Connect with us

Kabar Desa

Pemilihan Ketua RW 2 di Pandanwangi Kecamatan Blimbing Tak Kalah dengan Pilkada

Diterbitkan

||

Pemilihan Ketua RW 2 di Pandanwangi Kecamatan Blimbing Tak Kalah dengan Pilkada

Memontum Kota MalangKPU Kota Malang mungkin bisa menjadikan RW 2 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing sebagai kampung demokrasi. Betapa tidak, pemilihan Ketua RW dilaksanakan menyerupai pilkada. Bedanya hak pilih per KK hanya satu, bukan warga Kota Malang yang sudah cukup umur seperti pilkada.

Panitianya juga mengadopsi istilah dari KPU, yaitu KPPS. Juga dilakukan sosialisasi dengan memasang alat peraga calon di setiap RT. Kali ini, terdapat dua calon, yaitu Singgih Widodo calon nomor 1 dan H Suhartono calon nomor 2.

Pemungutan suara dilakukan dengan memberikan undangan ke setiap KK melalui Ketua RT masing-masing. Antusias warga RW 2 juga patut mendapat apresiasi, karena sejak pukul 08.00 hari Minggu 22 Desember 2019, sudah mengantri di Balai RW 2 untuk menggunakan hak pilihnya.

Surat suara juga dicetak bergambar kedua calon, bukan sekedar tertulis nama. Cara pemberian suara juga dengan dicoblos menggukan paku dan dilapisi spon. Mirip pilkada.

Perbedaan menyolok adalah saat menunggu penghitungan suara. Warga mengisi waktu dengan berkaraoke.

“Monggo menyumbangkan suaranya. Sambil mempersiapkan penghitungan suara,” ujar Hari Pramono, Ketua RT 15.

Ini sama dengan yang dilakukan PPK Blimbing saat Pemilu 2019. Untuk mengusir ketegangan, disela-sela penghitungan suara, para saksi dan pps yang membacakan form C, bergantian dan bersama-sama berkaraoke.

Hasil penghitungan suara Pemilihan Ketua RW 2 Pandanwangi sebagai berikut: Calon Nomor Urut 1 Singgih Widodo memperoleh suara 110, sedangkan Calon Nomor Urut 2 H Suhartono memperoleh suara 380. Surat suara tidak sah 3. Maka total suara sejumlah 493. (yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Kecamatan Sukun Siapkan 1200 Masker

Diterbitkan

||

oleh

Kegiatan Camat Sukun saat membagikan masker pada masyarakat. (memo x/cw1)
Kegiatan Camat Sukun saat membagikan masker pada masyarakat. (memo x/cw1)

Kompak Kampanyekan Disiplin Gunakan Masker

Memontum, Malang – Disiplin bermasker merupakan hal yang saat ini paling gencar dikampanyekan di Indonesia. Kota Malang adalah salah satu kota yang dipercaya untuk kampanye berdisiplin penggunaan masker Selasa (11/8/2020) pagi.

Pada rapat koordinasi dengan jajaran dan para pelaku usaha serta Perbankan di Ruang Sidang Balaikota yang digelar oleh Walikota Malang, Sutiaji (5/8/2020) kemarin merupakan bukti bahwa Pemkot Malang serius dalam menjalankan program displin bermasker yang digalang Presiden RI (Jokowi).

Salah satu hasil dalam rapat koordinasi itu adalah Setiap kepala perangkat daerah juga menyatakan siap mendonasikan 1.000 masker sehingga nantinya akan terkumpul sekitar 100 ribu masker.

Menyikapi hasil rapat koordinasi tersebut dan dalam rangka mendukung gerakan bermasker, Kecamatan Sukun memiliki 1200 masker yang siap dibagikan kepada warga Sukun sendiri. Saat ditemui di Kampung Tangguh RW 04 Poharin Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang pada Minggu (9/8/2020) kemarin.

Camat Sukun I. K. Widi E. Wirawan mengungkapkan bahwa 1200 masker tersebut berasal dari 12 kelurahan di Kecamatan Sukun. “Jadi, setiap kelurahan menyumbangkan 100 masker,” jelasnya.

Widi mengaku gerakan mendukung 26 juta masker yang dicanangkan oleh Pemerintah adalah untuk menyadarkan warga agar patuh mengenakan masker. “Semua masyarakat diharapkan sadar akan itu, selain mengenakan, jika bisa menyumbangkan untuk masyarakat yang lain,” imbuhnya.

Widi menjelaskan bahwa edukasi kepada warganya terus dilakukan melalui lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), dan lainnya. “Saat ini, selain untuk kesehatan, peran juga sebagai gaya hidup,” terangnya.

Pemerintah berharap memakai masker saat ini dapat menjadi sebuah kebiasaan dan livestyle baru untuk saat ini. Disamping itu, diwaktu yang berbeda, Walikota Malang, Sutiaji saat ditemui di depan Ruang Sidang Balaikota (10/8/2020) mengatakan untuk mendukung gerakan bermasker dan demi menekan bertambahnya kasus covid-19 akan memberikan sanksi atau punishment bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Nanti akan ada Revisi perwal 20, ada panishment untuk orang yang tidak taat protokol covid-19,” tegasnya. Sutiaji berharap warga disiplin menggunakan masker bukan hanya karena ada punishment, melainkan memang kesadaran diri untuk meamtuhi protokol kesehatan covid-19 dan menjadikan masker sebagai kebiasaan baru. (cw1/man)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Kelurahan Bandulan Sediakan WiFi Gratis

Diterbitkan

||

oleh

BELAJAR : wali Kota Malang Sutiaji memantau kegiatan pelajar siswa yang tinggal di Kelurahan Bandulan. (memo x/cw2)
BELAJAR : wali Kota Malang Sutiaji memantau kegiatan pelajar siswa yang tinggal di Kelurahan Bandulan. (memo x/cw2)

Memontum, Malang – Ketika pandemi Covid 19 belum berakhir, pemerintah membatasi kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Sebagai gantinya aktifitas belajar dilakukan secara daring (online). Hal ini menyebabkan banyak pelajar yang mengeluh soal penggunaan kuota yang lebih dari biasanya.

Dari persoaln itu pemerintah Kelurahan Bandulan berinisiatif membantu meringankan beban para pelajar dengan membuka fasilitas Wifi gratis di kantor kelurahan. Hal ini disambut baik oleh pemerintah Kota Malang dan juga para pelajar sehingga bisa meringankan beban mereka.

Walaupun sifatnya terbatas dan hanya untuk para pelajar dan orang tua yang berdomisili di kelurahan bandulan ini bisa juga menjadi salah satu pintu untuk lebih memperluas di kelurahan-kelurahan lain yang berada di wilayah Kota Malang sehingga para pelajar di seluruh Kota Malang juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang berada di Kelurahan Bandulan.

Wali Kota Malang, Sutiaji ketika berkunjung di Kelurahan Bandulan selasa 4 Agustus 2020 meninjau kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada lurah bandulan atas program yang di usulkan tersebut. Sutiaji mengungkapkan bahwa. “Ini bisa menjadi transisi yang nantinya kedepan bisa dilakukan juga oleh kelurahan-kelurahan lainnya,” terangnya.

Fasilitas yang diberikan oleh kelurahan bandulan juga baik, sehingga bisa membuat para pelajar, bisa merasa senang dan juga salah satu upaya untuk kembali membangun mental para pelajar, kedepannya nanti ketika kegiatan belajar tatap muka diselenggarakan kembali.

“Ini kan bisa jadi transisi untuk para pelajar, disini tadi juga disiapkan camilan. Tadi anak-anak juga bilang banyak yang senang bisa bertemu temannya belajar bersama lagi kan,” tambahnya.

Kegiatan ini memiliki teknis khusus dan memang terbatas, setiap peserta didalam ruangan maksimal 10 pelajar untuk jangka waktu 2 jam. Kegiatan yang dimulai pada hari senin (3/8/2020) berharap bisa memiliki antusiasme yang tinggi terhadap warga sekita bandulan mulai dari pelajar sampai orang tua agar dapat berlangsung secara efektif dan dapat meringankan beban bagi para pelajar tersebut.

Salah satu siswa SDN Bandulan 4 Ilham Satria yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengungkapkan kegembiraannya terhadap program ini. “Saya kangen sama teman sekolah, bangku-bangku sekolah juga,” tegasnya.

Para pelajar yang mengikuti kegiatan ini juga mengungkapkan kesulitannya selama proses pembelajaran secara daring menjadi berkurang, pasalnya mereka terbantu dari segi kuota yang bisa disimpan untuk jangka panjang karena memakai wifi di kelurahan, mereka juga didampingi oleh beberapa pegawai kelurahan dan juga orang tua mereka ketika melakukan proses belajarnya.

“Saya dulu kan kesulitas mas, apalagi kalau gak ada kuota jadi bingung mau belajar gimana. Saya biasanya juga di dampingin kakak, kalau gak orang tua kadang ya sendiri. Sekarang bisa bareng teman-teman, wifinya gratis juga jadi enak mas,” tambahnya.

Pihak kelurahan bandulan menyampaikan keinginan mereka untuk membantu dan memfasilitasi anak-anak sehingga bisa menjadi hal yang positif dan setidaknya juga memenuhi kegiatan mereka sehari-harinya.

“Kita akan memenuhi kebutuhan mereka dalam hal belajar, kita fasilitasi juga. Kita juga berharap karena ini masih dua hari nanti kedepannya ketika semua warga sudah tahu bisa menjadi hal yang positif bagi warga bandulan,” tutup Dian Lurah Bandulan. (cw2/man)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Kampung Tangguh Bareng Tenes, Andalkan 7 Aspek Menuju New Normal

Diterbitkan

||

oleh

Pos utama penanganan Barnes Tangguh RW 02.(mg2)
Pos utama penanganan Barnes Tangguh RW 02.(mg2)

Memontum Kota Malang – Bareng Tenes salah satu wilayah di Kecamatan Klojen Kota Malang selalu memberi gebrakan-gebrakan barunya dalam mengatasi polemik. Kampung Tangguh RW 02 ini, menjadi solusi terdampak covid-19. Selain didukung oleh pemerintah, sejumlah elemen masyarakat khususnya Bareng Tenes juga ikut berkontribusi besar untuk membangun kampung tangguh ini. Warga memberi lebel nama mereka dengan sebutan Barnes Tangguh (Bareng Tenes Tangguh).

“Kenapa kita beri nama Barnes Tangguh, karena kita berbeda dengan Kampung Tangguh yang lain. Mereka berfokus pada bantuan logistik dan alat-alat pencegah Covid-19. Namun kita akan berfokus pada segala aspek mulai dari penyuluhan, pendidikan, penangan, pengamatan, pengawasan hingga keselamatan,” ujar Ketua RW 02, Pancoro.

Sosialisasi bersama warga terkait dampak dari covid19 dan juga pengetahuan terhadap dampak lockdown bagi masyarakat.(mg1)

Sosialisasi bersama warga terkait dampak dari covid19 dan juga pengetahuan terhadap dampak lockdown bagi masyarakat.(mg1)

Terdapat 7 aspek utama yang harus dilaksanakan Kampung Tangguh, yaitu Tangguh Kesehatan, Budaya, Logistik, Keamanan, SDM, Psikologi dan Informasi. Yang menarik dari Barnes Tangguh ini, mereka bukan hanya berfokus kepada satu hal seperti Kampung Tangguh yang lain namun dari segala aspek mereka akan lakukan seperti terdapat rumah isolasi khusus untuk persiapan kemungkinan terjadinya hal buruk. Seluruh warga selain mendapat bantuan, mereka juga dapat berkontribusi besar setelah mendapat informasi yang jelas.

“Kita ini butuh penyuluhan untuk memberi pemahaman kepada warga. Contohnya seperti kemarin banyak sekali daerah-daerah di lockdown, lalu warga bertanya kenapa kita gak lockdown juga seperti mereka? Nah dari situ kita harus memberi pemahaman kepada mereka lockdown itu apa dampaknya seperti apa, agar mereka bisa memberi keputusan yang baik dan benar,” ujarnya.

Jadi dalam pandemi Covid-19 Barnes Tangguh akan membentuk pemahaman kepada warga agar dapat lebih memahami dampaknya. Sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dan juga sudah dapat di persiapkan menuju New Normal mendatang. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler