Connect with us

Pemerintahan

Pemuda Pancasila Kota Malang Bergerak, Jaga Stabilitas Keamanan, Dirikan Posko di Titik Rawan dan 5 Kecamatan

Diterbitkan

||

pembentukan satgas MPC PP Kota Malang dalam pencegahan penyebaran Covid 19 dan persiapan membantu aparat keamanan dalam stabilitas Kota Malang. (gie)
pembentukan satgas MPC PP Kota Malang dalam pencegahan penyebaran Covid 19 dan persiapan membantu aparat keamanan dalam stabilitas Kota Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Demi menjaga stabilitas keamanan dan kondisifitas Kota Malang, MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang, merapatkan barisan siap membantu aparat keamanan. Pihaknya bahkan akan membuat posko-posko di beberapa titik rawan di Kota Malang.

Dalam rapat koordinasi MPC PP Kota Malang pada Selasa (14/4/2020) sore ini, mereka berkomitmen untuk membantu petugas kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tentunya apa yang dilakukan oleh MPC PP ini mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko, yang hadir dalam kegiatan ini.

Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko bersama anggota PP. (gie)

Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko bersama anggota PP. (gie)

“Kegiatan PP sangat dirasakan. Mulai dari kegiatan penyemprotan disinfektan dan kegiatan sosial lainnya. Ini bisa membangkitkan motivasi masyarakat. Karena dampak dari Covid-19, sangat besar, selain penularannya sangat cepat, juga berdampak dalam hal ekonomi, sosial dan psikologis,” ujar Sofyan Edi.

Dengan turut sertanya PP membantu menjaga keamanan diharapkan pula masyarakat bisa semakin tenang dengan terciptanya situasi yang aman dan kondusif. “Faktor yang sangat penting dijaga dan dirawat bersama-sama adalah situasi yang kondusifndisaat kita bersama-sama berjuang dalam menangani Covid 19. Saat ini PP sudah membentuk satuan tugas akan bersama-sama dengan komponen masyarakat yang lain, bersama arek-arek Malang, Pemerintah Kota Malang, Petugas kepolisian dan Kodim yang ada di Kota Malang untuk selalu menciptakan suasana aman dan kondusif,” ujar Sofyan Edi.

Ditambahkan pula jika suasana semakin aman dan kondusif, masyarakat akan semakin tenang diharapkan mempercepat pemulihan Covid 19. “Insyallah dengan kondisi yang aman dan kondusif, gerakan untuk pembrantasan Covid 19 terus di jalankan, maka masyarakat akan ada ketenangan. Itu akan mempercepat pemulihan,” ujar Sofyan Edi.

Sementara itu Ketua MPC PP Kota Malang H Agus Sunar Dewabrata SH, bahwa pihaknya akan mengerahkan semua anggota PP untuk siap membantu tugas aparat keamanan. “PP Kota Malang akan bahu membahu dengan aparat keamanan dan pemerintah. Memikirkan dampak Virus Corona. Kita ingin Kota Malang yang kita cintai ini tetap kondusif, aman dan nyaman untuk kita semua. Semua anggota PP siap membantu tugas aparat keamanan,”” ujar H Nanang, panggilan akrab Agus Sunar Dewabrata.

Melihat dampak Covid 19 sangat luar biasa membuat ekonomi berantakan di masyarakat menengah ke bawah. “Dampaknya luar biasa pada perekonomian. Nanti akan ada posko-posko di 5 PAC. Nantinya pemberian dari pemerintah maupun donatur-donatur akan kami bantu juga agar tepat sasaran dalam memberikan bantuan. Terkait keamanan kami siap membantu pengamanan. Nantinya kita akan koordinasi dengan pihak kepolisian. Posko juga akan kita tempatkan di daerah yang dianggp rawan agar tepat dan efisian,” ujar H Nanang. Dalam acara rakor dan pembentukan satgas ini juga dihadiri Kasat Intel Polresta Malang kota Kompol Sutiyono. (gie/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PAD 2021 Diproyeksikan Capai Rp 1,8 Trilliun

Diterbitkan

||

Suasana rapat paripurna penyampaian ringkasan nota Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021.
Suasana rapat paripurna penyampaian ringkasan nota Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021.

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan ringkasan nota Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Jalan Tugu Kota Malang, Senin (26/10) tadi. Dalam penjelasannya, PAD untuk Tahun anggaran 2021, ditargetkan mampu menembus angka hingga Rp 1,8 trilllun.

“Rincian pendapatan sebagai berikut, anggaran pajak ditargetkan sebesar Rp 511 milyar, retribusi daerah sebesar Rp 45 milyar, target hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp 36 milyar,” kata Sutiaji dalam penyampaian rapat paripurna.

Terkait pendapatan transfer Tahun 2021, ditargetkan sebesar Rp 1,1 trilliun dan pendapatan daerah lainnya yang sah sebesar Rp 93 milyar. “Untuk anggaran belanja daerah Tahun 2021, dialokasikan sebesar Rp 1,9 trilliun. Dengan rincian sebagai berikut, belanja operasional sebesar Rp 1,7 trilliun, belanja pegawai sebesar Rp 923 milyar, untuk belanja dan jasa sebesar Rp 710 milyar dan belanja hibah sebesar Rp 104 milyar,” ujarnya.

Untuk belanja bantuan sosial, Sutiaji menjelaskan, dialokasikan sebesar Rp 13 milyar, belanja modal sebesar Rp 129 milyar dan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 71 milyar. Dana BTT ini nanti salah satunya akan diproyeksikan dalam penanganan Cocid-19.

Ditambahkan, bahwa saat ini pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim, belum mengeluarkan kebijakan atas besaran anggaran yang ditetapkan. Sehingga, dalam RAPBD Kota Malang Tahun 2021, belum mencantumkan anggaran transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Selain itu, dirinya juga menambahkan, bahwa proyeksi APBD anggaran Tahun 2021 mengalami difisit sebesar 78 milyar. Difisit anggaran tersebut, nantinya akan ditutup dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). “Sejauh ini kita memiliki Silpa sebesar 103 milyar, dan sudah digunakan 25 Milyar. Maka, difisit tersebut akan ditutup dengan Silpa,” pungkasnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wawali Izinkan Peringatan Maulid Nabi

Diterbitkan

||

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dikonfirmasi usai mengisi sambutan dalam acara Anniversary FKKAUB di Kelurahan Bandungrejosari.

Dengan Tetap Mengedepankan Standar Prokes

Memontum Kota Malang – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengizinkan kegiatan Maulid Nabi kepada seluruh warga yang hendak melaksanakan serangkaian ibadah. Hal tersebut, disampaikannya seusai mengisi sambutan dalam acara Anniversary Forum Komunikasi Kerukunan Antar Umat Beragama (FKKAUB) di Kelurahan Bandungrejosari, Kota Malang, Minggu (25/10) tadi.

“Boleh dilakukan, silahkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan protokol kesehatan dan jumlah orangnya. Jangan sampai, terlalu padat dan akhirnya tidak terjadi physical distancing,” jelasnya kepada Memontum.com.

Ditambahkannya, bahwa kegiatan Maulid Nabi, tetap bisa dilakukan agar kerukunan antar sesama umat muslim terjaga. Seperti yang disampaikan, dalam sambutannya bahwa salah satu tugas sebagai manusia adalah menjalin kerukunan, baik yang antar umat muslim maupun antar umat beragama yang lain.

“Menjalin kerukunan itu merupakan tindakan yang derajatnya tinggi. Bahkan, ada lagi yang lebih tinggi lagi adalah merawatnya. Sebab, merawat itu lebih susah daripada memulai,” tegas Bung Edi-sapaan akrab Wawali Kota Malang.

Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufik, menambahkan untuk warga yang ingin mengadakan acara Maulid Nabi dengan jumlah yang banyak, bisa dilakukan dengan virtual melalui aplikasi seperti zoom.

“Jadi, Maulid Nabinya tetap berjalan lancar. Sekaligus, bisa banyak yang ikut tanpa harus khawatir terpapar virus Covid-19,” imbuh Ahmad yang berada disisi Bung Edi.

Bung Edi juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah lengah dengan kondisi libur panjang di akhir bulan nanti. Sebab, kalau lengah maka akan menurunkan Kota Malang untuk menjadi Zona Merah kembali. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Selama Libur Panjang Kota Malang Tetap Terima Wisatawan

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang, Sutiaji.
Wali Kota Malang, Sutiaji.

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak akan melakukan pembatasan wilayah selama memasuki cuti bersama atau libur panjang. Bahkan, terhadap wisatawan yang bakal ke Kota Malang, juga diberlakukan hal serupa.

“Silahkan berlibur, karena memang ini seperti hari raya (libur panjangnya). Dan pasti, hari Selasa sore dan Rabu, akan menjadi puncak-puncaknya mudik. Kemudian Minggunya, puncaknya arus balik,” ujar Sutiaji saat diwawancarai pada Kamis (22/10) tadi.

Sebenarnya, tambah Sutiaji, ada saran dari epidemiologi, bahwa boleh mudik tapi tidak usah liburan. Hanya saja, untuk tempat-tempat wisata tetap dibuka.

“Intinya, tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Mensikapi libur panjang, Sutiaji menjelaskan, bahwa pihaknya telah meminta kepada instansi terkait, yakni Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, untuk melakukan pengecekan fasilitas. Salah satunya, standart protokol kesehatan di tiap tempat wisata dan hotel.

“Hal itu tetap dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid. Saya minta, prosedur untuk cuci tangan, thermogun, wajib dilakukan,” tegasnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler