Connect with us

Hukum & Kriminal

BD Sabu Pasuruan Jualan ke Malang

Diterbitkan

||

Simpan 4,1 Ons SS dan 4.360 Butir Ekstasi

Memontum, Kota Malang – Bandar Gede (BD) narkotika jenis Sabu dan ekstasi, SBR alias Subairi (41) warga Dusun Ngembak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (15/4/2020) pukul 13.00, dirilis secara online di Mapolresta Malang Kota. Dia adalah bandar besar narkoba yang telah memasok Shabu-Shabu (SS ) dan ekstasi ke Kota Malang.

Tak tanggung-tanggung, saat ditangkap petugas Reskoba Polresta Malang Kota di rumahnya, Subairi kedapatan Barang Bukti (BB) 4,1 ons dan Ektasi /Inex sebanyak 4.360 butir. Kendati demikian, Subairi tetap mengaku bukan pengedar melainkan kurir perintah YG. Dengan upah Rp 2 juta setiap mengantar 1 ons SS dan 1000 butir Inex. Atas perbuatannya itu, Subairi dikenakan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009.

Tersangka Subairi. (ist)

Tersangka Subairi. (ist)

Informasinya penangkapan Subairi adalah hasil pengembangan dari penangkapan RDT (27) warga Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, beberapa hari lalu. Dengan BB SS seberat 4,26 ons dan 20 butir ekstasi. Meskipun demikian, RDT hanya mengaku sebagai kurir untik penjualan 1 ons SS akan mendapat komisi Rp 5 juta sedangkan untuk penjualan Pil Ekstasi akan mendapatkan komisi Rp 2 juta per 150 butir.

Meskipun pengirimannya dengan cara ranjau, namun dari pengembangan tersebut, petugas akhirnya berhasil mendapatkan informasi keberadaan Subairi. Saat ditangkap di rumahnya, Subairi tidak bisa mengelak lagi karena kedapatan SS dan Ekstasi dalam jumlah besar. Namun dia mengaku tidak mengetahui rumah YG, bandar yang berada di atasnya dikarenakan pengirimannya juga melalui sistem ranjau.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka ditangkap karena kasus narkotika.

“Tersangka kami kenakan Pasal 114 ayat (2) dan 112 Ayat (2) UU. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Serang Petugas dengan Sebilah Clurit, Dua Pelaku Curanmor Ditembak

Diterbitkan

||

Serang Petugas dengan Sebilah Clurit, Dua Pelaku Curanmor Ditembak
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus saat menunjukan BB clurit milik tersangka. (gie)

Memontum Kota Malang – Penangkapan dua pelaku Curanmor yang sempat viral pada Rabu (24/2/2021) pukul 15.00 di Jl Danau Kerinci, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akhirnya dirilis di Polresta Malang Kota, pada Kamis (25/2/2021) pukul 13.30.

Mereka berinisial Wiyanto alias Win (31) warga kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan Slamet (32) sopir travel, warga Paserpan, Kabupaten Pasuruan.

Baca: Curanmor Bersenjata Clurit Dilumpuhkan Polisi di Sawojajar

Ternyata saat proses penangkapan itu, salah satu pelaku yakni Win sempat menyerang petugas dengan sebilah clurit. Bahkan saat itu mengenai kaki salah satu petugas Resmob Polresta Malang Kota.

Beruntung saat itu Win lupa melepas sarung cluritnya hingga hanya membuat petugas mengalami sedikit luka. Karena menyerang petugas, terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur.

Kedua kaki Win, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan. Begitu juga dengan Slamet, yang juga terkena tembakan pada kedua kakinya. Saat dirilis di Polresta Malang Kota, tampak Win dan Slamet memakai kursi roda.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIKMH mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari pengamantan penyelidikan kasus Curanmor di Kani Cafe di simpang tiga Jati, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Selasa (23/2) pukul 23.00.

“Korbannya seorang perempauan berinisial AC warga Kedungkandang, Kota Malang. Korban memarkir motor Honda Scoopy Nopol N 6979 BA sejak pukul 20.00. Namun sekitar pujul 23.00, saat hendak pulang, dia kehilangan motor miliknya. Kejadian itu selanjutbya dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Atas laporan itu petugas mendatangi lokasi mendapatkan CCTV aksi pelaku,” ujar Kombes Pol Leonardus.

Tersangka Slamet dan Win saat dirilis. (gie)

Petugas melakukan penyelidikan hingga mendapati kedua tersangka mengendarai motor honda Beat hendak beraksi di kawasan Sawojajar. Aksi kejar-krejaran pun terjadi, sempat dilakukan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka tidak mau berhenti.

Petugas akhirnya berhasil mengejar motor tersangka yang saat itu dikemudikan oleh S. Keduanya berhasil dihentikan oleh petugas. Namun saat akan dilakukan pengeledahan, Win mengeluarkan sebelah clurit membacokannya sebanyak 2 kali ke arah kaki petugas. Saat itulah dilakukan tindakan tegas terukur.

Baca juga: Gugatan Class Action Pedagang Pasar Blimbing, Ditolak

“Motor Scoopy hasil curian kedua tersangka kami temukan di parkir di dalam sebuah warung di kawasan Purwodadi. BB yang kami amankan adalah motor Honda Scoopy, Honda Beat yang digunakan oleh pelaku sebagai sarana, 3 gagang kunci T, 16 mata, sebilah clurit, kunci pas, cutter, gunting, plat nopol. Saat ini masih kami kembangkan,” ujar Kombes Pol Leonardus.

Pihaknya mengimbau kepada para pelaku Curanmor untuk tidak melakukan aksinya di Kota Malang. “Pesan tegas kepada para pelaku, kalau masih mencoba melakukan aksinya di Kota Malang, akan kami tindakan tegas terukur (tembak). Dosisnya akan kami tingkatkan. Kami akan lakukan tindakan tegas terukur, apalagi kalau sampai berani menyerang petugas. Kedua tersangka ini kami kenakan Pasal 363 ayat 3, 4 dan 5 KUHP dengan ancaman selama 9 tahun,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Hobby Menghisap Ganja, Warga Mulyorejo Dibekuk Polisi

Diterbitkan

||

Hobby Menghisap Ganja, Warga Mulyorejo Dibekuk Polisi
Tersangka Riza saat dirilis di Polsek Sukun. (gie)

Memontum Kota Malang – Tersangka Riza Jodi Mardiantoro (26) warga Jl Budi Utomo, Keluran Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (25/2/2021) siang, masih meringkuk di balik jeruji besi Polsekta Sukun.

Sebelumnya, dia ditangkap petugas Reskrim Polsek Sukun di rumahnya karena telah menyimpan 1 poket ganja kering yang dikemas bulat sebesar bola kasti.

Informasi Memontum.com bahwa penangkapan Riza berawal setelah petugas melakukan penyelidikan terkait peredaran narkotika jenis ganja di kawasan Mulyorejo. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap Riza di depan rumahnya.

Saat di geledah di rumahnya, petugas akhirnya berhasil mendapatkan Barang Bukti (BB) berupa 1 poket ganja kering yang dikemas bulat seberat 24 gram dan timbangan kecil. Atas BB tersebut, Riza tidak bisa mengelak lagi hingga langsung dibawa ke Polsek Sukun.

Baca juga: Simpan SS di Kemasan Kopi, Perawat Burung Kontes Bandulan Ditangkap Polisi

Kepada petugas, tersangka mengaku bahwa ganja miliknya dibeli pada 13 Februari pukul 22.00 dari pengedar berinisial DAG. Yakni pengirimannya menggunakan sistem ranjau di sekitaran SPBU Sukun.

Pada saat itu dia membeli dari DAG sebesar Rp 2,5 juta. Dengan harga itu, Riza mendapatkan 4 poket ganja dengan kemasan bulat. Total seberat 1 ons.

Dia mengaku mengkonsumsinya sendiri hingga hanya tersisa 1 poket saja. Meskipun kedapatan timbangan juga, namun Riza tetap bersikukuh bahwa tersangka mengaku hanya sebagai pengguna. Kini petugas Polsek Sukun masih terus melakukan pengembangan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kapolsek Sukun Kompol Suyoto SH MH mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 12 tahun tahun penjara.

“Tersangka RJM mengaku bahwa ganja yang dibelinya itu dikonsumsi sendiri. Kami masih terus melakukan pengembangan. Kami akan terua memberantas peredaran narkotika di Kota Malang,” ujar Kompol Suyoto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Curanmor Bersenjata Clurit Dilumpuhkan Polisi di Sawojajar

Diterbitkan

||

Curanmor Bersenjata Clurit Dilumpuhkan Polisi di Sawojajar
Pelaku saat ditangkap. (ist)

Memontum Kota Malang – Dua pelaku Curanmor yang sudah menjadi DPO petugas Resmob Polresta Malang Kota berhasil diringkus di kawasan Jl Danau Kerinci, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 15.00.

Sebelum penangkapan sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Saat itu pelaku yang mengendarai motor secara berboncengan dikejar oleh petugas Resmob yang juga mengendarai motor. Bahkan terdengar seperti suara tembakan yang diletupkan oleh anggota kepolisian.

“Tadi sebelum pelaku terjatuh, sempat terdengar suara letusan sebanyak 3 kali. Kemungkinan saat itu petugas kepolisian memberikan tembakan peringatan,” ujar Yono (42) warga sekitar.

Diduga karena panik dan ketakutan, pelaku Curanmor bersenjatakan clurit ini kehilangan kendali saat mengendarai motornya hingga terjatuh.

Baca juga: Catut Foto dan Nama Ketua Dewan Kota Malang, Pelaku Gondol Uang Rp 3 Juta

Dari rekaman warga, tampak petugas kepolisian menodongkan pistol ke arah dua pelaku yang saat itu sudah berada di jalan.

Namun informasinya, satu pelaku sebelumnya berusaha kabur usai terjatuh dari motor. “Ternyata ada satu orang yang berusaha kabur. Setelah itu polisi menembakkan tembakan peringatan ke udara. Selanjutnya pelaku yang berusaha kabur itu terjatuh hingga langsung ditangkap. Kejadiannya sangat cepat pelakunya kemudian dibawa masuk ke dalam mobil,” ujar Yono.

Akibat jatuh dari motor tersebut, kedua pelaku mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. “Keduanya pelaku Curanmor,” ujar salah satu petugas.

Adapun BB yangbdiamankan petugas berupa sebilah clurit, dua pasang nopol, beberapa kunci T, obeng, ginting beberapa barang bukti lainnya. Belum diketahui secera pasti identitas karena masih dalam pengembangan petugas Resmob Polresta Malang Kota. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler