Connect with us

Pendidikan

Ditengah Covid-19, MTsN 1 Kota Malang Catatkan 458 Prestasi Tahun Ajaran 2019/2020

Diterbitkan

||

Samsudin, diapit para siswa-siswi MTsN 1 Kota Malang, yang sukses memboyong 21 medali di ToC Amerika Serikat, akhir tahun lalu. (adn)
Samsudin, diapit para siswa-siswi MTsN 1 Kota Malang, yang sukses memboyong 21 medali di ToC Amerika Serikat, akhir tahun lalu. (adn)

Memontum Malang – Sebelum pandemi Covid-19, pundi-pundi prestasi siswa MTsN 1 Kota Malang (Matsanewa) melejit tak terbendung setiap bulannya. Terakhir sebelum pandemi Covid-19 muncul, Matsanewa telah mencatatkan 454 prestasi mulai tingkat Malang Raya 201 prestasi, Jawa-Bali 95 prestasi, Nasional 49 prestasi dan Internasional 109 prestasi, sejak pertengahan Juli 2019 hingga akhir Februari 2020 pada tahun ajaran 2019/2020.

Namun semenjak pandemi Covid-19 melanda, praktis segala kegiatan yang menyangkut lomba ditunda bahkan dibatalkan oleh para penyelenggara. Beruntungnya, meski di tengah pandemi Covid-19, tak mematahkan asa para siswa-siswi dan guru MTsN 1 (Matsanewa) Kota Malang untuk tetap mengukir prestasi.

Para siswa Matsanewa mendapatkan apresiasi Kepala Kemenag Kota Malang, atas prestasi bergengsi yang diraih. (adn)

Para siswa Matsanewa mendapatkan apresiasi Kepala Kemenag Kota Malang, atas prestasi bergengsi yang diraih. (adn)

Terbaru, Matsanewa berhasil meraih 2 prestasi sekaligus pada bulan April 2020. Diantaranya, Medali Emas kategori Olimpiade IPS yang dipersembahkan oleh Naufal Wiwit Putra (siswa kelas 8L) dan Medali Perak kategori Olimpiade IPA yang diraih oleh Adika Rasendriya Arya Putra (siswa kelas 8L), dalam Junior Science Olympiad secara online Tingkat Nasional yang diselenggarakan POSI (Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia) pada tanggal 26 April 2020.

“Alhamdulillah, hasil yang luar biasa atas pencapaian prestasi siswa-siswi MTsN 1 Kota Malang yang selalu berkembang dan meningkat lebih baik, meski ditengah pandemi Covid-19 ini. Memang tidak seperti tahun sebelumnya, dimana pada bulan-bulan terakhir semester banyak kegiatan lomba,” terang Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020).

Diakui Samsudin, pihaknya belum memverifikasi prestasi terakhir secara keseluruhan. Lantaran ada beberapa prestasi belum dilaporkan ke pihak madrasah, mengingat sejak pandemi Covid-19 anak-anak sudah belajar dari rumah dengan sistem daring/online. Sehingga belum pernah tatap muka, atau menunjukkan secara fisik penghargaan yang diperoleh. “Kita patut bersyukur, karena tahun ini sudah melampaui target, atau lebih baik dari hasil tahun sebelumnya,” seru Sam, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, dua siswi Matsanewa juga telah menorehkan prestasi. Yakni Nisrina Aqilah Mutiallah (siswi kelas 8E), berhasil meraih Juara II Lomba Cipta Cerpen Festival Bahasa dan Sastra Smanti 2020 tingkat Provinsi Jawa Timur, dan Qonitah Tsaniyah (siswi kelas 8L), yang meraih gelar Juara 1 Lomba Mendongeng tingkat Provinsi Jawa Timur.

Secara statistik sementara, Matsanewa telah mengubah catatan terbaru, yaitu 458 prestasi. Dimana prestasi tingkat Malang Raya 201 prestasi, Jawa-Bali 97 prestasi, Nasional 51 prestasi dan Internasional 109 prestasi, sejak pertengahan Juli 2019 hingga akhir April 2020 pada tahun ajaran 2019/2020.

Tentunya catatan prestasi MTsN 1 Kota Malang ini jauh melebihi capaian prestasi tahun sebelumnya. Pasalnya, jika dibandingkan dengan total raihan prestasi akademik dan non akademik tahun ajaran sebelumnya, yaitu sekitar 300-an prestasi (2018/2019), 195 prestasi (2017/2018), dan 191 prestasi (2016/2017). Artinya, catatan prestasi sementara MTsN 1 Kota Malang di tahun ajaran 2019/2020 mengalami trend jauh lebih baik. (adn/yan)

 

Kota Malang

Dua Tim Polinema Lolos KIBM 2020

Diterbitkan

||

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.
Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Memontum Kota Malang – Inovasi Bisnis Teh Kulit Jeruk dan Abang Rahasia membawa dua tim mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang), lolos pada Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Tahun 2020.

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari lima mahasiswa, mereka masing-masing Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz Zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia di bawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Sedangkan tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA dengan lima mahasiswa. Mereka diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

KIBM sendiri, diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini digelar, untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik.

KIBM Tahun 2020, diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

“Tim O’Peel terdiri dari mahasiswa semester tiga yang memulai bisnisnya dari semester dua dan ikut Program Mahasiswa Wirausaha. Tahun ini, mereka lolos di KIBM dan mendapatkan pendanaan KIBM senilai Rp 15 juta,” kata pembimbing Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel), Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si.

Ketua Tim O’Peel, Rizki Bagus Maulana, menjelaskan bahan baku kulit Jeruk O’Peel diperoleh melalui kerjasama dengan pedagang buah di Batu. Kulit Jeruk mengandung flavonoid dan Vitamin C yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh. “Produk O’Peel saat ini telah dipasarkan offline dan online,” ujarnya.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia), dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA. dengan lima mahasiswa diantaranya, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

Pembimbing Tim Abang Rahasia, Yusna, SE, M.Si, Ak, CAT menerangkan, bahwa Tim Abang Rahasia ini mempunyai usaha kuliner dengan beberapa menu Korea dengan bahan asli Indonesia. Sebelumnya mereka juga ikut PMW sebelum lolos KIBM.

Ovillia Reta Artadinata menambahkan, Abang Rahasia menyajikan makanan Korea dengan cita rasa rempah khas Indonesia di antaranya Toboki, Raboki, dan Odeng. Produk kuliner ini dipasarkan secara online melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Ketua Entrepreneurship Training Unit (ETU) Polinema, Dr. Dra. Anik Kusmintarti, MM., mengatakan sebelum lolos KIBM, ke dua tim mengikuti seleksi dengan membuat proposal, melengkapi persyaratan administrasi dan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Kedua tim mendapatkan pendanaan dari Pusat Prestasi Nasional dan wajib membuat laporan penggunaan dana dan kemajuan usaha. Jika laporannya bagus, mereka berkesempatan untuk mengikuti KIBM Award,” kata Ketua ETU Polinema. (hms/sit)

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Wali Kota Malang Komitmen Membangun Pendidikan Berkarakter

Diterbitkan

||

oleh

 

Memontum Kota Malang – Komitmen untuk membangun pendidikan berkarakter di Kota Malang, terus berjalan. “Keseimbangan membangun karakter dan skill penguasaan pembangunan menjadi kunci lahirnya generasi emas yang tidak hanya berilmu. Namun, juga berakhlak,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menjadi keynote speaker pada Webinar Pendidikan Nasional 2020 bertemakan ‘Merajut Kembali Pendidikan Karakter Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar di era New Normal,’ Sabtu (28/11) tadi.

Dalam materinya, Sutiaji mengatakan bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh sektor pembangunan di Kota Malang. Tidak terkecuali, sektor pendidikan. Hal ini, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan sistem pembelajaran secara daring.

“Sebab itu pula, pada misi ke satu RPJMD tahun 2018 – 2023 menjelaskan, menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi semua warga. Sasarannya, tercapainya masyarakat terdidik dan berkarakter,” ujar Wali Kota Malang.

Sutiaji berpesan, agar seluruh tenaga pendidik selalu mengedepankan dan menjaga hak-hak sipil anak dalam rangka mendapatkan pendidikan yang baik. (rhd/sit)

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Dua Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara Kompetisi Sains

Diterbitkan

||

Dua Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara Kompetisi Sains

Memontum Kota Malang – Dua siswa delegasi MTs Negeri 1 Kota Malang (Matsanewa), berhasil meraih juara dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah Online Nasional 2020. Ke dua siswa itu, masing Adika Rasendriya Arya Putra dan Naufal Wiwit Putra.

Adika Rasendriya Arya Putra berhasil meraih Juara 1 IPA terintegrasi agama. Sementara Naufal Wiwit Putra, berhasil meraih Juara 2 IPS terintegrasi agama. Kedua siswa tersebut, merupakan siswa andalan kelas olimpiade Matsanewa.

“Alhamdulillah, selamat buat ananda Adika dan Naufal. Semoga keberhasilan ini, bisa menginspirasi siswa-siswi Matsanewa yang lain,” kata Guru Bahasa Indonesia, Yoga Prasetya, mendampingi Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd dan Ketua Program Olimpiade MTsN 1 Kota Malang, Luluk Hariroh.

Dijelaskan, Kompetisi Sains Madrasah Online 2020 l, adalah ajang kompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan Kementerian Agama. KSMO sendiri menjadi wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains. Sekaligus, menumbuh kembangkan budaya kompetisi yang sehat.

“Dalam ajang KSMO ini, siswa dituntut untuk memahami materi sains yang diintegrasikan dengan materi agama,” terang Luluk Hariroh.

Hal ini, tentunya dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual. KSMO juga memberi kesempatan kepada siswa madrasah, untuk menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa. (zul/rhd/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler