Connect with us

Pemerintahan

1298 Sopir di Kota Malang dapat ATM Berisi Uang

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Sebanyak 1298 sopir Angkot, Taxi, Sopir Bus, Ojek Pangkalan, Travel, dan tukang becak di Kota Malang bakal mendapatkan ATM BRI berisi uang Rp 600 ribu yang dibagikan di Polres Malang Kota.

Pada Selasa (28/4/2020) pukul 09.00, gelombang pertama penyerahan ATM sudah dimulai di Aula Sanika Satyawada. Karena memperhatikan Physical Distancing, maka gelombang pertama ini hanya menampung sebanyak 80 orang.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Priyanto SIK SH secara simbolik menyerahkan bantuan sosial kepada para sopir. (gie)

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Priyanto SIK SH secara simbolik menyerahkan bantuan sosial kepada para sopir. (gie)

Sedangkan sisanya akan diserahkan secara bertahap. Selain penyerahan ATM tersebut, juga dilaksankan sosialisasi Program Keselamatan 2020 dan pelatihan Safety Riding bagi para sopir untuk selalu mematuhi peraturan berlalu lintas.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan, bantuan ini dari Korlantas Polri.

“Pada masa-masa sulit seperti ini, bantuan langsung kepada para sopir. Bekerjasama dengan BRI. Kami berikan bantuan itu dalam bentuk ATM. Kami sudah melakukan survei dan juga data yang kami peroleh PO. Bantuan sosial ini dari Korlantas yang harus disalurkan kepada para pengemudi kendaraan,” ujar Kombes Pol Leonardus.

Sementara itu Kasat Lantas Kompol Priyanto SH SIK bahwa penyaluran bantuan sosial kepada 1298 sopir ini akan dilakukan secara bertahap.

“Ini adalah bantuan sosial dari Korlantas Polri. Para sopir angkutan umum sangat terdampak dengan adanya Pandemik Covid 19. Sopir-sopir ini adalah mitra lalu lintas. Semoga bermanfaat,” ujar Kompol Priyanto. (gie/yan)

 

Kota Malang

Wali Kota Malang Tinjau Musibah Banjir di Perumahan De Cluster Nirwana dan Pastikan Warga Aman

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang Tinjau Musibah Banjir di Perumahan De Cluster Nirwana dan Pastikan Warga Aman

Memontum Kota Malang – Pasca banjir yang merendam puluhan rumah warga, Wali Kota Malang, Sutiaji, beserta jajaran Pemkot Malang meninjau lokasi kejadian di Perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi, Kota Malang, Kamis (09/02/2023) siang. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan jika tinjauan yang dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir dapat teratasi dengan baik. Tidak hanya itu, pihaknya juga menelusuri penyebab banjir yang terjadi di titik-titik tersebut.

“Inikan sudah tiga kali banjir terus menerus. Sehingga, segera kita telusuri titik mana. Setelah ditelusuri, memang perlu ada normalisasi sungai. Ketika normalisasi sungai, di sini ada bangunan maka dicek di lapangan bangunannya seperti apa,” jelas Wali Kota Sutiaji.

Kemudian, tambahnya, nanti akan dilakukan pengecekan perizinan bangunan dan perumahan. Sebab, hal itu dikhawatirkan menjadi penyebab dari terjadinya banjir, yang sudah ketiga kalinya terjadi.

Baca juga:

“Perumahan saya suruh lihat set plannya bagaimana, dokumentasi bangunan mulai tahun berapa, apa ini sudah benar-benar sesuai dengan master plan yang sudah diizinkan bangunannya. Saya khawatir juga,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika pihaknya ingin membongkar bangunan yang ada di atas sungai. Karena, ada situ terjadi penyempitan. Sehingga, nantinya akan dilakukan normalisasi pada pengerukan sedimen dan pelebaran. 

“Saya punya keyakinan, ini nanti dilakukan normalisasi. Sambil saya minta pada asisten untuk berkirim surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Karena pelebaran kan wilayahnya bukan Pemkot, kalau sedimen di kami. Pelebaran juga tidak melebihi dari awalnya,” tuturnya.

Hal itu, nantinya juga akan dilakukan di beberapa wilayah yang terdampak banjir. Seperti di Sawojajar, Kota Malang. Pihaknya juga tidak akan mentolerir, ketika ada bangunan yang menghalangi.

“Tetap kami pendekatannya persuasif, minta izin. Nanti akses jalan tetap kita kasih karena ini hajat hidup orang banyak. Tapi semua bisa terfasilitasi dengan baik,” imbuhnya. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Pemkot Malang dan PT Matahari Putra Prima Sepakat Akhiri Kerja Sama Terkait Pasar Besar Kota Malang

Diterbitkan

||

oleh

Pemkot Malang dan PT Matahari Putra Prima Sepakat Akhiri Kerja Sama Terkait Pasar Besar Kota Malang

Memontum Kota Malang – Rencana revitalisasi pasar besar Kota Malang, kini semakin terang. Sebab, dari hasil konsultasi yang dilakukan oleh Pemkot Malang dengan PT Matahari Putra Prima (MPP), sepakat untuk mengakhiri kerja sama dengan ditandatangani pemutusan kerja sama, pada Selasa (31/01/2023) lalu.

Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam keterangannya mengaku lega dan bersyukur, bahwa satu persatu masalah dapat terurai dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan kondisi seperti ini, menurutnya win-win solution menjadi pilihan terbaik.

“Pertama tentu syukur alhamdulillah. Saya sangat lega, karena ini menjadi pilihan terbaik bagi kedua belah pihak. Dan, alhamdulillah hasil konsultasi ke Korsupgah menjadi pencerahan bagi kita semua dan mendapatkan keputusan yang terbaik, ini win-win solutionnya,” tegas Wali Kota Sutiaji, Minggu (05/02/2023) tadi.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa pihaknya mengaku tidak ingin bersikap dzolim kepada PT MPP. Sehingga, prinsip kehati-hatian menjadi hal yang utama dan tidak merugikan satu sama lain.

“Kami tetap harus hati-hati dan jangan sampai salah dalam membuat diskresi kebijakan. Makanya, kami konsultasi ini (dengan Korsupgah KPK) harapannya supaya benar-benar kuat dasarnya dan tidak merugikan satu sama lain,” tambahnya.

Baca juga :

Selain itu, pihaknya juga berharap agar ke depan hubungan dengan PT MPP, dapat terus meningkat dan saling berkolaborasi untuk terus mengembangkan investasi bisnis di Kota Malang.

Sementara itu, usai pemutusan kerja sama tersebut, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan saat ini pihaknya tengah mengebut pemenuhan dokumen ke Kementerian Perdagangan. Dengan tujuan, segera mendapatkan rekomendasi untuk melakukan pembangunan atau revitalisasi Pasar Besar.

“Pasar besar masih proses kelengkapan dokumen. Semoga dalam bulan ini selesai semuanya. Harapannya (Pasar Besar) tetap berjalan seperti biasa dan bersabar pemerintah selalu akan memberikan yang terbaik untuk masayarakat dan pedagang pasar besar khususnya,” kata Eko.

Sementara untuk teknisnya, seperti masalah anggaran, Eko masih belum bisa menyebut secara pasti. Namun, beberapa waktu sebelumnya, Pemkot Malang sudah memperkirakan bahwa revitalisasi Pasar Besar setidaknya butuh sekitar Rp 300 Miliar hingga Rp 350 Miliar agar lebih representatif.

“Masih belum di tentukan (besar anggarannya) masih menunggu DED,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Mudahkan Pelayanan Pembayaran Pajak di Bapenda Menggunakan QRIS, Pemkot Malang Launching SPPT PBB Tahun 2023

Diterbitkan

||

Mudahkan Pelayanan Pembayaran Pajak di Bapenda Menggunakan QRIS, Pemkot Malang Launching SPPT PBB Tahun 2023

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, melaunching Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun 2023 di halaman Balai Kota Malang, Senin (30/01/2023) pagi.

Kepala Bapenda, Handi Priyanto, mengatakan bahwa tujuan dilaunchingnya SPPT PBB, itu tentunya untuk memudahkan masyarakat Kota Malang, dalam membayarkan wajib pajak. Selain itu, juga untuk mempercepat pembayaran agar masuk dalam rekening kas daerah.

Untuk SPPT PBB Tahun 2023 ini, juga dilengkapi QR-code atau Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS). Hal itu, menjadi satu-satunya dan pertama di Jawa Timur, dari 38 Kota/Kabupaten yang ada.

“Pembedanya tahun ini dengan tahun sebelumnya, adalah kita lengkapi SPPT PBB dengan QRIS. Baru Kota Malang saja yang menggunakan QRIS ini,” kata Kepala Bapenda.

Kemudian, tambahnya, dalam penggunaan QRIS ini menurutnya masyarakat bisa melakukan pembayaran melalui bank apapun. Hanya tinggal scan barcode melalui M-Banking atau aplikasi pembayaran online lainnya dan tinggal membayar.

“Untuk QRIS ini langsung sesuai angka yang tertera di dalamnya. Pembayarannya bisa dilakukan dari aplikasi bank apapun. Tidak hanya bank tertentu saja,” lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikan, terkait dengan target pendapatan dari PBB, dikatakannya jika tidak ada perubahan dari tahun lalu, yakni sebesar Rp 80 miliar. Namun, pihaknya hanya menambah fasilitas wajib pajak saja. Selain itu, untuk mendorong masyarakat dalam membayarkan wajib pajak, akan ada beberapa hal yang dilakukan.

“Gebyar sadar pajak tetap kita lakukan. Karena itu juga untuk menstimulus masyarakat dengan pemberian reward. Dan tahun ini insyaallah kalau gak salah, akan kita tambahkan reward berupa satu unit mobil,” katanya.

Baca juga:

Sementara, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap agar masyarakat Kota Malang bisa tepat waktu dalam melakukan pembayaran pajak. Sebab, uang tersebut nantinya juga akan kembali kepada masyarakat sendiri.

“Uangnya itu nanti untuk kepentingan masyarakat. Membantu orang yang tidak mampu, dan untuk pembangunan Kota Malang,” tegas Wali Kota Sutiaji.

Untuk pemenuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang, menurutnya juga dibutuhkan kesadaran dari masyarakat. Sehingga, nantinya potensi daerah bisa mencapai Rp 3 triliun sampai Rp 5 triliun.

“Mestinya bisa kita mencapai itu. Asal tidak ada kebocoran, kemudian kesadaran masyarakat tinggi, dan orientasi nya bukan orientasi memberatkan. Jadi peningkatan pendapatan nanti goalnya untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Sutiaji. (rsy/sit/adv)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler