terbatas atau tiga (pembeli, red). Sehingga, sangat tidak manusiawi kalau kami juga terapkan tutup untuk PKL,” tambahnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Wali Kota Sutiaji Belum Tertarik Membeli GeNose UGM

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – GeNose, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM (Universitas Gajah Mada), akhir-akhir ini cukup menarik perhatian. Bagaimana tidak, alat ini diklaim memiliki akurasi di atas 90 persen dan sudah mendapat izin edar dari Kemenkes RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia).

Meski begitu, Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak ingin terburu-buru merencanakan untuk membeli alat skrining dan diagnostik Covid-19 berbasis hembusan nafas itu. Dengan alasan, ingin lebih mengetahui kevalidan alat.

“Kita lihat kevalidannya dahulu. Kalau dari tim ahli sudah menyampaikan bahwa alat itu valid, ya enak. Semua orang jadinya bisa melakukan deteksi dini sendiri,” ujarnya.

Sutiaji menambahkan, dirinya dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, tidak ingin tergesa-gesa merencanakan pengadaan alat GeNose, sebelum adanya rekomendasi. “Kalau belum ada rekomendasi, ya salah nanti kita. Bisa-bisa, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) keluar dan kita kena KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujarnya.

Sutiaji menuturkan, bahwa pihaknya hanya merekomendasikan sesuatu jika sudah teruji. “Maka di kami itu relatif, BTT (Belanja Tidak Terduga) kami relatif. Saya tidak dengan gampangnya, memberi persetujuan pengajuan anggaran. Saya lihat, bagaimana dan buat apa,” tambahnya.

Sutiaji berharap, jangan sampai ada oknum pejabat yang menyalahgunakan.

“Belajar dari kasus Bansos itu lah, ya. Dan kalau tidak ada edaran, ya belum rencana membeli alat tersebut,” ujarnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ini Dia 10 Nama Penerima Vaksinasi Simbolis Kota Malang, Pemilik Juragan 99 Trans Masuk Daftar

Diterbitkan

||

Ini Dia 10 Nama Penerima Vaksinasi Simbolis Kota Malang, Pemilik Juragan 99 Trans Masuk Daftar
Untuk menangkal hoax, Sutiaji bakal melibatkan kalangan milenial saat vaksinasi simbolis dilakukan Februari mendatang .

Memontum Kota Malang – Menjelang vaksinasi simbolis yang akan berlangsung bulan Februari 2021 mendatang, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku sudah megantongi nama-nama yang akan divaksin.

Hal itu diungkapnya usai menghadiri acara Musrenbang anak di Ngalam Command Center (NCC), Senin (25/1) tadi.

“Kita kebagian pelaksanaan vaksinasi simbolis Februari nanti. Kota Malang akan diwaliki oleh 10 orang. Ada dari unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), tokoh agama, tenaga kesehatan, dan influencer,” ungkapnya.

Secara rinci, ke 10 tokoh itu antara lain Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Ketua Pengadilan Negeri Kota Malang, Nuruli Mahdilis, Ketua Kejaksaan Negeri Kota Malang, Andi Darmawangsa.

Kemudian ada, Dandim 0833, Letkol Arm Ferdian Primadhona, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, Waka Polresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono.

“Untuk tokoh agama ada dari Muhammadiyah, Baroni dan NU diwakili oleh Isroqunnajah. Tenaga kesehatan ditunjuk dr. Putu Moda Arsana dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia),” tambahnya.

Tidak ketinggalan, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, vaksinasi simbolis nanti juga akan menggandeng kalangan milenial.

“Dalam hal ini, influencer pemilik Juragan 99 Trans, Gilang Widya Pramana yang akan mewakili kalangan milenial,” beber Sutiaji.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Kota Malang Mundur Februari

Seperti yang diketahui, orang nomor satu di Kota Malang ini memang sudah merencanakan menggandeng milenial saat vaksinasi simbolis.

Pasalnya, dia ingin ada peran serta milenial dan media dalam menangkal hoax yang tersebar di masyarakat terkait dengan vaksin sinovac. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler