Connect with us

Pemerintahan

PSBB Kota Malang, FMPC: Sutiaji Rugikan Masyarakat

Diterbitkan

||

PSBB Kota Malang, FMPC Sutiaji Rugikan Masyarakat

Memontum Kota Malang – Gubernur Jatim Khofifah, Sabtu 9 Mei 2020 siang, telah menyetujui pemberlakuan PSBB di Malang.Raya. Bahkan Khofifah menyatakan jika Minggu 10 Mei 2020, pihaknya akan mengajukan ke Menkes, untuk mendapatkan persetujuan.

Baca : Gubernur Jatim Restui PSBB Malang Raya, Segera Ajukan ke Menkes

Namun rancunya, sebelum persetujuan PSBB Malang Raya ini, Pemerintah Pusat melalu Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan jika mulai Kamis (7/5/2020) semua moda transportasi boleh beroperasi lagi.

Baca : Pemerintah Izinkan Semua Moda Transportasi Beroperasi Besok dengan Batasan Kriteria Penumpang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Izinkan Semua Moda Transportasi Beroperasi Besok dengan Batasan Kriteria Penumpang”, https://nasional.kompas.com/read/2020/05/06/11345521/pemerintah-izinkan-semua-moda-transportasi-beroperasi-besok-dengan-batasan.

Tentu saja hal ini memantik reaksi dari MUI. Karena kebijakan untuk beribadah di masjid belum dilonggarkan. Pemerintah diminta tegas mengumumkan kondisi wabah Covid-19 ini sudah terkendali dan aman kepada rakyat. Hak rakyat mendapat informasi agar masjid dibuka dan bisa mengadakan ibadah di masjid lagi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Anwar Abbas Sabtu (9/5/2020). Pernyataannya itu menanggapi sikap pemerintah yang dinilai ambigu dengan mengeluarkan keputusan melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pembukaan lapangan udara, pengoperasian semua moda transportasi umum.

Menurut Abbas, agar tidak terjadi kebingungan di kalangan umat sehubungan keluarnya keputusan baru pemerintah maka MUI meminta ketegasan sikap pemerintah tentang penyebaran Covid-19 apakah sudah terkendali atau belum.

Baca : MUI: Transportasi Umum Dibuka, Mestinya Masjid Juga

Demikian juga usulan Walikota Malang Sutiaji untuk memberlakukan PSBB di Kota Malang, kembali mendapat reaksi keras dari Forum Masyarakat Peduli Covid-19 (FMPC-19). Melalui Sudarno, forum ini sudah pernah menyampaikan keresahan masyarakat jika PSBB diterapkan. Pertimbangannya, sebelum PSBB, kondisi ekonomi sosial sudah terpuruk. Apalagi jika diterapkan pembatasan yang represif ditengah keterpurukan seperti ini.

Hidup rakyat sudah berat, masih ditambah lagi sikap represif saat PSBB. Ini bisa memicu ketegangan psikis dan sosial, hingga konflik horisontal dan vertikal.

Baca : Pemkot Malang Ajukan PSBB, Picu Keresahan Masyarakat

“Sejak awal, Walikota Malang tidak memiliki konsep tentang bagaimana menangani covid 19 yang juga melanda di Kota Malang. Selama ini PSBB selalu yang dijadikan kebijakan utama dalam merespon covid 19, tentunya hal ini akan sangat merugikan masyarakat,” tegas Sudarno.

Kerugian dan tertekannya masyarakat akan semakin berat ketika masyarakat tidak mengetahui intervensi kebijakan seperti apa yang akan diambil oleh Pemerintah Kota Malang ketika PSBB ini diberlakukan. Tentunya derita rakyat akan semakin dalam, imbuh Sudarno.

Tidak adanya kepastian bagi rakyat bagaimana pemenuhan pangan selama PSBB berlangsung. Tentunya pangan yang secara simulasi mencukupi kebutuhan masyarakat bukan hanya ala kadarnya. Pun dengan kesehatan rakyat juga perlu untuk diperhatikan dalam kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah, lanjut Sudarno.

Kondisi Ini tentunya juga perlu untuk di publish tentang road map (peta jalan) seperti apa kebijakan pemerintah dalam menangani Covid 19 ini. Faktanya road map ini tidak pernah ada dan menjadi mitigasi kebijakan pemerintah Kota Malang.

“PSBB pun, saya yakin tidak akan menyelesaikan masalah covid 19,” tukas Sudarno dari Forum Masyarakat Kota Malang Peduli Covid-19. (yan)

 

Advertisement
2 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Perindo Desak Pemkot Malang Tegas Tangani Dampak Ekonomi dan Sosial Pandemi Covid-19 - Memontum Kota Malang

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Malang

Komisi Informasi Jatim Beri Pemkot Malang Predikat Badan Publik Pelayanan Informasi Terbaik Kabupaten Kota Se-Jawa Timur

Diterbitkan

||

oleh

Komisi Informasi Jatim Beri Pemkot Malang Predikat Badan Publik Pelayanan Informasi Terbaik Kabupaten Kota Se-Jawa Timur

Memontum Kota Malang – Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur mengumumkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Keterbukaan Informasi Publik setelah melakukan rangkaian tahap penilaian terhadap badan publik. Salah satu yang diumumkan, tentunya termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Dikemas dalam Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik ‘KI Award’ tahun 2022 di Novotel Samator Surabaya, Rabu (30/11/2022) tadi, berdasarkan hasil Monev tersebut, Pemkot Malang mendapat predikat Badan Publik Pelayanan Informasi Terbaik Tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur tahun 2022 dan Badan Publik Informatif.

Sebagaimana arahan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang tertuang dalam misi keempat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang, Pemkot Malang terus membenahi dan mengembangkan inovasi guna mendukung implementasi keterbukaan informasi publik. Di mana dalam misi ke empat tersebut, berisi komitmen Pemkot Malang dalam memastikan kepuasan masyarakat atas layanan pemerintah yang tertib hukum, profesional dan akuntabel.

Salah satu inovasi yang dihadirkan, adalah fitur layanan text to speech sebagai wujud komitmen Pemkot Malang, dalam meningkatkan layanan dalam rangka Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang inklusif bagi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengungkapkan bahwa terobosan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas layanan informasi di Kota Malang. “Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Malang. Penghargaan ini, tentunya menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Malang untuk terus membangun prinsip-prinsip transparasi, akuntabilitas dan tentu meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Malang,” imbuhnya.

Setiap aspek layanan informasi publik, ujarnya, pun terus dibenahi. Mulai dari pemutakhiran regulasi, penguatan sumber daya manusia hingga pemenuhan sarana dan prasarana. Semua pihak, pun saling bersinergi dalam mengawal keterbukaan informasi publik menuju Kota Malang yang informatif.

Baca juga :

“Dan ada satu hal dalam rangka meningkatkan kualitas layanan informasi di Kota Malang. Kota Malang juga telah mengembangkan layanan secara inklusif kepada saudara-saudara disabilitas. Ini juga bagian yang didorong oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. Secara menyeluruh, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan dari KI Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Imadoeddin, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. “Adapun kegiatan ini, merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh KI dalam rangka untuk memotret tingkat kepatuhan badan publik yang ada di Jawa Timur terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Dalam proses ini, kami melaksanakan beberapa tahapan dimulai dari pemberian pengetahuan edukasi pemahaman melalui bimbingan teknis tentang apa yang akan dilakukan dalam proses penilaian oleh Komisi Informasi,” jelas Imadoeddin.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, tahapan selanjutnya dalam proses penilaian, yakni dikirimkan kuesioner untuk diisi secara mandiri oleh badan publik. Hasil kuesioner tersebut, diserahkan kepada Komisi Informasi untuk dilakukan penilaian. Dari hasil kuesioner yang dikirimkan, yang memiliki nilai minimal 80 oleh KI Provinsi Jawa Timur, dimasukkan kepada kategori badan publik yang akan ditindaklanjuti proses penilaiannya.

“Selanjutnya dilakukan proses visitasi, di mana hasil visitasi menunjukkan apakah badan publik sudah mengumumkan, menyediakan dan mendokumentasikan informasinya atau belum. Proses visitasi memotret tentang keberadaan dokumen termasuk kelengkapan-kelengkapannya yang ada termasuk juga posisi keberadaan PPID. Dari proses itu, kemudian yang memiliki skor minimal 80. Kita lanjutkan kepada proses wawancara yang memotret tentang komitmen pimpinan terhadap implementasi keterbukaan informasi publik,” paparnya.

Salah satu kategori hasil penilaian, ujarnya, adalah predikat informatif. Menurutnya dengan predikat informatif menunjukkan bahwa badan publik itu sudah cukup memenuhi kriteria dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik yang sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik maupun peraturan Komisi Informasi yang telah diterbitkan.

Dirinya berharap, melalui kegiatan Monev ini dapat meningkatkan komitmen guna terwujudnya good governance dan clean government dari tingkat pusat, kabupaten dan kota hingga pemerintah desa. (hms/gie)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Peringatan Hari Korpri Ke-51, Wali Kota Malang Tekankan Profesionalitas pada Seluruh ASN

Diterbitkan

||

oleh

Peringatan Hari Korpri Ke-51, Wali Kota Malang Tekankan Profesionalitas pada Seluruh ASN

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Upacara Peringatan Hari Korpri Ke-51 di Halaman Balai Kota Malang, Selasa (29/11/2022) pagi. Diikuti oleh seluruh jajaran ASN, baik guru, kepala sekolah, maupun Direktur BUMD di lingkungan Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji, yang menjadi inspektur dalam upacara itu, menyampaikan jika profesionalitas bagi para ASN dinilai sangat penting. Sehingga, hal itu harus terus ditingkatkan. “Jadilah ASN dan guru yang profesional. Saya ingatkan, jangan bermain-main dengan politik. Sekali lagi, saya mengingatkan untuk meningkatkan profesionalitas,” ujar Wali Kota Sutiaji.

Tentunya untuk meningkatkan profesionalitas tersebut, menurutnya ada tiga hal penting yang harus dikuatkan. Diantaranya, meningkatkan kompetensi pada bidang literasi masing-masing, integritas dan kualitas moralitas. “Ketiga hal ini akan membuat kita mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan tugas kita semua. Tentunya ini juga harus dibarengi dengan pendekatan keagamaan,” lanjutnya.

Baca juga :

Sebelum melaksanakan upacara peringatan tersebut, pihaknya juga melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Malang. Itu dilakukan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan.

“Saat ini kita kena degradasi moral, menghormati orang agak susah karena dirinya merasa hebat. Ini yang harus kita tanamkan, terutama untuk para guru agar memberikan pembelajaran pada siswa untuk selalu menghormati orang-orang yang telah berjasa,” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam peringatan tersebut juga diberikan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada para ASN yang telah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Selain itu, juga diberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendidik serta pengawas, yang memperoleh penghargaan dari Kemendikbudristek. Serta, pemberian santunan kepada korban Kanjuruhan. (hms/rsy/gie)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Wujudkan Kota Kreatif, Pemkot Malang Gelar Malang Creativa Festival 2022

Diterbitkan

||

oleh

Wujudkan Kota Kreatif, Pemkot Malang Gelar Malang Creativa Festival 2022

Memontum Kota Malang – Untuk mewujudkan Kota Kreatif, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), menggelar Event Malang Creativa Festival 2022 Kajoetangan Heritage, yang berlangsung meriah di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (26/11/2022) tadi.

Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir menyampaikan jika event tersebut tentunya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan. Bagaimana memberikan literasi kepada masyarakat, yang berkaitan dengan penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Ini merupakan bentuk pemanasan kita, bagaimana peduli dengan ekonomi kerakyatan hingga UMKM. Baik itu terkait isi maupun packagingnya, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional,” jelas Wali Kota Sutiaji.

Menurutnya, ke depan yang akan menguasai ekonomi global, yakni dari pelaku UMKM. Sehingga, hal tersebut akan terus didorong, apalagi Kota Malang juga memiliki potensi yang luar biasa.

Baca juga:

“Saya kira ini sangat mendukung dan menumbuhkan perekonomian kita semua. Dimana nantinya para pelaku UMKM itu bisa 85 persen berbasis e-commerce,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui gelaran tersebut, nantinya di tiap satu bulan sekali akan diadakan event yang sejenis. Agar menghadirkan wisatawan, dan menghidupkan perekonomian di kawasan Kayutangan Heritage.

“Rencananya setiap sebulan sekali akan ada event. Misalnya, car free night atau event padang bulan itu gelaran musik. Harapannya, ini semua bisa jalan, musiknya juga demikian. Inikan cuma sekedar pemanasan saja. Kalau zona tiga sudah selesai semua itu akan kita kuatkan bersama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa gelaran itu dalam rangka untuk mengaplikasikan, mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Kreatif. Itu juga tertuang dalam RPJMD dan sejalan dengan visi misi kedua Wali Kota Malang.

“Visi misi pak wali yang kedua adalah mewujudkan Kota Malang yang produktif, berdaya saing dan berbasis ekonomi kreatif. Kota Malang juga terkenal dengan milenialnya, maka dalam event ini kita tunjukkan pada masyarakat,” ujar Baihaqi.

Pada event tersebut, dirinya juga disediakan 50 tenan untuk memamerkan pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kawasan Kayutangan Heritage dan hasil kreasi dari warga. Dari pantauan tim memontum.com ada diantaranya, pelaku UMKM makanan dan minuman, kemudian batik dan beberapa pengrajin.

“Tenan ada 50 dan gratis. Tenan kita gratiskan, ukurannya 3×3, mereka yang mengikuti setelah kita kurasi untuk menghias dan menampilkan produk makanan lokal dan kriya lain,” katanya.

Dirinya berharap, ke depan event tersebut terus ditingkatkan dan lebih baik lagi, lebih besar, serta lebih tertata lagi. Sehingga, masyarakat yang hadir di Kota Malang bisa menikmati event yang ada, dengan nyaman dan menikmatinya.

“Setelah dua tahun pandemi, kami ingin masyarakat yang hadir melalui event ini bisa terhibur, sambil jalan-jalan dan menikmati. Sehingga ada ikon baru yang dikemas untuk menghibur dan memberikan kenyamanan terhadap siapa saja yang menikmati Kota Malang,” tutur Baihaqi. (hms/rsy/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler