Connect with us

Hukum & Kriminal

Curanmor Kebalen Dihajar Massa, 17 Jam Kemudian Tewas

Diterbitkan

||

Luka Parah, Bukan Residivis

Memontum, Kota Malang – Kurniawan Suryadi alias Iwan (49) warga Jl KH Zainul Arifin Gang IV, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (4/5/2020) pukul 19.30, akhirnya tewas meski telah menjalani perawatan di IGD RSSA Malang. Sebelumnya Iwan dihajar massa karena diduga hendak mencuri motor Suzuki Shogun di Jl Zainal Zakse Gang II, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Senin dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK, membenarkan kalau Iwan telah meninggal dalam perawatan ke IGD RSSA Malang sekitar pukul 19.30.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (gie)

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu. (gie)

“Saat kami amankan, kondisinya sudah parah hingga langsung kami bawa ke IGD RSSA Malang. Pukul 15.30, saya masih sempat menjenguknya di IGD RSSA, nafasnya masih terlihat normal. Namun pukul 19.30, kami mendapat kabar kalau Iwan sudah meninggal,” ujar AKP Azi kepada Memontum.com.

Jenazah Iwan langsung dibawa ke rumah duka karena pihak keluarga keberatan dilakukan otopsi.

“Pihak keluarganya menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Dia bukan residivis, ” ujar AKP Azi.

Perlu diketahui bahwa dini hari itu, Iwan kedapatan mendorong motor Suzuki Shogun milik warga Jl Zainal Zakse. Motor tersebut sebelumnya diparkir depan rumah korban. Diduga karena motor lawas, korban tidak mengunci stang stir motor.

Saat kejadian, Iwan segera muncul dan kemudian mendorong motor tersebut. Aksinya diketahui warga sekitar.

“Warga sempat bertanya itu motor siapa, pelaku mengatakan kalau motor yang didorong adalah motornya sendiri. Namun saat itu korban datang dan menjelaskan kalau motor yang didorong pelaku adalah motornya,” ujar salah seorang petugas.

Dari sinilah pelaku kemudian dihajar massa hingga babak belur. Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang laki-laki yang diduga pelaku Curanmor dihajar puluhan warga di Jl Zainal Zakse Gang II, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (4/5/2020) dini hari. Bahkan rekaman video pria dihajar massa sempat viral di media sosial Facebook.

Dalam rekaman itu, puluhan warga sempat menghajar pelaku hingga babak belur. Beruntung saat itu petugas Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan. Karena kondisinya cukup parah, pria yang diduga sebagai pelaku Curanmor tersebut segera dibawa ke IGD RSSA Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan di rumah sakit.

BACA : Diduga Hendak Curi Motor, Remuk Dihajar Massa

“Sampai malam itu belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan,” ujar AKP Azi Pratas Guspitu saat dihubungi melalui ponselnya sekitar 19.00.

Informasi Memontum.com, bahwa pria yang diketahui berinisial KS (49) yang alamat jelasnya belum diketahui secara pasti. Namun informasinya, dini hari itu, pelaku hendak mencuri motor milik warga sekitar. Namun saat itu, aksinya dipergoki warga hingga babak belur dihajar massa. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Pengemudi Bentor Tewas Mendadak, Diduga Serangan Jantung

Diterbitkan

||

Jenazah korban saat akan dievakuasi. (Ist)

Memontum Kota Malang – Samin (61) pengendara Bentor (Becak motor), warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (15/5/2021) pukul 04.15, ditemukan tewas di depan pagar Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jenazahnya pertama kami ditemukan oleh petugas kebersihan bernama M Yusuf (40) yang saat itu sedang menyapu jalan. Saat itu Bentor dalam kondisi roboh. Korban ditemukan dalam kondisi tertimpa bentornya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Klojen hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa pagi itu, saat Yusuf sedang menyapu jalan di sekitar lokasi, melihat bentor korban dalam kondisi roboh. Semula dia mengira bahwa korban sedang memperbaiki bentornya. Namun tak lama kemudian muncul dua warga yang hendak Salat Subuh di Masjid Agung Jami’.

Kedua warga tersebut melihat hal itu hingga mencoba memberikan pertolongan mengangkat Bentor korban. Begitu juga dengan Yusuf, dia ikut membantu mengangkat Bentor. Saat itulah diketahui kalau koeban berada di bawah bentornya. Saat dicek kondisinya, korban dalam kondisi meninggal. Dugaan sementara karena serangan jantung.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari pemeriksaan yang dilakukan di TKP, tidak ditemukan tanda luka bekas kekerasan atau penganiayaan pada jenazah korban. Setelah itu, jenazah korban kami bawa menuju ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar ,” ujar Kompol Nadzir. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pamit Bekerja Mencari Nafkah, Seorang Tukang Becak Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Diterbitkan

||

jenazah Suroso saat dievakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Suroso (58) tukang becak, warga Jl Jalsa Agung Suprapto, Gang I, RT 01/RW 02, Kelurahqn Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (14/5/2021) pukul 16.00, ditemukan tewas di pinggir Jl Basuki Rahmad, RT 07/RS 05, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau tepatnua depan Toko Harmonis.

Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota segera tiba di lokasi kejadian. Jenazahnya sendiri kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Suroso bekerja sebagai tukang becak. Sebelum kejadian, Suroso berpamitan kepada anak perempuannya untuk bekerja mengayuh becak sekitar pukul 08.00. Sekitar pukul 15.45, Suroso membeli satu pak minuman suplemen bentuk sachet di toko tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun sekitar pukul 16.00, Suroso sudah ditemukan tewas di pinggir jalan. Saat itu posisinya terlentang. Disampingnya ditemuka satu botol air mineral yang sudah dicampur miniman suplemen yang baru saja dibelinya tersebut. Diduga Suroso meninggal akibat serangan jantung.

Tim medis dan petugas Polsekta Klojen tiba di lokasi kejadian. Saat itu Suroao audah dipastikan dalam kondisi meninggal dunia. ” Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meminggal diduga karena sakit. Terkait sakit apa, nantinya meninggi keterangan dari dokter,” ujar Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri . (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jengkel Karena Tidak Dipinjami Uang Rp 1 Juta, Nekat Curi 5 Ponsel, Uang dan Mobil Milik Kakak Kandung

Diterbitkan

||

Tersangka Amir saat dirikis di Polresta Malang Kota. (gie)

Memontum Kota Malang – Jengekl karena tidak dipinjami uang sebesar Rp 1 juta, Amr alias Amir (51) guide, warga Jl Tukab Banyusari, Kota Denpasar, Bali, Minggu (9/5/2021) sore, berhasil ditangkap di sebuah Villa Arjuno, Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dia ditangkap petugas Resmob Polresta Malang Kota karena telah mencuri mobil Toyota Avanza, HP Redmi 9, HP Luminox, HP LG G6, HP LG, HP Asus dan uang tunai Rp 2 juta. Barang-barang tersebut milik Ast (53) warga Jl IR H Juanda , Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa Amir menginap di rumah Ast, kakak kandungnya, sejak 24 April 2021. Beberapa hari kemudian, Amir mengutarakan niatnya untuk meminjam uang Rp 1 juta kepada kakaknya. ” Saya berniat pinjam uang Rp 1 juta. Rencananya akan saya kirimkan ke istri dan anak di Bali,” ujar Amir saat dirilis pada Selasa (11/5/2021) pukul 12..00.

Karena saat itu Amor tidak dipinjami karena kakaknya sedang tidak ada uang. ” Saya jengkel karena tidak dipinjami uang. Saya sakit hati karena tidak dipinjami. Padahal uang itu untuk saya kirim ke istri dan anak,” ujar Amir.

Karena jengkel pada Minggu (9/5/2021) pukul 05.00, saat kakaknya dan seisi rumah sedang tidur, Amir melakukan aksi pencuriannya. Dia mencuri mobil, 5 ponsel dan uang Rp 2 juta. Usai melakukan aksi itu, Amir langsung kabur ke Villa Arjuno Batu.

Sementara itu korban pun melapor ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob segera melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui keberadaan Amir. Saat ditangkap, Amir tidak bisa mengelak karena kedapatan barang-barang hasil curiannya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos Sik MH melalui Wakasat Reskrim AKP Hendro Tri Wahyono SIK mengatatakan bahwa tersangka Amr ditangkap sebelum sempat menjual barang-barang hasil curiannya.” Tersangka kami kenakan Pasal 362 KUHP. Dia kami tangkap karena mencuri 5 ponsel, mobil dan uang milik kakaknya,” ujar AKP Hendro. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler