Connect with us

Hukum & Kriminal

Bisnis Ganja dalam Kampus, Mahasiswa Dibekuk Polisi

Diterbitkan

||

Tersangka Fariz, Frank, Eco dan Agam saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (ist)
Tersangka Fariz, Frank, Eco dan Agam saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (ist)

Memontum, Kota Malang – Apa yang dilakukan oleh FIP alias Fariz (23) mahasiswa, warga asal Jl MT Haryono Gang VI, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kora Malang, sama sekali tidak patut ditiru. Sebagai mahasiswa, harusnya dia bisa membanggakan keluarga dengan berprestasi di kampus.

Namun sebaliknya, bukannya membanggakan, Fariz malah berurusan dengan pihak kepolisian karena akan melakukan transaksi penjualan ganja di lingkungan kampus Universitas Negeri Malang.

Fariz dibekuk saat berada di kantin Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang pada Jumat (14/2/2020) pukul 17.30. Saat ditangkap, Fariz kedapatan 5 poket ganja seberat 131,28 gram, HP Oppo yang digunakan untuk bertransaksi dan tas untuk menyimpan ganja.

Atas perbuatannya itu, Fariz kini harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Malang Kota. Kasusnya sendiri baru dirilis pada Jumat (21/2/2020) pukul 13.00. Ternyata selain menangkap Fariz, petugas Reskoba Polresta Malang Kota juga menangkap 3 tersangka lainnya yang terkait pengembangan dari penangkapan ini.

Mereka adalah AKW alias Frank (20) mahasiswa, warga Dusun Ngadireso, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang atau Jl Vinolia, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Tersangka ASY alias Aco (24) karyawan swasta, warga Jl Mastrip, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya atau Asrama Hasanuddin Jl Simpang Dieng Utara, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Berikutnya, tersangka MFB alias Agam (23) mahasiswa, warga Jl Talas IV, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang atau Perum Dwiga Regency, Kelurahan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Informasi Memontum.com bahwa Fariz telah membelo ganja dari Medan seberat 1 kg ganja seharga Rp.6,5 juta. Pengiriman nya sendiri melalui jasa paket yang kemudian diambill Frank untuk diserahkan kepada Fariz.
Perugas Reskoba Polresta Malang Kota akhirnya mendapat informasi kalau Fariz kerap menjual ganja di lingkungan kampus.

Oleh karena itu, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli. Ternyata benar, Fariz melayani penjualan ganja hingga disepakati lokasi transaksi di Kantin Universitas Negeri Malang.

Petugas kemudian melkukan oenangkapan terhadap Fariz. Saat itu mahasiswa semester atas ini tidak bisa mengelak karena kedapatan ganja . Yakni kedapatan 5 poket ganja sebwrat 131,28 gram, HP Oppo yang digunakan untuk bertransaksi dan tas untuk menyimpan ganja.

Saat itulah nama Frank terkuak dikarenakan selain bertugas mengambil ganja dari paket pengiriman Frank juga bertugas mengelola ganja sebanyak 750 gram. Petugas kemudian berhasil menangkap Frank di Jl Vinolia.

Dari hasil.pengembangan, petugas berhasil menaangkap ASY alias Aco. Dia ditangkap karena telah membeli ganja dari Frank. Adapun BB yang fiamankan dari tangan Aco berupa 2 bungkus ganja 1 bungkus berisi batang ganja dengan total keseluruhan seberat 210,79 gram.

Tidak hanya menangkap Aco, petugas juga menangkap Agam karena telah membeli ganja kepada Fariz. Saat ditangkap Agam kedapatan BB 1 botol berisi ganja seberat 9,16 gram. Kini keempat tersangka masih dalam pengembangan petugas.

Perlu diketahui bahwa ganja yang telah berhasil dijual oleh Fariz seberat 250 gram dengan harga Rp 3,3 juta. Sedangkan total ganja yang berhasil diamankan oleh petugas dari para tersangka seberat 500 gram.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa pihaknya akan terus memerangi peredaran narkotika di Kota Malang.

“Tersangka FIF dan tersangka frank kami kenakan Pasal 111 ayat 1 dan/atau Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangka tersangka Aco dan Agam kami kenakan Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Rayakan Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Berbagi Sembako

Diterbitkan

||

oleh

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto secara simbolis menyerahkan bantuan sembako dalam.memperingati Hari Santri Nasional. (Ist)

Memontum Kota Malang – Memperingati Hari Santri Nasional 2021 yang masih dalam masa pandemi Covid-19, Polresta Malang Kota memilih untuk berbagi Sembako, Jumat (22/10/2021). Mengusung tema peringatan hari santri Nasional 2021 yakni Santri Siaga Jiwa dan Raga, di harapkan para santri dapat terus memberikan kontribusi positif di setiap kegiatan terutama dalam masa pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia. 

Sebanyak 2 Ton 750 kg beras dan 275 paket Sembako dari J99 Foundation di sebar ke 10 Ponpes yang berada di Wilayah Kota Malang. “Ponpes sangat berperan aktif dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan percepatan pelaksanaan Vaksinasi Nasional, diharapkan dapat mempercepat penanganan Covid 19,” ujar Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto SIK MSi.

Perjuangan para santri dalam turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, cukup besar. Ponpes-ponpes di Kota Malang, sejak awal sudah menerapkan protokol kesehatan. Bahkan Ponpes Tangguh juga bermunculan untuk ikut bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga:

AKBP Budi Hermanto bersama Wakapolresta dan PJU Polresta Malang Kota melepas keberangkatan kendaraan Bhabinkamtibmas Polresta Malang Kota yang di gunakan untuk mendistribusikan bantuan Sembako di wilayah Kota Malang. 

“Kami berpesan agar para santri dapat menjadi role mode dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan berperan aktif dalam percepatan vaksinasi Nasional. Tetap disiplin dalam protokol kesehatan  terutama dalam mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Selalu terapkan pola hidup sehat,” ujar AKBP Budi.

Sebelumnya, saat apel memperingati Hari Santri Nasional, AKBP Budi menyampaikan bahwa setiap tanggal 22 Oktober 2021 di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional. “Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kontribusi,upaya dan kerja keras para santri sudah cukup panjang perjalananya bahkan sebelum era kemerdekaan 1945 turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,” ujar AKBP Budi Hermanto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Lupa Matikan Kompor, Rumah Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman. (Ist)

Memontum Kota Malang –  Rumah milik Agus Purnomo (42), di Jl Kemantren Gang 1 RT 08 RW 03, Gang Imam Bonjol, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (21/10/2021), terbakar. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran ini, rumah beserta seluruh barang yang ada di dalamnya hangus. 

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00. Tiba-tiba rumah terbakar hingga Agus dan keluarganya berhamburan keluar rumah. Dia meminta tolong kepada para tetangganya hingga sempat dilakukan pemadaman dengan air seadanya.

Namun api semakin membesar membakar seluruh bangunan rumah. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang. Sebanyak 5 mobil pemadam dengan 20 personil segera tiba di lokasi. Petugas PMK bergerak cepat melakukan pemadaman ke titik-titik kobaran api. 

Baca juga:

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40. “Meskipun demikian, kami masih tetap melakukan pendinginan memastikan api benar-benar padam,” ujar Teguh.

Untuk luas area yang terbakar, sekitar 4×5 meter persegi. Teguh mengatakan bahwa dugaan kebakaran itu terjadi karena kelalaian dari pemilik rumah. Dimana pemilik rumah lupa mematikan kompor setelah selesai memasak. “Menurut penuturan pemilik rumah, kebakaran itu dipicu oleh kelalaiannya. Karena lupa mematikan kompor saat selesai memasak, selanjutnya api tak terkendali dan merembet ke bahan mudah terbakar yang ada di sekitar kompor,” ujarnya. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Warga Mergosono Kota Malang Ditemukan Tewas Mengenaskan

Diterbitkan

||

oleh

Petugas saat mendatangi lokasi kejadian. (ist)

Memontum Kota Malang – Seorang laki-laki bsrinisial Jnd.(26) waega Jl Kolonel Sugiono Gang III B, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 12.30, ditemukan tewas gantung diri. Dia ditemukan mengantung di depan kamar mandi rumahnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas segera tiba di lokasi. 

Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Jnd bekerja srabutan.Pada Kamis siang, Hadi (46) warga sekitar melintas di depan rumah korban. Saat itu dia melihat bahwa anak korban yang masih berusia tiga tahun menqngis di teras rumah.

Baca juga:

Saat itu Hadi menanyakan kepada anak tersebut, kenapa menanhis di depan rumah. Saat itulah si kecil menunjuk ke dalam rumahnya. Hadi sempat memanggil-manggil nama korban namun tidak ada jawaban. 

Karena tidak ada jawaban, Hadi pun mencoba masuk ke dalam rumah. Saat itulah akhirnya di ketahui kalau korban sudah dalam kondisi mengantung di area dapur depan kamar mandi. Terang saja hal itu membuat Hadi merqsa panik hingga meminta tolong warga sekitar. 

Petugas Polsek Kedungkandang yang mendapat laporan segera melakukan penyelidikan..termasuk mendatangkan tim identifikasi Polresta Malang Kota. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena hunuh diri.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan bahwa dugaan  tewasnya korban murni bunuh diri. “Tidak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara yang melatar belakangi karena faktor ekonomi. Keluarga korban telah menerima dengan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Ketua RT dan Ketua RW untuk tidak dilakukan otopsi terhadap Korban,” ujar Kompol Yusuf. (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler