Connect with us

Hukum & Kriminal

Bikin Resah Pemakai Jalan, Penjual Stiker Perempatan “Angkat Tangan”

Diterbitkan

||

Bikin Resah Pemakai Jalan, Penjual Stiker Perempatan Angkat Tangan

Memontum, Kota Malang – Karena banyaknya keluhan masyarakat terkait penjualan stiker di perempatan lampu merah Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (10/1/2020) pukul 09.30, petugas Sabhara Polresta Malang Kota, segera melakukan penertiban.

Pasalnya dalam laporan masyarakat tersebut, si penjual stiker terkesan memaksa pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat untuk membeli. Hal itu membuat resah warga hingga mengadukannya ke petugas Sabhara.

STIKER : Penjual Stiker di perempatan lampu merah Gadang saat didatangi petugas Sabhara Polresta Malang Kota. (ist)

STIKER : Penjual Stiker di perempatan lampu merah Gadang saat didatangi petugas Sabhara Polresta Malang Kota. (ist)

Atas pengaduan itu, petugas Sabhara bergerak cepat mendatangi lokasi. Ternyata benar di perempatan lampu merah Gadang, terdapat 2 orang penjual stiker. Petugas Patroli dan Raimas Sabhara Polresta Malang Kota segera makukan pengamanan.

Mereka adalah Budion, mengaku warga Kedawung, Hang XI, Kota Malang dan Reza yang mengaku sebagai warga asal Perumahan Dasana Indah, Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kerawang.

Informasinya petugas juga mengamankan 3 penjual stiker serupa di kawasan perempatan lampu merah Rampal dan 2 orang penjual stiker di perempatan ITN.

Kasat Sabhara Polresta Malang Kota Kompol Suko Wahyudi S Sos membenarkan adanya pengamanan penjual stiker tersebut.

“Adanya pengaduan melalui Medsos tentang aksi penjual stiker yang meresahkan. Atas pengaduan itu kami menindak penjual stiker di perempatan lampu merah Gadang. Kami lakukan pembinaan dan meminta supaya mereka tidak lagi membuat resah warga,” ujar Kompol Suko Wahyudi. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Gencar Laksanakan Serbuan Vaksinasi di Kota Malang, Pemkot Malang Berikan Penghargaan kepada AKBP Budi Hermanto

Diterbitkan

||

oleh

Walikota Malang Drs Sutiaji saat memberikan penghargaan kepada Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto. (ist)

Memontum Kota Malang – Sosok Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto SIK MSi sangat gencar dalam melaksakan progam nasional percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan terus bersinergi dengan Firkopimda Kota Malang, AKBP Budi Hetmanto dan anggotanya seperti tidak mengenal lelah mendorong masyarakat baik mahasiswa, pelajar dan juga masyarakat umum untuk melaksanakan vaksin.

Berbagai inovasi juga telah dilakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan vaksinasi. Dia menyebut, Vaksinasi Drive Thru serta Door to Door bagi Lansia, menjadi prioritas dalam meningkatkan herd immunity bagi warga Kota Malang. Tanpa melihat status sosial, agama, ras, hingga suku. 

Baca juga:

“Kami tidak akan berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Malang untuk mendapatkan vaksin. Selalu bersama-sama tingkatkan herd immunity dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar AKBP Budi Hermanto.

Pihaknya juga terus meminta anggotanya, khususnya Bhabinkamtibmas untuk mendata Lansia di wilayah kerjanya. Mengimbau secara terus menerus agar masyarakat tidak takut dengan vaksin. Bahkan tak jarang di Kota Malang, terlihat anggota Bhabinkamtibmas mengantar Lansia ke lokasi vaksinasi. 

Tidak hanya dalam vaksinasi saja, namun sosok AKBP Budi juga peduli dengan kedisiplinan protokol kesehatan. Imbauan-imbauan tentang protokol kesehatan terus dilakukan hingga door to door ke pemukiman warga. 

Mengimbau masyarakat untuk tetap hidup sehat dan menjalankan 5 M. Yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas keluar rumah. 

Salah satu inovasinya agar masyarakat semakin disiplin dalam protokol kesehatan yakni membuat trobosan dispenser masker dan hand sanitizer. Bahkan kini alat dispenser masker bisa dijumpai di beberapa pusat keramaian di Kota Malang. Serta banyak lagi yang dilakukan oleh Polresta Malang Kota dalam upaya menyelamatkan masyarakat dari bahaya Covid-19. 

Atas kepeduliannya itu, bertepatan dengan Hari Pahlawan 2021, AKBP Budi Hermanto secara langsung mendapatkan penghargaan dari Walikota Malang Drs H Sutiaji. Pemberian penghargaan ini diserahkan usai upaca Hari Pahlawan di Balaikota Malang, Rabu (10/11/2021).

Hal itu sebagai ucapan terima kasih atas langkah yang dilakukan, dalam percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kota Malang. Selain Kapolresta Malang Kota, penerima penghargaan yang sama, Komandan Kodim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riana Dian Kartika serta Kejaksaan Negeri Kota Malang.

“Pak Dandim, Kapolresta, Pak Kajari, serta Ketua DPRD, adalah para tokoh yang bisa menjadi suri tauladan. Termasuk bagaimana mereka membantu Pemkot Malang dalam percepatan vaksinasi Covid-19,” ujar Sutiaji. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sat Lantas Polresta Malang Kota Jemput Bola Pengurusan Dokumen Kendaraan Warga yang Rusak dan Hilang Akibat Banjir

Diterbitkan

||

oleh

Sat Lantas Polresta Malang Kota Jemput Bola Pengurusan Dokumen Kendaraan Warga yang Rusak dan Hilang Akibat Banjir
Anggota Sat Lantas Polresta Malang Kota jemput bola pengurusan dokumen kendaraan korban banjir. (ist)

Memontum Kota Malang – Peduli dengan masyarakat terdampak banjir bebeberapa waktu lalu, Polresta Malang Kota melakukan aksi jemput bola. Jemput bola ini untuk pengurusan dokumen kendaraan yang hilang atau rusak akibat banjir. Sebab perlu diketahui bahwa banjir di Kota Malang telah mengakibatkan barang-barang berharga milik warga rusak bahkan ada yang hanyut terbawa arus.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi melalui Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, sebagai bentuk nyata kepedulian Polri dalam hal ini Polresta Malang Kota, Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan jemput bola untuk pengurusan dokumen kendaraan yang hilang.

Baca juga:

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak banjir luapan Sungai Brantas yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kami dari Satlantas Polresta Malang Kota memiliki inisiatif yaitu melakukan kegiatan jemput bola kepada warga masyarakat di wilayah Kota Malang yang terkena banjir. Karena ada beberapa warga yang dokumennya hilang seperti SIM, STNK, maupun BPKB,” ujar AKP Yoppi, Selasa (09/11/21).

Pihaknya menjelaskan telah membentuk tim untuk melakukan pendataan warga terdampak banjir luapan Sungai Brantas. “Jadi, kami membantu warga untuk pengurusan dokumen tersebut, sehingga kita buat duplikasinya,” tegas AKP Yoppi.

Dijelaskan oleh AKP Yoppi, untuk kegiatan kemasyarakatan ini pihaknya sudah membentuk tim yang diketuai oleh anggota Polresta Malang Kota, Ipda Dina. Tim tersebut berkunjung langsung ke RT/ RW untuk mendata warga yang terdampak banjir dan mendata dokumen apa  saja yang hilang, termasuk SIM, STNK maupun BPKB. “Tim kami selain dari Sat Lantas juga teman-teman Satreskrim dan SPKT ikut membantu pendataan,” tambah AKP Yoppi.

Dia mejelaskan bahwa pengurusannya cukup mudah. Karena seluruh proses akan ditangani oleh tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota. “Untuk pendaftarannya, akan dikumpulkan semua dan untuk laporan kehilangan dan cek fisik, akan kita bantu,” terang AKP Yoppi.

Menurutnya, warga terdampak cukup membawa beberapa persyaratan, yaitu surat pernyataan korban banjir yang diketahui oleh lurah, KTP dan surat pernyataan pemilik. “Jika cek fisik kendaran harusnya didatangkan ke Samsat maka kami yang ke rumah warga,” lanjut AKP Yoppi.

Tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota masih mendatangi RT/RW terdampak luapan banjir Sungai Brantas untuk melakukan pendataan warga. “Kegiatan dimulai pada hari ini, karena kemarin warga terdampak banjir masih berada di pengungsian. Perlu diketahui juga, bahwa program jemput bola ini tidak mengganggu pelayanan reguler kami. Jika ada kendala bisa menghubungi nomor Ipda Dina 081334057418,” ujarnya AKP Yoppi.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto membenarkan adanya inisiasi dari anggotanya dalam membantu meringankan beban masyarakat korban banjir bandang di Malang Raya. “Benar, kami memang melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka membantu masyarakat korban banjir,” ujar  AKBP Budi Hermanto. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polresta Malang Kota Terjunkan Satgas Trauma Healing Bagi Korban Terdampak Bencana Banjir

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Kota Malang – Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi bersama anggotanya dan elemen masyarakat,  terus bergerak membantu korban banjir di Kampung Putih Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang

Dalam kegiatan kemanusiaan ini, mereka tidak hanya memberikan bantuan makanan dan tenaga, melainkan juga menerjunkan Satgas Sama Ramah Tim Trauma Healing, memberikan pendampingan psikologi bagi korban terdampak bencana, Jumat (05/11/2021).

Baca juga:

Perlu diketahui bahwa hujan deras telah mengguyur Malang Raya, Kamis (4/11/2021). Di Kota Batu terjadi banjir bandang hingga aliran Sungai Brantas meluap. Luapan air tersebut mengalir deras sepanjang Sungai Brantas. 

Akibat meluapnya aliran Sungai Brantas, beberapa wilayah di Kota Malang terendam banjir. Yakni pemukiman yang berada di pinggir Sungai Brantas.  Dampak air bah ini menyebabkan kerugian secara materi, fisik, maupun secara psikologis bagi masyarakat kota Malang yang mengalami nya.

Sejak sore sampai dengan tengah malam, anggota TNI-Polri dan BPBD Kota Malang dibantu dengan unsur-unsur penanggulangan bencana alam Kota Malang terlihat melakukan pertolongan kepada warga terdampak banjir.

Selain terendam banjir,  beberapa rumah warga juga ada yang hanyut. Warga memilih  mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak kurang 400 warga yang tinggal di RW 6 Senaputra, Kecamatan Klojen mengungsi di tempat rekreasi Senaputra dan sebagian warga RW 09 Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, juga mengungsi ke tempat yang aman.

Tim Trauma Healing Polresta Malang Kota diterjunkan di tempat pengungsian untuk membantu para korban pengungsi. Tim ini memberikan layanan pendampingan psikologi berupa Psychological First Aid (PFA) kepada korban bencana banjir. Juga mempersiapkan bantuan fisik sementara berupa makanan dan minuman. Pendampingan Trauma Healing ini dilakukan dengan cara pendekatan yang humanis dan persuasif.

Para pengungsi terdiri daei  orang dewasa, anak-anak balita dan usia sekolah. Mereka mengungsi dengan perbekalan seadanya yang berhasil diselamatkan dari rumah. Sehingga Trauma Healing ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para korban pengungsi agar terhindar dari trauma psikis yang berkepanjangan. 

Tim yang beranggotakan 4 personel Polresta Malang Kota ini di bawah pimpinan Aipda Muis S PSi MM dan Aipa Indah Soviyana,S.psi mendatangi para pengungsi satu per satu memberikan edukasi, analisa tingkat stress dan juga solusi penanganannya.

Mengajak anak-anak untuk bermain dan bercerita dimaksud mengembalikan tawa ceria mereka. Mendengar keluh kesah para korban sedikit mengurangi beban psikis yang mereka rasakan. Anak-anak dan balita kesulitan beradaptasi dengan lingkungan pengungsian akibat masih terbatasnya sarana fasilitas yang tersedia.

“Banyak diantara kesulitan tidur di malam hari dan ada beberapa yang menderita demam dan masuk angin. Perlengkapan pakaian, diapers dan susu sangat membantu mereka bertahan di pengungsian. Makanan siap saji juga terus berdatangan dari para relawan dan BPBD yang mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk korban pengungsi,” ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto, Jumat (05/11/2021). (gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler