Connect with us

Pemerintahan

Kebut Sosialisasi PSBB, Sutiaji – Sofyan Edi Bergerak ke Kecamatan

Diterbitkan

||

Kebut Sosialisasi PSBB, Sutiaji - Sofyan Edi Bergerak ke Kecamatan

Memontum Kota Malang – Gerak simultan dilakukan pimpinan Pemkot Malang untuk memahamkan dan mensosialisasikan PSBB. Tak tanggung tanggung duet Walikota Sutiaji – Wawali Sofyan Edi Jarwoko, didampingi Sekkota Wasto langsung hadir dan memberikan penjelasan tentang PSBB. Pada kesempatan pertama, Sofyan Edi Jarwoko, Wawali Malang, menuturkan pada tahun 1800 Malang pernah menghadapi bencana penyakit dengan situasi yang sama dengan kondisi saat ini, yakni wabah pes.

“Kini dunia hadapi virus corona, yang awal muncul di Wuhan Cina. Ini virus sebarannya cepat sekali melalui doplet (percikan air ludah, red). Karenanya perlu jaga jarak, ini yang mendasari social distancing dan physical distancing. Artinya, jaga jarak itu sudah melalui pertimbangan seksama secara pengetahuan, tinggal bagaimana kita semua penuh kesadaran untuk mematuhi dan melakukannya, “urai Bung Edi, demikian Wawali Malang akrab disapa.

Kebut Sosialisasi PSBB, Sutiaji - Sofyan Edi Bergerak ke Kecamatan

“Setiap kebijakan pasti ada pro kontra. Tapi ayo semuanya kita balut dalam niat kebajikan dan kebaikan. Maka langkah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini semata untuk menyelamatkan nyawa manusia. Terlebih virus ini semakin ke sini makin bandel, sehingga ada kasus berkali kali di swab tetap saja virus ini melekat. Artinya harus ada langkah upaya maksimal untuk memutus mata rantai covid, “ujar Walikota Malang Sutiaji saat mensosialisasikan PSBB kepada warga (RW RW) kecamatan Sukun di aula kelurahan Mulyorejo, Kamis (14/5/2020).

Faktanya, kota Malang ini sesungguhnya sudah menjalankan PSBB. Itu terpotret sudah banyak kawasan atau lingkungan kampung yang menutup jalur masuk dalam kegiatan physical distancing. “Agar makin masive, makin kuat, kita lakukan PSBB. Kalau sebelumnya hanya pada level imbauan, maka ini ada sanksi. Kita harap cukup sekali putaran saja PSBB-nya (14 hari. red.),” harap alumni IAIN Malang tersebut.

Itu bisa dilakukan bila semuanya mengikuti apa apa yang dibolehkan dan apa apa yang dilarang selama PSBB. “Nggak perlu risau dan resah, karena warga Malang Raya masih bisa melintas bebas ke Batu, ke kabupaten Malang maupun ke kota Malang. Namun tetap harus membawa KTP dan menggunakan masker serta mempedomani aturan aturan pada PSBB bila itu berkendaraan. Yang pakai sepeda motor, boncengannya hanya dengan keluarga intinya saja (suami, istri atau anak). Yang pakai mobil, di dalam juga tidak boleh berhimpitan dan jaga jarak. Mobil angkutan umum, maksimal diisi separuh dari kapasitas dan berjarak. Ojol (Ojek On Line) tidak boleh mengangkut penumpang, dan hanya layanan barang. Dan yang tegas, dari luar Malang Raya tidak boleh masuk, kecuali mengangkut kebutuhan pokok, elpiji dan minyak atau membawa surat keterangan dinas atau surat keterangan jalan,” info Pak Aji, Walikota Malang akrab disapa.

Kepada Ketua Ketua RW se kecamatan Sukun, Walikota yang mengutarakan “mimpi tiap malamnya” dibayangi selalu dengan fikiran corona, menegaskan agar warga tidak gamang terkait bantuan sosial. “Usulan RT dan RW pasti diakomodir selama layak, dan warga juga bisa memantau proses serta datanya pada web “sibansos.malangkota.go.id”, imbuhnya.

Sementara itu, dampak positif corona, menjadi sadar catat dini kedatangan tamu luar kota atau pun pergerakan orang. Demikian dinyatakan Ketua RW di kelurahan Tanjung. (*/yan)

 

Pemerintahan

Controlled Landfill TPA Talangagung Masuk 15 Besar KIPP

Diterbitkan

||

Controlled Landfill TPA Talangagung Masuk 15 Besar KIPP

Memontum Kabupaten Malang – Salah satu inovasi dengan Penggunaan sistem Controlled Landfill TPA Talangagung berhasil Masuk 15 besar, di Kompetisi inovasi Pelayanan Publik (KIPP) (11/7/2020).

TPA Talangagung mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) yang di gelar oleh Kementrian Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan berhasil masuk dalam deretan 15 besar finalis dalam kompetisi tersebut.

Saat berada dalam kegiatan presentasi dan wawancara kompetisi inovasi secara online yang di lakukan oleh Bupati Kabupaten Malang Sanusi (10/7) kepada tim juri, Sanusi memberikan Paparan berupa inovasi-inovasi yang ada di TPA Talangagung.

Menurut Bupati Sanusi Salah satu inovasi yang dianggap sangat berpengaruh untuk membuat TPA Talangagung berada di posisi 15 besar ini adalah penggunaan sistem Controlled Landfill. Karena pada umumnya pengoprasian sampah di Indonesia masih banyak menggunakan sistem Open Dumping sehingga membuat pencemaran lingkungan dan konflik sosial.

Oleh karena itu dari TPA Talangagung yang menggunakan sistem Controlled Landfill ini bisa digunakan sebagai Contoh untuk seluruh TPA di Kabupaten Malang kedepannya.

“Semoga TPA Talangagung menjadi rule model untuk Indonesia. Karena TPA ini menggunakan inovasi sistem Controlled Landfill. kami berharap apa yang sudah dikembangkan di TPA Talangagung ini bisa direplikasi oleh kabupaten lainnya.”ujar Bupati Sanusi. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PSBL Mergosono, Warga Luar Kampung Harap Putar Balik

Diterbitkan

||

PSBL Mergosono, Warga Luar Kampung Harap Putar Balik

Memontum Kota Malang – Mulai hari Jumat (10/7/2020) Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) dengan ketat yang dijaga oleh kepolisian dan TNI yang dibantu oleh beberapa warga setempat. Inisiatif dari warga setempat atas kegelisahan dengan terjadinya pandemi Covid 19.

Warga sepakat melakukan pembatasan bagi warganya sendiri dan warga dari luar untuk memasuki wilayah Mergosono. Ini menyusul telah terjadi kasus di 2 RW ini, yang membuat warga sekitar mulai memperketat wilayahnya untuk menangani penyebaran lebih lanjut.

Untuk PSBL yang dilaksanakan akan memperketat apalagi dari warga luar, itu akan diproses mulai dari KTP hingga ditanyakan untuk kepentingannya seperti apa dan mendesak atau tidak.

“Kami akan melakukan PSBL ini untuk tahap pertama 14 hari. Kemudian 7 hari pertama akan dilakukan evaluasi dan 7 hari berikutnya juga akan dilakukan evaluasi. Untuk warga luar jika tidak ada kepentingan mending putar balik aja. Kita akan perketat mulai dari KTP hingga urusannya untuk masuk di wilayah mergosono seperti apa,” ujar Lurah Mergosono Karliono.

Wali Kota Malang yang terjun langsung ke lokasi akan meninjau seberapa efektif dan ketertiban masyarakat terhadap PSBL ini. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, psychal distancing yang di terapkan dan juga penanganannya seperti apa akan langsung di tinjau oleh beliau.

“Dari hasil swab yang telah keluar 4 orang akan langsung kami larikan ke save house untuk mendapatkan perawatan yang intensif, tidak ada yang namanya isolasi mandiri semua yang reaktif dan positif akan kami bawa ke save hous langsung yang berada di Jl. Kawi,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Dari awal penerapan pagi tadi hingga siang telah diperiksa sekitar 4 orang yang suhu tubuhnya di atas rata-rata dan itu langsung dilakukan penanganan secara cepat oleh warga dan pihak puskesmas. Pos penjagaan yang juga masih belum sempurna akan dilakukan evaluasi dan juga pemberian pos jaga yang lebih layak dan efektif agar semua bisa terkendali dan lancar.

“Untuk post kami akan koordinasi dengan RW setempat untuk penyempurnaannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan rapid test kepada warga yang di temukan suhunya tinggi, agar penanganannya lebih cepat dan efektif,” ujar Lurah Mergosono Karliono.

Dari permasalahan pandemi ini yang perlu ditekan kan adalah kesadaran dari masyarakat untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan agar dapat menghentikan penyebaran Covid 19. Wali Kota Malang selalu mengingatkan dan menghimbau bahwa psychal distancing, pemakaian masker dan kebersihan benar-benar harus diterapkan.

“Tadi saja bisa kita lihat masih banyak orang yang tidak memakai masker, itu akan kita beri masker dan langsung kita himbau. Sebenarnya kesadaran masyarakat ini sangat penting kita akan terus melakukan himbauan secara masif, intinya disiplin adalah solusinya. Kalo warganya gak disiplin ya gimana kita harus tetap memberi peringatan dan hukuman agar jera,” tutup Wali Kota Malang Sutiaji. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Urban Farming Lesanpuro Wakili Kota Malang Lomba Bejo Jahe Merah

Diterbitkan

||

Urban Farming Lesanpuro Wakili Kota Malang Lomba Bejo Jahe Merah

Memontum Kota Malang – Di masa pandemi ini, masyarakat Kota Malang mulai menunjukan inovasi-inovasinya untuk menangkal virus Covid 19. Tidak hanya dengan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker dan handsinitizer. Salah satu inovasi yaitu budi daya herbal seperti jahe.

Pada hari jumat (10/7/2020) di kawasan Urban Farming Jl Danau Kerinci 7 RT 4 RW 7 Lesanpuro digelar pembinaan terkait lomba Bejo Jahe Merah.

RW 7 mewakili Kota Malang, bersaing dengan beberapa kota lain. Sebelumnya bersaing dengan kecamatan lain di Kota Malang.

“Bejo ini ada 7 kota. Malang dibagi 5 wilayah. Per kecamatan dibagi 3, yang masuk kecamatan Kedungkandang 2, sama Sukun Mulyorejo untuk mewakili Kota Malang,” ujar Lurah Lesanpuro Ahmad Zhuri.

Selain digelar lomba, sosialisasi juga sangat penting. Walikota Malang yang datang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Sebelum terjadinya pandemi Covid 19 ini Malang Herbal jauh-jauh hari sudah direncanakan untuk menguatkan imune masyarakat dari segala virus.

“Kami secara masif per kelurahan akan melakukan gerakan penanaman herbal. Kami juga bekerjasama dengan Bintang 7 dan nanti kita tambah juga dengan penanaman sirih,” ujar Walikota Malang Sutiaji.

Kesadaran masyarakat yang sangat penting juga akan diimbaukan, ini sangat bermanfaat dan seharusnya seluruh masyarakat Kota Malang dapat berinovasi lebih lagi agar dapat bermanfaat bagi semuanya.

“Ketika masyarakat sudah sadar akan peran tumbuhan ini walaupun Covid 19 sudah selesai. Apapun jenis penyakit yang berkaitan dengan virus, bisa tertahan dengan herbal ini. Namun tetap saja kebersihan lingkungan juga penting,” ujarnya.

Walikota Malang juga mengimbau untuk meningkatkan Urban Farming ini lebih luas lagi. Bukan hanya tanaman herbal tetapi juga ada tanaman sayuran dan rempah sehingga juga dapat bermanfaat lebih lagi bagi masyarakat.

“Namanya juga Urban Farming ya nanti bisa di tanam di sekitar rumah di teras. Di lahan-lahan kosong di sekitar rumah. Kita akan membiasakan masyarakat untuk penanaman rempah lalu di konsumsi,” tegasnya.

Ekonomi sekarang yang sedang merosot, membuat pemerintah semakin tertantang untuk dapat memaksimalkan potensi-potensi dari masyarakat. Pemerintah Kota Malang juga akan berencana, memberikan bantuan kepada masyarakat yang kreatif seperti ini agar dapat lebih meningkat dan baik.

“Bantuan dari pemerintah untuk relokasi pendanaan dari kelurahan nanti kita akan buatkan. Ada sekitar 57 kelurahan kita akan proses nanti, semoga ini akan meningkatkan kreatifitas masyarakat dan kita akan memaksimalkan,” tutupnya. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler