Connect with us

Pendidikan

Penyandang Disabilitas Terdampak Covid-19, Terapkan Protokol Kesehatan, Butuh Pendampingan Khusus

Diterbitkan

||

Penyandang Disabilitas Terdampak Covid-19, Terapkan Protokol Kesehatan, Butuh Pendampingan Khusus

Memontum Kota Malang – Penyandang disabilitas, sebelum masa pandemi covid-19, butuh penanganan khusus. Apalagi saat pandemi berlangsung, sudah pasti membutuhkan protokol kesehatan yang sesuai anjuran pemerintah. Dalam kegiatan media talk, Jumat (3/7/2020) melalui aplikasi zoom, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membahas tentang pendampingan dan penanganan yang harus dilakukan terhadap penyandang disabilitas di masa pandemi Covid 19.

Ciput Eka Purwianti S.Si MA, selaku Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, memaparkan bahwa setidaknya, 80.9 % disabilitas (termasuk anak) telah terdampak serius secara ekonomi, sosial dan kesehatan di Indonesia.

Fakta ini merupakan salah satu temuan dalam kajian cepat yang dilakukan secara daring oleh Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas Respon Covid-19, April 2020, dengan melibatkan 1683 responden yang mewakili seluruh ragam disabilitas di 32 provinsi di Indonesia.

Dari data tersebut setidaknya ada 60,55 % penyandang disabilitas memperoleh informasi yang cukup mengenai Covid 19. Lalu 30% nya dapat memahami dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Selanjutnya 11,6% penyandang disabilitas mempunyai komorbiditas (penyakit penyerta) yang rentan terdampak Covid 19.

“Sebenarnya perlu penanganan khusus apalagi penyandang disabilitas yang sudah positif Covid 19. Caranya para pendamping atau tenaga khusus penyandang disabilitas bisa mengajari para penyandang untuk memahami bagaimana social distancing itu. Juga hal-hal kecil seperti mencuci tangan, merapikan barang pribadi sendiri dan memakai masker. Itu sangat penting,” ujar Ciput Eka Purwianti.

Penanganan khusus bagi penyandang disabilitas dimasa pandemi Covid 19, mulai dari pendidikan hingga kegiatan sehari-hari. Karena diperlukannya perkembangan bagi para penyandang kegiatan yang tidak bisa terputus begitu saja. Peran penting orang tua menjadi salah satu solusinya.

Beberapa metode pembelajaran mulai dari cara melindungi diri dari Covid 19 seperti memakai masker, mencuci tangan dan juga hidup bersih. Tidak lupa juga membelajari para penyandang untuk pentingnya social distancing dan cara melakukannya, bisa dari isyarat gerak tumbuh untuk menjaga jarak tanpa menyentuh dan mengingatkan.

Seperti yang telah disampaikan Budi Prasojo, Kepala Sekolah SLB-G Rawinala, bagaimana cara menangani para penyandang disabilitas ini dengan baik dan benar.

“Kita bisa melakukan pendampingan secara individu, kelompok dan juga bersama orang tua atau keluarga. Penting juga bagi para pendamping yang harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Juga membersihkan diri untuk mencegah penyebaran Covid 19. Sehingga masa pembelajaran bagi penyandang bisa lancar dan tanpa hambatan,” ujarnya.

Pemahaman kepada penyandang juga sangat penting untuk membiasakan mencuci tangan, penggunaan masker yang baik dan benar, menjaga jarak aman dan menjaga pola hidup sehat.

“Itu sangat penting karena, para penyandang tidak mungkin melakukan dan bisa paham dengan sendirinya. Jadi penanganannya mulai dari pembiasaan diri dan memberikan arahan untuk melakukan protokol kesahatan yang baik dan benar. Pendamping atau keluarga sangat berperan penting di sini,” tutupnya. (mg1/yan)

 

Kota Malang

Permudah Mobilitas dan Songsong Era EBT, Area Kampus UMM Diberi Mobil Golf

Diterbitkan

||

oleh

Permudah Mobilitas dan Songsong Era EBT, Area Kampus UMM Diberi Mobil Golf

Memontum Kota Malang – Dalam rangka memudahkan mobilitas para civitas akademika di kampus tiga, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan fasilitas mobil golf bertenaga listrik sebagai sarana transportasi umum. Fasilitas itu, bisa dinikmati oleh mahasiswa, pegawai, bahkan juga tamu, guna untuk menyongsong era Energy Baru dan Terbarukan (EBT).

Kepala Urusan Transportasi dan Kendaraan UMM, Karianto, mengatakan bahwa mobil golf ini berusaha memudahkan para sivitas akademika untuk sampai di tujuan dengan lebih cepat dan efisien. “UMM memiliki lima unit mobil golf yang siap sedia beropreasi. Tiga unit dapat menampung empat penumpang sementara dua unit lainnya mampu menampung enam penumpang. Jika digunakan semua sekaigus, akan mampu menampung 24 penumpang sekali jalan. Kami beroperasi setiap hari senin sampai jumat selama dua sesi yaitu, jam 09.00 -11.00 dan jam 13.00-15.00,” jelas Karianto, Sabtu (04/12/2021).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa untuk saat ini pihaknya membatasi jumlah penggunaan mobil golf tiap sesi. Timnya hanya meluncurkan tiga unit tiap sesi agar mobil-mobil itu dapat digunakan secara bergantian.

Baca juga

“Di samping itu, kita juga berjaga-jaga jika ada kendala atau kehabisan baterai,” sambungnya.

Mobil ini pada awalnya ditujukan untuk kendaraan tamu VIP maupun rombongan dosen saat wisuda. Namun sekarang fungsinya ditambah sebagai transportasi umum yang menghubungkan titik satu dengan titik lain yang ada di Kampus Putih UMM.

“Penggunaan mobil golf sebagai transportasi umum ini diharapkan dapat membantu aktivitas para sivitas akademika saat cuaca tak mendukung seperti sekarang. Selain dapat menjaga dari sinar matahari, transportasi ini juga dilengkapi dengan enclosure yang dapat melindungi penumpang dari hujan,” ungkapnya.

Tidak hanya sebagai transportasi umum, penggunaan mobil golf ini juga berguna untuk menyongsong era Energy Baru dan Terbarukan (EBT). Dirinya berharap, area kampus akan semakin ramah lingkungan dengan berkurangnya polusi di dalam kampus.

“Kami berharap masyarakat, terutama civitas UMM semakin akrab dengan transportasi listrik. Selain itu, besar harapan kami bahwa kedepannya mahasiswa UMM mampu merancang serta menciptakan mobil-mobil dengan menggunakan EBT seperti mobil golf ini,” paparnya. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Tak Ada Libur Sekolah, Dinkes Kota Malang Perkuat Testing Siswa dan Guru

Diterbitkan

||

oleh

Tak Ada Libur Sekolah, Dinkes Kota Malang Perkuat Testing Siswa dan Guru

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tidak henti-hentinya memberikan perhatian pada sektor pendidikan selama pandemi Covid-19 ini. Terlebih, Pemerintah Pusat telah menetapkan bahwa tidak ada libur sekolah ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Perhatian tersebut, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, dengan terus menggeliatkan swab acak bagi siswa dan guru.

“Swab acak guru dan siswa tetap kita laksanakan. Karena bagaimanapun juga, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) jangan sampai menjadi kluster tersendiri nanti di Kota Malang. Terlebih kan tidak ada libur sekolah,” ucap dr Husnul, Jumat (03/12/2021).

Pihaknya pun, juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, untuk penjadwalan swab di kalangan sekolah. “Kita selalu koordinasi, jadi dimana yang harus kita laksanakan. Lalu kapan waktunya untuk pengambilan swab bagi murid, guru, dan tenaga non-kependidikan yang ada di sekolah,” sambungnya.

Baca juga :

Kegiatan testing yang terus digencarkan di kalangan sekolah itu, membuat mantan Dirut RSUD ini, harus ekstra menyiapkan alat swab. “Kita punya sekitar 12 ribu, itu disediakan khusus untuk swab sekolah. Insyaallah cukup,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes ini.

Tidak hanya itu, vaksinasi anak usia di atas 12 tahun pun juga telah berhasil dilakukan percepatan. Bahkan untuk siswa SD yang berusia 12 tahun, sudah 100 persen menerima vaksin.

“Kalau tahap kedua masih berproses. Artinya, harus menyesuaikan juga jadwal vaksinasi tahap pertama di dosis satu,” terang dr Husnul. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Di Kota Malang Tidak Ada Libur Sekolah saat Nataru

Diterbitkan

||

oleh

Di Kota Malang Tidak Ada Libur Sekolah saat Nataru

Memontum Kota Malang – Pemerintah Pusat menetapkan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, tidak ada libur sekolah. Hal tersebut, juga tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021.

Mengenai aturan itu, nampaknya juga akan diikuti dan diterapkan di Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penataan meski posisi sekolah sedang libur akhir semester.

“Masih belum kita kelola. Jadi, sekolah tidak ada liburan. Tetapi, intinya ada pembatasan,” ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, tidak adanya libur sekolah saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), bukan menjadi masalah. Pasalnya, selama ini siswa-siswi juga telah lama menjalani pembelajaran secara daring di rumah.

“Kita sudah lama sekolah online, kalau besok tetap masuk tidak akan berpengaruh signifikan. Saat ini, dengan sekolah daring, sudah banyak waktu yang bisa digunakan oleh siswa maupun orang tua untuk komunikasi. Terlebih, sekarang sudah merdeka belajar, sumber ajar dimana-mana,” terangnya.

Baca juga :

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, menambahkan sistem pengawasan akan dilakukan oleh pihaknya dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang.

“Kami koordinasi dengan Dinas pendidikan, terutama saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dimana memang ada beberapa titik kelonggaran, seperti jam istirahat dan pergantian jam pelajaran,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dirinya menambahkan, sesuai Surat Edaran yang telah dibuat oleh Wali Kota Malang, sekolah tidak diwajibkan menghadirkan 50 persen siswa. Pasalnya, disesuaikan dengan masing-masing kemampuan sekolah.

“Karena memang pelaksanaan PTM di masa pandemi harus memperhatikan banyak hal. Karena berhubungan dengan kependidikan, ya dari administrasi berhubungan dengan tenaganya,” terang dr Husnul. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler