Connect with us

Komunikasi Sosial

Polinema Lawan Covid-19, Bergerak Pasang Wastafel Portable di 10 Pasar

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Satgas Covid-19 Polinema, Jumat (24/4/2020) mulai pagi bergerak mengirim wastafel portable atau alat cuci tangan portable, di 9 pasar Kota Malang. Sementara 1 unit di Kabupaten Malang, sudah dilakukan sebelumnya. Tim Polinema dipimpin Pembantu Direktur II Drs Halid Hasan, MStratHRM.

Pasar yang pagi itu dipasang alat cuci tangan portable antara lain :

1. Pasar Induk Gadang.
2. Pasar Buku Wilis.
3. Pasar Nusakambangan.
4. Pasar Bunga Splendid
5. Pasar Burung Splendid
6. Pasar Mergan.
7. Pasar Blimbing.
8. Pasar Baru Comboran
9. Pasar Embong Brantas

Halid Hasan menyampaikan jika Polinema memang memiliki Satgas Covid-19. Satgas ini berbeda dengan LPPM. Karena khusus menangani dampak covid-19, yang sifatnya pengabdian masyarakat. Salah satu programnya adalah memberikan bantuan alat cuci tangan portable.

“Kegiatan ini adalah program dari Polinema. Sementara ini, kita produksi 10 unit. Kita bagikan ke pasar di kota dan kabupaten. Nilai pembuatannya, sekitar 6,5 juta rupiah,” jelas Halid Hasan.

Selain alat cuci tangan portable, Polinema juga telah memproduksi dan menyebarkan bilik disinfektan 25 unit di beberapa daerah, masker, APD, face shield dan sembako. Bantuan itu diserahkan ke rumah sakit, puskemas, masjid, mushola, masyarakat dan mahasiswa Polinema yang tak bisa pulang kampung.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Wahyu Setianto memberikan apresiasi ke Polinema. Pihaknya sangat berterima kasih, karena alat cuci tangan ini memang benar-benar dibutuhkan.

“Bantuan dari Polinema paling banyak. Ada 9 unit, dan kita pasang di pasar-pasar Kota Malang. Di Kota Malang ada 20 pasar, dan kita sudah pasang semua, dari bantuan selain Polinema. Jadi kita bagi. Tapi ada 6 pasar yang tangkinya kecil. Nah ini sudah kita sampaikan ke Polinema, apabila ada tambahan 6 unit tangki besar, bisa sumbangkan,” jelas Wahyu Setiono. (yan)

 

Komunikasi Sosial

Salurkan Paket Sembako Untuk Senior

Diterbitkan

||

oleh

TALI ASIH : Anggota Polwan Polresta Malang Kota saat memberikan bingkisan dan paket sembako kepada Purn Polwan Polresta Malang Kota. (memo x/fik)
TALI ASIH : Anggota Polwan Polresta Malang Kota saat memberikan bingkisan dan paket sembako kepada Purn Polwan Polresta Malang Kota. (memo x/fik)

Giat Polwan Malang Kota Jelang Hari Jadi Polwan ke 72

Memontum, Malang – Jelang Hari Jadi Polwan ke 72 tahun 2020 yang diperingati setiap tanggal 1 September. Polwan Polresta Malang Kota gelar anjangsana ke kediaman purnawirawan Polwan sambil membagikan paket sembako, Sabtu (08/08/2020) pagi.

Dengan Motto Hari Jadi Polwan ke 72 Polwan siap mewujudkan kamtibmas Kondusif masyarakat semakin produktif ditengah Pandemi covid 19.

“Kegiatan yang dilaksanakan berupa korve bersama dan memberikan tali kasih berupa sembako dipimpin Kabag Sumda Polresta Malang Kota Kompol Amung Sri Wulandari,” ujar Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.

Dijelaskan juga olehnya kegiatan Anjangsana kebeberapa Purnawirawan Polri ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan Polwan Polresta Malang Kota.

“Walaupun di tengah Pandemi Covid-19, sama sekali tidak mengurangi kegiatan yang tiap tahun kami gelar.

“Kegiatan bagi bagi paket sembako ini hanya kepada para Purnawirawan Polwan saja, kepada kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu lainnya akan kami laksanakan, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19,” terangnya. (fik/man)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Ibis Hotel Siapkan Tatanan Baru

Diterbitkan

||

oleh

SIMULASI : Ibis Hotel mensimulasikan proses pernikahan dimasa pandemi Covid-19. (memo x/cw2)
SIMULASI : Ibis Hotel mensimulasikan proses pernikahan dimasa pandemi Covid-19. (memo x/cw2)

Malang, Memontum – Dimasa pandemi Covid-19, pemerintah masih membatasi berbagai event yang banyak mengumpulkan massa. Termasuk pelaksanaan resepsi pernikahan. Kegiatan pengumpulan massa dikhawatirkan bisa menjadi cluster baru dalam penyebaran virus Corona.

Saat ini diera tatanan baru (New Normal) beberapa peraturan yang sudah diubah untuk menekan penyebaran tersebut perlahan sudah mulai terbiasa. Dari protokol kesehatan, minimalisir kuota orang hingga yang sekarang sering dilakukan yaitu secara virtual atau online.

Terkait dengan kegiatan resepsi pernikahan, Ibis Hotel telah mempersiapkan diri untuk perhelatan sebuah pernikahan dengan metode tatanan baru. Persiapan tersebut mengikuti perwali 19 untuk protokol kesehatan dan standart nya. Hari ini (5/8/2020) Ibis hotel melakukan simulasi terkaita penyelenggaraan acara Pernikahan.

General Manager (GM) Ibis Styles Malang Ina Rianawati menerangkan bahwa ini adalah salah satu hotel all save table yang telah diverifikasi untuk memprioritaskan untuk masalah safety. “Safety itu bukan hanya untuk tamu, tapi dari semua pegawai kita juga pastinya akan kita perketat,” tambahnya.

Dari pihak Ibis Styles Malang sudah mendapatkan validasi dari Disporapar sejak tanggal 15 juni lalu untuk dapat mempersiapkan dan juga melaksanakan acara pernikahan dengan protokol kesehatan yang telah di tentukan. Namun dari pihak Ibis menjelaskan bahwa untuk saat ini belum ada event besar yang dilakukan.

“Kita sudah melakukan event-event sekala kecil seperti rapat yang kapasitas orang hanya sekitar 10 orang saja. Kalau untuk event besar kita belum melakukan seperti pernikahan, maka dari itu kita adakan dulu simulasi untuk kita tahu apa yang bisa kita evaluasi nantinya dan kita proses sampai matang untuk bisa melakukannya,” terangnya.

Kegiatan simulasi pernikahan yang di adakan oleh Ibis Styles Malang mengundang juga dari pihak Dinas Kesehatan, dari kelurahan dan media agar nantinya bisa dilihat langsung kesiapannya dan tatanan seperti apa untuk bisa segera dilangsungkan untuk event besar seperti pernikahan.

“Ini kami angkat agar publik bisa mengetahuinya juga. Jadi biar gak perlu di tunda-tunda lagi kalau mau nikah,” terangnya. Dari pihak hotel bulan lalu sudah melakukan acara atau event tapi hanya sekedar akad nikah yang kapasitasnya sedikit. Saat ini untuk lebih kedepannya agar acara pernikahan (keseluruhan) tidak hanya akad saja bisa terselenggara dengan baik dan lancar tetap dengan protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah. (cw2/man)

 

Lanjutkan Membaca

Komunikasi Sosial

Polresta Malang Kota Korban 6 Sapi dan 18 Kambing

Diterbitkan

||

oleh

pembagian daging ke.masyarakat. (Ist)
pembagian daging ke.masyarakat. (Ist)

Memontum Kota Malang – Sebanyak 6 sapi dan 18 kambing menjadi hewan Korban dari Polresta Malang Kota. Dari jumlah itu, hanya 3 sapi dan 6 kamping yang dilakukan penyembelihan di Mapolresta Malang Kota. Sedangkan lainnya didistribusikan ke masyarakat baik Pondok Pesantren, Panti Asuhan, lembaga pemasyarakatan, mushola dan masyarakat.

Sebanyak 24 hewan korban tersebut adalah sumbangan dari Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, para perwira dan anggotanya. Kapolresta Malang Kota sendiri menyumbangkan 2 ekor sapi.

Hewan korban yang disembelih di Mapolresta Malang Kota dibagikan kepada warga sekitar. Masyarakat sekitar diantar door to door, namun juga sebagaian masyarakat ada yanb mengambil di Polresta.

” Polwan, PNS melakukan pemotongan daging. Kita sangat memperhatikan protokol kesehatan. Pengemasannya juga menggunakan plastik bening. Tadi langsung diditribusikan ke masyarakat,” ujar Kasubag Humas Polreata MalangbKota Iptu Marhaeni.

Memastikan kondisi daging aman dikonsumsi, Polresta Malang Kota bekerjsama dengan tim dokter hewan Universitas Brawijaya. Pengecekan dilakukan secara detail dari hewan sebelum disembelih maupun sesudah dii sembelih.

” Mengecek kondisi hewan dan kualitas daging. Hewan harus benar-benar sehat agar daging nya aman dan layak untuk dibagikan ke masyarakat. Dari pengecekan, semua hewan korban yang di Polresta Malang kota semua sehat dan aman,” ujar Iptu Marhaeni.

Dokter Hewan dari UB, Ahmad Fauzi bahwa semua hewan tado kondisinya baik. “Setelah dicek kondisi fisiknya baik. Dicek organ hati, paru-paru maupun jantungnya juga kondisinya baik, tidak ada temuan penyakit, ataupun cacing hati pada hewan kurban. Tadi kemasannya juga bagus dikemas dalam plastik bening. Nantinya agar semakin higenis pemotongan daging untuk dibagi sebaiknya dilakukan di atas meja,” ujar Fauzi. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler