Connect with us

Pemerintahan

Waspadai Jajanan Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Walikota Sutiaji Minta BPOM Lakukan Pemantauan

Diterbitkan

||

Waspadai Jajanan Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Walikota Sutiaji Minta BPOM Lakukan Pemantauan

Memontum Kota Malang – Saat menerima audiensi Pimpinan dan Pejabat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jawa Timur di ruang rapat Walikota (27/2/2020), Sutiaji Walikota Malang meminta BPOM untuk terus mengedukasi sekaligus monitoring kualitas jajanan (makanan dan minuman, red) yang dijual di lingkungan sekolah pada khususnya, maupun dipublik pada umumnya.

“Kesehatan anak-anak harus jadi perhatian kita semua. Jangan sampai mereka terpapar zat kimiawi yang membahayakan. Karena ada kalanya jajanan (makanan dan minuman) hanya menekankan rasa (nikmat dan enak semata, red) tapi mengabaikan aspek hieginisnya. Maka, saya minta ada pengawasan secara periodik,” pinta Walikota Malang.

Pun demikian, Sutiaji juga mengharapkan sinergi antara BPOM dengan Disperindagkop dan Dinkes Kota Malang untuk memberikan fasilitasi UMKM agar mendapatkan Surat Ijin Edar.

“Ini karena (kota Malang) termasuk tinggi jasa usaha di bidang kulinernya. Maka harus disertai dengan mutu produknya dan terjamin aspek keamanan kesehatannya,” ujar Pak Aji, demikian alumni IAIN ini biasa disapa.

Sementara itu, I Made Bagus Gerametta, Pimpinan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jatim, menginformasikan sejak 2019 telah membuka desk layanan, termasuk menghadirkan tim pusat agar ijin tuntas dalam satu hari.

“Di tahun 2019 kemarin, untuk kota Malang telah kita keluarkan 120 ijin edar. Itu kita fasilitasi dalam layanan desk tersebut, dan ini akan kita lanjutkan di 2020. Diantaranya bekerjasama dengan Bakorwil III Malang, sebulan sekali membuka layanan konsultasi dan pengurusan ijin kepada pelaku usaha, “info Gerametta. Selain itu kita juga telah mengembangkan aplikasi perijinan BPOM untuk memudahkan perijinan. Imbuh pria Bali tersebut.

Kepada Walikota Malang, Gerametta juga melaporkan, selain sosialisasi dan edukasi, BPOM juga melakukan langkah penindakan.

“Di Malang, juga sempat terdeteksi ada produk dan beredar kosmetik yang dinilai tidak higienis. Dan itu penjualannya melalui on line. Dan sudah kami (BPOM) amankan,” tegas Pimpinan BPOM jatim tersebut. (*/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

TNI-Polri dan Pemerintah Kota Malang Tekan Penyebaran Covid 19

Diterbitkan

||

TNI-Polri dan Pemerintah Kota Malang Tekan Penyebaran Covid 19

Memontum, Kota Malang – Pemerintah Kota Kota Malang, Kodim 0833 dan Polresta Malang Kota terus bersinergi berada di garis depan dalam memerangi penyebaran Virus Corona/ Covid 19.

Petugas-petugas yang berjaga di posko Satgas Penanganan Covid-19 yang berada di Terminal Landungsari, Terminal Arjosari, di perbatasan Kota Malang ( Perum Graha Kencana ) dan Stasiun Kota Baru, tanpa lelah melakukan pemeriksaan warga yang hendak masuk ke Kota Malang.

Screening dan penumpang KA yang bertujuan ke Kota Malang. (gie)

Screening dan penumpang KA yang bertujuan ke Kota Malang. (gie)

Bahkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson secara rutin terus menerus melakukan peninjauan berkeliling ke posko.

Seperti halnya pada Jumat (3/4/2020) siang, saat Memontum.com mendatangi Stasiun Kota Baru, tampak Kombes Pol Leonardus bersama jajarannya dan juga Letkol Inf Tomny Anderson ikut bersama-sama melakukan pemantauan warga yang bertujuan datang ke Kota Malang.

Satu persatu penumpang yang turun diminta melakukan cuci tangan dengan Hand Sanitizer, mengisi data sesuai KTP serta tujuan ke Kota Malang, juga dilakukan screening suhu badan dengan menghunakan Thermogun.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus menjelaskan bahwa Posko Satgas Penanganan Covid -19, bahwa pihaknya akan terus melakukan seleksi warga yang datang ke Kota Malang untuk terlebih dahulu dilakukan pendataan Screening Covid 19.

“Ini adalah sinergitas Polri bersama rekan-rekan Kodim, Dishub, Dinas Kesehatan dan Pol PP. Kita lakukan thermogun mengecek suhu tubuh, mengecek tujuan dan dari mana berasal. Mengisi data sesuai KTP. Dalam heberapa hari ini sudah sekitar 300 orang yang sudah kita deteksi. Di sini (Stasiun Kota Baru) ada penurunan hingga 70 persen penumpang KA,” ujar Kombes Pol Leonardus.

Sementara itu Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson mengatakan bahwa sinergitas TNI Polri dan Pemerintah Kota Malang akan terus ditingkatkan dalam penanganan Covid-19.

“Kita juga tekankan kepada petugas anggota supaya pengamanan diri sendiri juga harus diutamakan. Bahwa mereka setiap hari di lapangan harus menggunakan alat pengaman untuk diri sendiri seperti sarung tangan, masker dan juga harus memakai pelindung mata saat melakukan penyemprotan. Kami akan semakin tingkatkan sinergitas untuk menangani penyebaran Covid 19,” ujar Letkol Inf Tomny Anderson. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pembatasan Sosial Berskala Besar, Giliran Jalan Veteran Ditutup

Diterbitkan

||

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson. (gie)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus dan Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson. (gie)

Memontum, Kota Malang – Setelah Jl Ijen Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang ditutup pada Sabtu dan Minggu pukul 08.00 hingga pukul 12.00 dan pukul 19.00 hingga pukul 23.00, kini giliran ruas Jl Veteran, Kota Malang, yang ditutup.

Ruas Jl Veteran ditutup pada Sabtu dan Minggu pukul 06.00 hingga pukul 10.00 dan pukul 21.00 hingga pukul 24.00. Penutupan ini sendiri rencananya akan dimulai pada Sabtu (4/4/2020) pagi. Tentunya Physical Distancing yang kini sudah ditingkatkan menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini untuk menekan penyebaran Virus Corona /Covid-19.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, saat ditemui Memontum.com di sela-sela kunjungan Posko Satgas Penanganan Covid-19 di Stasiun Kota Baru, mengatakan bahwa Jl Veteran akan ditutup pada Sabtu dan Minggu pukul 06.00 hingga pukul 10.00 dan pukul 21.00 jingga pukul 24.00.

“Pembatasan Sosial Berskla Besar. Kalau sebelumnya di Jl Ijen Besar, saat ini kita tambahkan di Jl Veteran juga pada Sabtu dan Minggu. Seperti yang diketahui bahwa Jl Veteran kawasan yang cukup ramai. Awalnya akan kita berlakukan pada Sabtu dan Minggu pukul 06.00 hingga pukul 10.00 dan pukul 21.00 hingga pukul 24.00. Nantinya akan kita uji cobakan setiap hari,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkot Malang Skenariokan Rumah Isolasi atau Safe House Covid-19

Diterbitkan

||

Pemkot Malang Skenariokan Rumah Isolasi atau Safe House Covid-19

Memontum Kota Malang – Upaya penanggulangan Covid-19 (Corona Virus Deasease 2019) oleh Pemkot Malang, setiap harinya dilakukan evaluasi dan analisa. Baik itu penanganan pasien maupun pencegahan dan sosialisasi ke masyarakat. Penerapan sosial dan physical distancing, menuntup hiburan malam, membatasi toko, warung dan restoran atau kerumunan orang hingga pukul 20.00 telah dilakukan. Namun, terbarukan Kota Malang juga dimungkinkan kedatangan pemudik yang pulang kampung lebih awal.

Ini dikarenakan warga Kota Malang yang bekerja di luar kota, juga di rumahkan sementara, sehingga banyak yang menyegerakan pulang kampung. Belum lagi penyintas warga luar Kota Malang, yang juga akan balik ke kampung asalnya. Ditambah lagi perkembangan belakangan ini, yang sebagian masyarakat masih memandang perkembangan corona bukan sesuatu yang perlu diwaspadai.

“Itu bisa kita lihat 2 – 3 hari ini pasca kita kabarkan 3 PDP positif sembuh, ternyata publik merespon seakan Kota Malang sudah aman (jalan raya ramai kembali– red). Jadi diantara kegembiraan, saya prihatin karena ini sungguh membahayakan. Sudah berulangkali saya sampaikan hati-hati dan jangan lengah. Ini belum berakhir, dan angka ODR (Orang Dengan Resiko), ODP (Orang Dalam Pantauan) serta PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terus bertambah, “ ujar Sutiaji, Walikota Malang saat koordinasi dengan Forpimda Malang Raya, Rabu (1/4/2020).

Menyikapi Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, yang sekarang menambahkan kriteria baru yakni OTG (Orang Tanpa Gejala). Mereka adalah orang-orang yang memiliki kontak erat dengan konfirm positif, maka perlu dilakukan langkah progresif. Apalagi, Sutiaji menyatakan jika 68 persen tenaga kesehatan yang menangani covid-19, juga sudah mengalami kondisi drop. Ditambah pula oleh realita APD (Alat Pengaman Diri) makin menipis dan makin sulit didapat. “Informasi ini saya dapatkan setelah saya video conference dengan direktur atau pimpinan rumah sakit di Kota Malang,” imbuh orang nomor satu di Kota Malang ini.

Saat dikonfirmasi, apakah Pemkot Malang akan mengambil langkah mendirikan rumah sakit darurat khusus covid-19, atau juga kemungkinan memanfaatkan GOR Ken Arok dijadikan tempat karantina, Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widiyanto menjelaskan, jika pihaknya sudah mewacanakan hal tersebut. Namun, belum terskenariokan mendirikan rumah sakit darurat.

“Kita masih fokus pada penyediaan rumah isolasi atau safe house,” ujar Pak Wid, panggilan Nur Widiyanto .

“Sementara terskenariokan di guest house, tapi belum dikunci,” imbuh Pak Wid.

Perlu diketahui jika Pemkot Malang memiliki aset guest house di Jl Kawi. Jika terlaksana, maka ini merupakan langkah antisipasi yang patut mendapat apresiasi. Guest house bisa digunakan untuk isolasi atau karantina jika nantinya kapasitas beberapa rumah sakit rujukan tidak lagi mampu menampung. (yan)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler