Connect with us

Pendidikan

Smart Job Fair Polinema, Ribuan Pelamar Berjubel di Stand 36 Perusahaan

Diterbitkan

||

Animo para pelamar memadati stan-stan perusahaan penyedia lowongan kerja. (rhd)
Animo para pelamar memadati stan-stan perusahaan penyedia lowongan kerja. (adn)

Memontum Kota Malang – Job Placement Center Politeknik Negeri Malang (JPC Polinema) menggelar Smart Job Fair Polinema 2020 di Aula Pertamina Polinema, selama 2 hari, Rabu-Kamis (12-13/2/2020). Job fair yang ditargetkan mampu menarik animo sekitar lebih 3.000 pelamar/mahasiswa ini, dibuka mulai pukul 09.00-16.00 WIB setiap harinya.

“Sudah ada sekitar 3.000 pelamar/mahasiswa yang telah mendaftar di akun JPC Polinema, baik melalui medsos, WA, dan website. Bisa jadi akan terus bertambah,” ungkap Sigi Syah Wibowo, Ketua Panitia Smart Job Fair Polinema 2020.

Pemukulan gong oleh Pudir IV, sebagai simbol pembukaan Smart Job Fair Polinema 2020. (rhd)

Pemukulan gong oleh Pudir IV, sebagai simbol pembukaan Smart Job Fair Polinema 2020. (adn)

Job fair awal tahun ini, selain disupport oleh BRI IT, juga diikuti sekitar 36 mitra perusahaan, dimana 34 perusahaan hadir langsung untuk memberikan informasi terkait lowongan kerja yang disediakan, serta 4 perusahaan menyediakan drop box Curiculum Vitae (CV).

“Diharapkan melalui Smart Job Fair Polinema 2020 ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, baik Polinema, pelamar/mahasiswa, dan mitra perusahaan,” imbuh Sigi.

Disebutkannya, manfaat Smart Job Fair Polinema 2020 bagi Polinema, di antaranya meningkatkan citra Polinema di dunia pendidikan dalam program link and match dunia usaha dan dunia industri (du-di), peningkatan hubungan civitas akademika dengan kampus dalam menunjang program link and match, dan mempercepat data serap alumni melalui proses rekrutmen.

Sementara manfaat bagi pencari kerja, yaitu dapat memilih jenis pekerjaan sesuai dengan skill dan kompetensi yang dimiliki, dan mendapat jawaban langsung dari perusahaan terkait diterima atau tidaknya pada lowongan kerja yang dimaksud.

Penandatanganan MoU antara Polinema dan BRI IT. (rhd)

Penandatanganan MoU antara Polinema dan BRI IT. (adn)

Sedangkan manfaat bagi mitra perusahaan, yaitu capaian efesiensi dan biaya dalam rekrutmen, memperoleh calon karyawan sebagaimana yang diinginkan, sekaligus sarana promosi produk dan jasa terkait kualifikasi usaha.

“Harapannya, pelaksanaan mendatang lebih baik dan diikuti lebih banyak perusahaan dan pelamar yang turut membentuk link and match. Sehingga semakin banyak pula alumni yang direkrut untuk mengembangkan SDM unggulan. Selain itu, wadah dan sinergi antar perusahaan yang bertemu untuk dapat mengembangkan kerjasama lebih luas,” tandas Sigi.

Luchis Rubianto berdialog dengan beberapa perusahaan. (rhd)

Luchis Rubianto berdialog dengan beberapa perusahaan. (adn)

Sementara itu, CEO BRI IT, Agoes Rudyanto, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kerjasama dengan Polinema. Pihaknya melihat skill dan kompetensi yang dimiliki alumni Polinema cukup diatas rata-rata, sehingga akan memudahkan perusahaan yang memanfaatkan SDM alumni Polinema dalam kinerja. “Untuk itu, kami tak hanya bekerjasama saat ini saja, namun kami ingin bekerjasama lebih luas. Untuk itu, kami siap menjalin hubungan kerjasama,” ungkap Agoes, sesaat sebelum menandatangani MoU, disela pembukaan job fair.

Disebutkan Agoes, Bringin Inti Teknologi (BRI IT) merupakan perusahaan terasosiasi dengan Bank Rakyat Indonesia, sebagai salah satu anak perusahaan Yayasan Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia. Dalam paparan Road Maps, BRI IT bertugas di bidang IT Solution dan bidang-bidang lain yang berhubungan teknologi dalam mendukung kinerja Bank Rakyat Indonesia.

Pelamar melakukan barcode scan untuk mencari informasi lowongan kerja di BRI IT. (rhd)

Pelamar melakukan barcode scan untuk mencari informasi lowongan kerja di BRI IT. (adn)

Pembantu Direktur IV Polinema Luchis Rubianto mengatakan, grade kualitas mahasiswa Polinema telah sekian lama diakui dan tak diragukan oleh ratusan mitra perusahaan yang telah merasakan hasil kinerjanya, baik sebagai karyawan magang maupun karyawan baru. Sehingga hal ini mendorong Polinema untuk terus berinovasi mencetak SDM unggulan dan kreatif.

“Target pemerintah alumni 80 persen bisa terserap kerja, baik bekerja pada perusahaan maupun wirausaha. Kita sedang merekap data-data alumni, berapa lama masa tunggu, sudah berapa lama dia bekerja sejak diterima, dan indikator lainnya. Cukup banyak juga yang berwirausaha, sebagai ciri khas milenial saat ini, seperti toko online, youtuber, dan lainnya,” ungkap Luchis.

Harapannya, lanjut Luchis, alumni bisa melihat peluang usaha apapun, baik sebagai karyawan maupun wirausaha. Pasalnya, peluang tersebut tak hanya di dalam negeri, namun juga terbuka di luar negeri. “Kami juga menggandeng BP2MI untuk memfasilitasi alumni yang ingin bekerja di luar negeri,” tandas Luchis. (adn/yan)

 

Pendidikan

Go To Samba 2020 Episode 1, IBU Sambut Mahasiswa Baru Saat Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Go To Samba 2020 Episode 1, IBU Sambut Mahasiswa Baru Saat Pandemi Covid-19
Rektor IBU Malang Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi. (gie)

Memontum Kota Malang – Pihak Kampus IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, siap menyambut kedatangan mahasiswa baru 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dengan meluncurkan Go To Samba 2020 (Sambut Mahasiswa Baru) 2020 Episode 1, pihak Civitas Akademika menyambut kedatangan mahasiawa baru di Kampus C Jl Citandui, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Kamis (16/7/2020) pagi.

Untuk sementara tercatat 1700 Calon Maba dari Malang Raya dan Indonesia Timur yang telah mendaftarkan diri.

” Nantinya yang mengikuti Go to Samba 2020″ episode I ada 50 Maba. Mereka terdiri dari 25 Maba yang langsung hadir di Kampus C IBU, Jl Citandui, dan 25 Maba lainnya lewat youtube streaming,” ujar Rektor IBU Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.

Menurutnya sebagai warga baru IBU, selayaknya para mahasiswa baru ini disambut dengan keramah tamahan layaknya ada istiadat bangsa Indonesia yang berbudaya.

“Kita sambut antusias mahasiswa baru. Mereka sudah memilih IBU dengan melakukan daftar ulang. Kami menyambut mereka dentan suka cita. Nantinya akan ada Go to Samba 2020 episode 1, episode II, episode III dan seterusnya. Mereka harus memastikan kepada mereka bahwa saat ini sudah menjadi mahasiswa,” ujar Nurcholis, Rabu (15/7/2020) di Kampus C IBU.

Dengan statua mahasiawan mereka berhak mendapat oembelajaran dari dosen di masing-masing mata kuliah. Berhak menikmati segala fasilitas kampus IBU yang memang disiapkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon pendidik.

“Tak kalah penting, mereka juga tidak lagi tanpa kegiatan di era pandemi Covid-19 karena harus mulai menyiapkan segala sesuatu untuk proses pembelajaran,” ujar Nurcholis.

Dalam kesempatan ini, Nurcholis menyatakan permintaan maaf kepada Dikti karena mungkin dianggap mengawali perkuliahan. “Saat perguruan tinggi lain masih melakukan tes masuk, IBU sudah mendapat mahasiswa. Tentu saja konsekuensinya, IBU harus memberikan hak kepada mahasiswa baru berupa materi-materi perkuliahan,” ujar Nurcholis.

Pelaksanaan “Go to Samba 2020″ episode I, IBU tetap menerapkan protokol cegah Covid-19.

” Protokol kesehatan akan terus kita terapkan. Seperti harus melalui pemeriksaan thermo gun saat masuk kampus, menggunakan masker, cuci tangan di wastafel yang sudah disiapkan, serta sosial distancing ketika mengikuti acara. Semua sudah kami siapkan sesuai standar protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Termasuk Maba juga harus sudah melakukan rapid test,” tegas Nurcholis.

Nama IBU tetap menjadi kampus yang layak untuk dipilih. Bahkan diantara mahasiswa baru ini Nurcholis menyebut ada 2 nama pesepak bola tanah air.

” Mahasiswa baru nanti ada Jericho Cristantoko (Persijap Jepara), serta Iman Budi Santosa pemain Persis Solo,” ujar Nurcholis. Mereka tepat berada di Kampus IBU, sebab selain melahirkannpara pengajar handal, juga tempat para mahasiswa berprestasi. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema dan Majestic Convex Kolaborasi Wujudkan UMKM Kota Malang Lebih Maju

Diterbitkan

||

Polinema dan Majestic Convex Kolaborasi Wujudkan UMKM Kota Malang Lebih Maju

Memontum Kota Malang – Inovasi, teknologi dan kewirausahaan adalah bukti dari kemajuan dunia yang semakin pesat. Teknologi yang berkembang sangat cepat hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang makin kreatif dan inovatif menjadikan jaman makin berkembang.

Politeknik Negeri Malang menggelar acara di Gedung Graha Polinema, Rabu (15/7/2020) pagi, bekerjasama dengan Majestic Convex. Gelaran ini, bertema tentang inovasi, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, bisnis, serta komunitas.

Kegiatan ini yang bernama Innovative Collaboration Day (ICD) merupakan acara pendidikan yang bertujuan untuk menjembatani para Creative Ekonomi dari Kultur, kemajuan dan lain sebagainya.

“Kita bekerjasama dengan Polinema untuk mewujudkan UMKM di Kota Malang agar bisa semakin maju dan berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman. Dilihat dari kasus Pandemi ini yang dimana para UMKM dan kegiatan pendidikan yang terhenti. Dari situlah kami bermaksud mewujudkan kerjasama dan meningkatkan inovatif para UMKM supaya bisa membantu meningkatkan ekonomi di Kota Malang juga,” ujar Arif, Komisaris Majestic Convex.

Kegiatan ICD 2020 awalnya dimulai dengan pembukaan acara oleh Direktur Politeknik Negeri Malang yaitu Drs Awan Setiawan MMT MM. Setelah itu dilanjutkan dengan Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko memberikan sambutan.

Dilanjutkan dengan 4 sesi yang diisi dengan berbagai praktisi, pengusaha dan akademisi. Disitu bisa mendapatkan banyak kisah inspiratif sebagai acuan dalan menjalankan UMKM yang baik dan benar. Agar bisa semakin maju dalam berbisnis yang mengikuti perkembangan jaman semakin pesat.

“Nanti kita bisa ikuti beberapa sesi. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat bagi para undangan dan pendaftar yang mengikuti acara ini dari berbagai kalangan. Acara ini yang bertujuan untuk mendorong para UMKM agar bisa lebih kreatif dan konsisten dalam mengembangkan usahanya. Bisa dilihat nanti sesi selanjutnya ada juga dari pengusaha pesenkopi yang kita tahu usahanya yang masih bertahan dan malah semakin meluas hingga ke Jawa Timur,” ungkapnya.

Tidak lupa juga Wawali Kota Malang yang memberi sambutan di acara tersebut juga memberikan apresiasi kepada Polinema dan juga Majestic Convex yang telah mengadakan acara yang baik untuk masyarakat ini. Terlebih selama pandemi ini segala macam usaha yang sempat turun harus bisa membangun kembali untuk perekonomian di Kota Malang.

“Saya sangat apresiasi terhadap acara ini. Kita bisa lihat protokol kesehatan yang di terapkan juga sangat ketat tadi ada cuci tangan yang sudah memakai sensor, pendeteksi suhu tubuh otomatis juga ada, nah ini kan sebuah kemajuan tekonologi yang juga bisa kita ciptakan dengan inovatif dan kreatif. Disisi lain perekonomian kan gak mungkin berhenti jadi kita bisa dorong para UMKM untuk membangun perekonomian di Kota Malang dari segi wisata dan juga penghasilannya,” tutup Wawali Kota Malang Sofyan Edi. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Polinema Buka Peluang Seleksi Mandiri bagi Camaba yang Gagal di SBMPN

Diterbitkan

||

Pembantu Direktur I Supriatna Adi Suwignjo ST MT
Pembantu Direktur I Supriatna Adi Suwignjo ST MT

Memontum Kota Malang – Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) sudah rampung dan hasilnya telah diumumkan tanggal 4 Juli 2020. Meskipun seleksi menggunakan metode portofolio, persaingan masih ketat. Buktinya, jumlah pendaftar SBMPN di Polinema tahun 2020 sebanyak 20.379. Dan hanya 1.672 peserta dinyatakan lolos seleksi dan diterima.

Bagi 18.707 pendaftar yang gagal berkompetisi di jalur SBMPN, jangan terburu kecewa. Karena masih ada jalur seleksi mandiri. Pembantu Direktur I (Pudir I) Polinema, Supriatna Adi Suwignjo ST MT saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Bahwa bagi calon mahasiswa baru (camaba) untuk masuk Polinema, terdapat beberapa jalur. Ini berdasarkan regulasi dari Kementrian RI. Antara lain, jalur undangan, bidik misi, prestasi, SBMPN dan mandiri. Beberapa jalur seleksi ini, merupakan peluang yang disesuaikan dengan latar belakang selain kemampuan akademik.

Bagi camaba yang menempuh jalur mandiri, sudah bisa mendaftar. Karena pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 6 Juli – 6 Agustus 2020.

Pelaksanaan tes-nya mulai tanggal 8 – 12 Agustus 2020 yang dibagi menjadi beberapa sesi tes. Ini terkait dengan kondisi yang masih dalam masa pandemi covid. Maka panitia seleksi mandiri Polinema, menjalankan tes dengan menerapkan protokol kesehatan.

Supriatna menyebutkan kuota maba jalur seleksi mandiri direncanakan sebanyak 1.119 mahasiswa. Kuota ini masih bisa bertambah, jika maba yang lolos SBMPN tidak melakukan daftar ulang.

“Seleksi mandiri akan dilaksanakan secara online dengan menggunakan Computer Based Test (CBT.red),” ujar Supriatna.

Sementara itu, teknis pelaksanaan CBT, akan disesuaikan dengan masa transisi new normal pandemi covid. Sehingga maba yang menjalani tes tidak perlu berduyun-duyun ke kampus Polinema.

“Teknisnya masih disusun. Timnya sudah dibentuk. Prosedur ujiannya akan kita publikasi dalam waktu dekat,” ujar Humas Polinema melalui Joko Santoso. (yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler